≡ Menu
werno-werno.com

4 Buah Yang Harus Kamu Makan Setiap Hari Agar Tetap Langsing

Seiring berjalannya usia, maka berat badanmu akan semakin bertambah. Dan berat badan yang semakin naik, akan meningkatkan pula resiko terkena penyakit diabetes, penurunan kognitif, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Meski begitu, mikronutrien yang terdapat dalam beberapa jenis buah dapat membantu mempertahankan berat badan idealmu, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di BMJ.

Tim peneliti yang berbasis di Harvard telah melacak berat badan lebih dari 124.000 orang selama 24 tahun. Mereka menemukan bahwa orang yang lebih banyak makan flavonoid (jenis antioksidan yang sangat melimpah di buah) yang paling sedikit mengalami kenaikan berat badan dan seringkali justru menurunkan beberapa kilogram berat badan.

Peserta penelitian yang memakan buah yang kaya dalam tiga jenis flavonoid (yakni anthocyanins, flavonoid polymers, dan flavonols) mendapatkan hasil yang paling baik. Grup ini makan lebih sedikit kalori dan membakar lebih banyak energi, rumus sempurna untuk melangsingkan tubuh. “hal ini menunjukkan bahwa perubahan sederhana seperti cukup dengan menambahkan sedikit buah berries ke dalam dietmu bisa memiliki pengaruh besar bagi kesehatan jangka panjangmu,” ujar Monica Bertoia, PhD, seorang peneliti di departemen nutrisi di Harvard T. H. Chan School of Public Health.

Satu hal yng perlu dicatat, “kami menemukan bahwa meningkatnya konsumsi semua buah-buahan dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang sedikit,” ujar Beertoia. Namun itu jika mereka memakan buah segar utuh, karena orang yang berat badannya bertambah banyak, mungkin disebabkan mereka meminum jus buah yang malah mengandung banyak sekali gula tambahan. Berikut adalah buah dengan kandungan flavonoid tinggi yang harus kamu makan setiap hari untuk membuatmu tetap langsing :

Apel (kaya akan polimer flavonoid)

Buah apel adalah buah favorit semua orang yang merupakan salah satu buah terbaik untuk membantu mengendalikan berat badan. Ternyata polimer flavonoid dalam apel bisa menghambat enzim yang memecah gula sederhana, yang itu berarti kamu bukannya menyimpan gula sebagai lemak, namun kamu membersihkan kelebihannya keluar dari sistemmu. Dan kandungan pektin (semacam serat) dalam apel yang dicampur dengan flavonoid dapat menekan kadar lemak yang beredar dalam darahmu.

Namun meskipun begitu, tidak semua apel adalah sama, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nutrition Journal. Apel jenis Fuji memiliki konsentrasi flavonoid tertinggi, diikuti oleh Red Delicious (apel merah). Apel Galas flavonoidnya masih cukup tinggi, namun tingkatnya mulai menurun dengan apel jenis Golden Delicious. Lalu seberapa banyak perbedaannya? Apel Fuji memiliki lebih dari dua kali lipat flavonoid yang akan kamu temukan di sebuah apel Empire, jenis apel dengan jumlah flavonoid terendah.

Pir (kaya akan akan flavonol, dan flavan-3-ols)

Seperti halnya apel, buah pir juga sumber pektin yang lumayan. Namun mereka juga kaya akan flavonols and flavan-3-ols, flavonoid yang tampaknya sangat cocok untuk melindungi tubuh terhadap kenaikan berat badan dan diabetes tipe 2. Dalam studi lain yang menggunakan data yang sama banyaknya seperti Bertoia ini, makan lebih banyak buah pir atau apel sebenarnya terkait dengan penurunan berat badan yang lebih besar, dibandingkan dengan makan lebih banyak buah berries. Salah satu alasan mungkin bahwa buah pir segar menyediakan hampir seperempat dari kebutuhan serat harianmu, yang baik untuk flora usus yang menguntungkan. “Bakteri usus yang sehat membantu tubuh menyerap dan mencerna flavonoid,” kata Bertoia.

Blueberries (kaya akan anthocyanin)

Warna biru kehitaman dari buah blueberrie berasal dari konsentrasi tinggi dari flavonoid yang disebut dengan anthocyanin, sebuah antioksidan kuat yang membantu mencegah kanker, penyakit jantuing, dan inflamasi. Hanya peningkatan kecil dalam anthocyanin bisa dikorelasikan dengan peningkatan perawatan berat badan. Jadi jika kamu memakan satu sajian penuh blueberries (setara dengan setengah cangkir) kamu akan mendapatkan ratusan milligram anthocyanin. Percaya atau tidak, blueberry beku memiliki konsentrasi tertinggi dari anthocyanin, yang diikuti oleh blueberry segar. Blueberry kering memiliki sekitar setengah kali anthocyanin yang ada pada blueberry beku atau segar, berdasarkan sebuah studi di Journal of Biomedicine and Biotechnology.

Strawberry (kaya akan flavonol, anthocyanin)

Strawberry mengandung beberapa jenis antioksidan. Ia mengandung anthocyanin (meski tidak sebanyak blueberry) plus flavonols. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa ons strawberry bisa mengurangi inflamasi dan lonjakan gula darah yang dipicu oleh makanan tinggi karbohidrat. Sebuah studi di British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa mengunyah beberapa buah berries sebelum makan makanan manis akan membuat tubuh menjadi sulit untuk menyerap gula sebanyak-banyaknya, sehingga mencegah gula ditambahkan pada muatan kalori. Dan dalam sebuah penelitian yang melibatkan hewan, para peneliti mampu mencegah diabetes tipe 2 dalam tikus dengan cara memberi makan mereka buah strawberry.

0 comments… add one

Leave a Comment