≡ Menu
werno-werno.com

15 Pertanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

Berhubung angka kecukupan gizi yang disarankan hanya sekitar 8- 18 mg saja (tergantung dengan jenis kelamin dan usia masing-masing), maka zat besi bisa digolongkan sebagai mikro-nutrien. Meski begitu, zat besi adalah salah satu elemen terpenting dari sebuah pola makan yang sehat.

tanda kurang zat besi

Zat besi sangat penting untuk produksi hemoglobin, protein dalam sel darah marah yang bertanggungjawab untuk mengangkut oksigen melalui aliran darah ke setiap sel dalam tubuh manusia. Zat besi juga penting untuk pertumbuhan jaringan tubuh yang baru, regenarasi sel, dan bahkan produksi beberapa hormon. Singkat kata, tanpa adanya suplai zat besi yang memadai, setiap organ akan merasakan kekeringan.

Meskipun jumlah zat besi yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan yang optimal sangatlah kecil, namun faktanya kekurangan zat besi adalah gangguan gizi yang paling umum diderita orang diselurh dunia. Hal ini dikarenakan zat besi sangat susah untuk dicerna. Dengan saluran pencernaan yang sepenuhnya sehat saja, rata-rata orang hanya mampu memperoleh antara 14-18 % dari total bio-zatbesi yang tersedia dari makanan.

Dengan begitu banyaknya faktor sehari-hari sepeti stress, menstruasi, obat-obatan tertentu, dan kehamilan yang dapat menyebabkan kekurangan zat besi, sehingga menjadi lebih mudah untuk melihat mengapa gangguan ini sangat lazim terjadi. Sayangnya, gejala kekurangan zat besi biasanya dengan mudah dikaitkan dengan penyakit lain, atau banyak orang hanya mengabaikan mereka. Berikut akan kami ulas mengenai tanda-tanda kekurangan zat besi yang patut kamu waspadai, karena siapa tahu kamu adalah salah satu dari lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia yang terkena kekurangan zat besi!

1. Merasa lelah

Inilah gejala yang paling umum pada kasus kekurangan zat besi dan mungkin juga paling mudah untuk diperhatikan. Lelah, biasanya sering dikaitkan dengan bekerja terlalu berat, kurang cukup tidur, stress, atau masalah kesehatan yang lain. Meski begitu, karena sel darah merah yang kekurangan zat besi tidak dapat mengangkut cukup oksigen ke seluruh tubuh dan semua sel tubuhmu memerlukan oksigen untuk berfungsi, maka kekurangan zat besi adalah penyebab utama dari kelesuan secara umum.

2. Mood yang berubah-ubah dan lekas marah

Kekurangan zat besi juga menghalangi kemampuan tubuh untuk memproduksi beberapa hormon tertentu. Hal ini bisa menyebabkan mood yang tidak menentu (mood swing), meningkatkan perasaan tertekan, kecemasan, dan lekas marah, yang kesemuanya juga biasa disematkan untuk penyebab lainnya.

3. Kurang konsentrasi

Saat pikiran dan tubuh kekurangan oksigen akibat kekurangan zat besi, salah satu masalah yang lebih halus yang mungkin muncul adalah berkurangnya konsentrasi. Lagi-lagi, gejala ini merupakan kejadian yang cukup umum terjadi dengan sejumlah kemungkinan penyebab lain dan oleh karena itu sering salah didiagnosis.

4. Pusing

Kekurangan darah yang beroksigen yang diangkut ke otak akibat kurangnya zat besi juga dapat dimanifestasikan sebagai kondisi pusing yang sering dan tidak bisa dijelaskan penyebabnya, seperti yang dialami saat kita berdiri terlalu cepat atau sebagai akibat dari hiper-ventilasi.

5. Susah tidur (insomnia)

Tubuh manusia menyimpan cadangan zat besi di dalam limpa, hati, dan usus melalui protein pengikat intraseluler yang disebut feritin. Feritin akan melepaskan zat besi kembali ke seluruh tubuh untuk memfasilitasi beberapa fungsi dasar tertentu, salah satunya adalah pengaturan tidur. Saat tubuh mengalami kekurangan zat besi dan simpanan zat besi dalam feritin menjadi habis, seseorang dapat menderita gangguan tidur seperti insomnia.

6. Bibir kering dan pecah-pecah

Protein feritin juga akan melepaskan zat besi kedalam kulit untuk regenerasi sel dan pertumbuhan sel baru. Untuk alasan ini, kulit yang kering dan pecah-pecah, terutama di sekitar daerah bibir adalah salah satu indikator besar lain dari kemungkinan kekurangan zat besi.

7. Kuku yang retak dan pecah

Seperti halnya kulit, zat besi juga penting untuk pertumbuhan jaringan kuku yang sehat. Jika kamu memperhatikan bahwa kukumu sudah mulai patah atau pecah dengan sangat mudah, mungkin bisa jadi ini pertanda bahwa cadangan zat besi feritin sudah mulai habis.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment