≡ Menu
werno-werno.com

10 Kebiasaan Yang Bisa Merusak Ginjal

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting. Organ yang berbentuk seperti dua kacang ini, terletak berhadapan dengan otot-otot punggung di rongga perut bagian atas, tepat di bawah tulang rusuk, dan masing-masing ginjal berada di setiap sisi tulang belakang. Ginjal berfungsi untuk detoksifikasi darah dan membantu tubuh untuk menyaring produk limbah melalui urin. Fungsi utama lain dari ginjal adalah untuk membuang kelebihan air dari tubuh. Ginjal juga membantu menahan air saat tubuh lebih membutuhkannya.

kebiasaan yang bisa merusak ginjal

Lebih lanjut, ginjal juga membantu mengatur kadar mineral seperti kalsium dan fosfat dalam tubuh. Mereka juga memproduksi hormon penting yang bertugas untuk membantu mengatur fungsi tubuh seperti tekanan darah dan memproduksi sel darah merah untuk mengangkut oksigen dan nutrisi penting ke seluruh tubuh. Untuk itu, agar ginjal tetap sehat, sangatlah bagi kita untuk menjaga ginjal agar berfungsi dengan baik. Beberapa gejala umum yang bisa mengindikasikan masalah ginjal antara lain, perubahan warna dan kuantitas dari urin, animea, masalah pernafasan, merasa demam sepanjang waktu, kelelahan dan letih, gatal-gatal, nafas tak sedap, pusing, muntah-muntah dan nyeri tiba-tiba di dalam tubuh. Jika kamu mengalami salah satu gejala ini, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kemungkinan terserang penyakit ginjal.

Ada banyak alasan dibalik masalah ginjal. Bagaimanapun juga, beberapa kebiasaan yang dilakukan seseorang bisa menyebabkan kerusakan yang besar pada ginjal. Ketahui 10 kebiasaan yang bisa merusak ginjal berikut ini :

  1. Tidak segera buang air pada waktunya

Mempertahankan kandung kemih yang penuh untuk waktu yang lama, atau menunda kencing yang tak tertahankan, adalah salah satu alasan utama dibalik kerusakan ginjal. Saat urin tetap berada pada kandung kemih untuk waktu yang lama, hal tersebut bisa menyebabkan perkembangbiakan bakteri dalam urin untuk berlipat ganda. Pada gilirannya, bakteri yang berbahaya ini bisa menyebabkan infeksi saluran kencing / infeksi ginjal. Selain itu, menahan kencing juga bisa meningkatkan tekanan pada ginjal dan bisa menyebabkan gagal ginjal dan inkontinensia. Jika kamu terbiasa menunda panggilan alam untuk buang air kecil, kini saatnya untuk memperbaikinya demi kepentingan ginjal yang sehat. Tak peduli sesibuk apapun kamu, segeralah buang air kecil jika waktunya dan jangan ditunda-tunda.

  1. Kurangnya asupan air

Tidak meminum air dalam jumlah yang cukup, juga bisa menyebabkan kerusakan besar bagi ginjalmu. Fungsi utama dari ginjal adalah untuk menggelontorkan sisa-sisa metabolisme dari tubuh dan mengatur produksi eritrosit. Jika tubuh kekurangan air, maka akan lebih sedikit aliran darah yang menuju ginjal, karena darah menjadi terkonsentrasi. Hal ini akan menghambat kemampuan ginjal untuk menghilangkan racun dari tubuh, dan dengan lebih banyaknya racun di tubuh, maka berarti semakin banyak timbul masalah kesehatan. Untuk itu, disarankan setidaknya minum 8-10 gelas air putih sehari.

  1. Konsumsi tinggi garam

Secara rutin memakan garam yang terlalu banyak, juga bisa menyebabkan kerusakan besar pada ginjal, begitu juga dengan masalah kesehatan yang lain. Ginjal mengolah hampir 95% sodium yang dikonsumsi melalui makanan. Saat asupan garam tinggi, maka ginjal butuh untuk bekerja lebih keras untuk mengeksresi (mengeluarkan) kelebihan garam. Pada akhirnya, hal ini bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, menyebabkan retensi air (edema) dalam tubuh. Penyimpanan air bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah dan meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal. Jumlah asupan garam yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 5 gram (+_ 1 sdt) sehari. Jumlah yang melebihi ini akan membahayakan bagi ginjal begitu juga dengan kesehatan secara keseluruhan.

  1. Pemakaian analgesik secara teratur

Kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan menggunakan Analgesik (perada rasa nyeri) untuk mengontrol rasa sakit dan mengurangi demam serta peradangan. Tapi hal ini juga bisa merusak organ tubuh lain, termasuk ginjal. Penelitian menunjukkan bahwa analgesik dapat mengurangi aliran darah menuju ginjal dan memperburuk fungsi ginjal. Selain itu, penggunaan berat atau jangka panjang dari analgesik yang dijual bebas dipasaran bisa menyebabkan gagal ginjal akut atau penyakit ginjal kronis. Jika kamu menderita penurunan ginjal, jangan meminum pereda nyeri tanpa bertanya kepada doktermu. Meskipun dengan fungsi ginjal yang normal, analgesik sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pemakaian, dengan dosis terendah yang memungkinkan dan untuk pemakaian jangka pendek.

  1. Diet tinggi protein

Protein sebenarnya bagus untuk kesehatanmu, namun konsumsi daging merah dan makanan berprotein tinggi lain dalam jumlah yang berlebihan, bisa meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal. Salah satu peran ginjal adalah mengolah dan mengeluarkan nitrogen melalui produk dari pencernaan protein. Asupan protein yang tinggi, akan meningkatkan beban metabolik ginjal dengan secara berkesinambungan meningkatkan tekanan Glomerulus dan hiperfiltrasi. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan resiko masalah ginjal. Jadi, batasi asupan daging merah untuk kesehatan secara menyeluruh.

*Lanjutannya, klik Page 2 yang ada di bawah

1 comment… add one

Leave a Comment