7 Tips Jitu Untuk Mengurangi Resiko Stroke

by Ummi on March 23, 2015

Penyakit stroke terjadi saat suplai darah ke otakmu terganggu atau terputus, dan sebagai hasilnya, sel otak akan kehilangan oksigen. Ini bisa terjadi karena adanya pemblokiran atau pendarahan di dalam dan di sekitar otak. Meski tanda-tanda dan gejala stroke bisa berbeda-beda pada setiap orang, namun gejala yang paling umum adalah wajah yang kendor, kesulitan berbicara, dan kelemahan otot di salah satu bagian tubuh.

cara mencegah stroke

Stroke bisa di cegah dengan mengendalikan faktor pemicu resikonya, seperti merokok, tekanan darah tinggi, Diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Dan ingat, saat sakit stroke datang menyerang, setiap menitnya sangatlah berarti. Jadi, segeralah telepon ambulans atau pergi ke rumah sakit guna menurunkan resiko kematian atau kelumpuhan.

Berikut ini adalah beberapa tips yang berguna untuk mencegah dan menunda stroke :

  1. Berhenti merokok dan batasi penggunaan alkohol

Saat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, perokok memiliki kemungkinan 2 kali lipat mengalami stroke iskemik yang disebabkan oleh penyempitan atau pemblokiran arteri ke otak. Dan besarnya resiko stroke, tergantung dengan seberapa banyak rokok yang dihisap. Semakin banyak jumlah rokoknya, maka semakin besar pula resikonya. Cobalah berhenti merokok dan carilah bantuan professional jika perlu. Selain itu, batasi juga asupan alkoholmu karena peminum berat bisa meningkatkan resiko dirinya terkena stroke.

  1. Kendalikan tekanan darah tinggimu

Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor resiko utama untuk stroke. Orang-orang sering tidak mengobati tekanan darah tingginya secara intensif karena tidak memiliki tanda-tanda lahiriah yang pasti. Menurut pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, empat kali lebih mungkin untuk meninggal akibat stroke dibandingkan dengan mereka yang memiliki tekanan darah normal. Minumlah obat penurun tekanan darah sesuai petunjuk penggunaan. Lakukan pemeriksaan secara teratur dan buatlah perubahan gaya hidup yang diperlukan seperti membatasi asupan garam untuk memabntu mengendalikan tekanan darahmu.

  1. Buatlah pilihan makanan yang sehat

Jalani diet yang sehat yang kaya buah, sayur, dan biji-bijian utuh seperti apel, pir, buah beries, brokoli, sawi, bayam, almond, dan flaxseed. Dietmu juga seharusnya tinggi akan serat dan antioksidan, serta rendah lemak jenuh, kolesterol, sodium, dan pemanis buatan. Asosiasi Jantung Amerika telah menyarankan untuk memakan sayuran berdaun hijau bersama biji-bijian dan serealĀ  yang diperkaya untuk mendapatkan asam folat, vitamin B6, dan B12 yang cukup. Semua nutrisi tadi dikaitkan mampu menurunkan kadar asam amino yang bernama Homocysteine dalam darah. Tingginya asam amino ini berkaitan dengan masalah kardiovaskular, termasuk stroke.

  1. Olahraga secara teratur

Menjadi aktif secara fisik bisa membantumu senantiasa fit dan sehat. Olahraga rutin juga membantu menurunkan kolesterol, mengatur tekanan darah tinggi, dan mengontrol Diabetes. Aktivitas aerobik dengan intensitas sedang selama sekitar 20 menit setiap hari cukup baik bagi kebanyakan orang. Atau kamu bisa memilih aktivitas yang kamu suka seperti jalan cepat, renang, menari, berkebun, bersepeda, atau Tai-chi. Juga lebih aktiflah di siang hari dengan menaiki tangga daripada naik lift dan parkirlah mobilmu jauh dari lokasi kantormu.

*Lanjutannya, klik Page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2