5 Kondisi Tak Terduga Yang Bisa Membuatmu Gemuk

by Ummi on June 24, 2016

Ketika angka di timbangan berat badan semakin menanjak, kebanyakan orang tahu apa penyebabnya : mungkin saja kamu terlalu banyak ngemil, kurang olahraga, atau terlalu banyak menikmati hari-hari ‘curang’. Namun, jika berat badanmu melonjak tiba-tiba tanpa adanya alasan yang jelas, mungkin kamu berpikir jika penyakit tyroid lah yang harus dipersalahkan. Meskipun kondisi hypothyroid bisa mengganggu metabolismemu, namun masih ada banyak kondisi kesehatan lainnya yang juga bisa membuat berat badanmu melonjak. Berikut adalah beberapa kondisi tak terduga yang mungkin bisa menjelaskan mengapa celana jeansmu tiba-tiba terasa sempit :

Gangguan tidur

Apakah kamu mengalami insomnia ? sleep apnea? atau syndrome kaki pegal-pegal (Restless legs syndrome)? “Susah tidur akibat  dari penyebab apa pun dapat menyebabkan peningkatan berat badan, “kata Lisa Neff, MD, seorang ahli endokrinologi di Pusat Lifestyle Medicine di Northwestern Medicine di Chicago.

Kurang tidur bisa mengganggu hormon yang memberi sinyal lapar dan kenyang, sehingga orang yang tidak cukup tidur lebih cenderung untuk makan berlebihan. Plus, penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang kurang tidur merasa bahwa  makan itu lebih menyenangkan-yang berarti kamu akan lebih mungkin untuk makan secara berlebihan tanpa merasa bersalah. Tentu saja, tingkat aktivitas yang kamu lakukan tiap hari juga cenderung untuk terpuruk ketika kamu merasa lelah, sehingga kamu mungkin tidak akan membakar kalori ekstra juga.

Depresi

Seseorang yang menderita depresi seringkali akan mengalami kenaikan berat badan untuk beberapa alasan yang berbeda, “Sebagian orang mendapati diri mereka makan secara emosional,” ujar Neff. “Depresi juga bisa mempengaruhi aktivitas fisik. Dan banyak obat anti depresan juga bisa menyebabkan berat badan naik.”

Antidepresan bukanlah satu-satunya jenis obat yang menyebabkan kenaikan berat badan sebagai efek sampingnya. Ada banyak obat yang juga mempunyai dampak potensial terhadap berat badan, ujar Amy Rothberg, MD, PhD, seorang ahli endokrinologi di University of Michigan bagian divisi Metabolism, Endocrinology, dan Diabetes. Beberapa obat yang umumnya menjadi biang kerok adalah Insulin, Beta blocker, dan pil KB. Ketika pasien tiba-tiba mengalami lonjakan berat badan yang tak terjelaskan, Rothberg selalu memeriksa apakah mereka baru-baru ini memulai sebuah pengobatan yang baru.

Gangguan nyeri

Setiap kondisi yang menyebabkan nyeri kronis, termasuk juga fibromyalgia, arthritis, dan sciatica bisa menimbulkan kerusakan pada lingkar pinggangmu. Orang yang sedang mengalami nyeri hebat cenderung tidak terlalu aktif atau tidak tidur dengan nyenyak, ujar Neff. Pengobatan nyeri, terutama obat yang umumnya diresepkan untuk nyeri saraf, mungkin juga berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Syndrome cushing

Sindrom ini memang jarang sekali terjadi, namun kelainan endokrin ini bisa menyebabkan kelebihan hormone kortisol yang bisa mengakibatkan berat badanmu melonjak dengan tiba-tiba. Syndrom ini juga cenderung bisa merubah cara pendistribusian berat badan. “saat menderita Cushing, wajah akan menjadi sangat bulat,” ujar Rotherberg. Kamu mungkin juga memiliki perut gendut walau anggota badan yang lain kurus dan atrofi otot. Latihan fisik juga bisa membantu doktermu untuk mencermati tanda-tanda kondisi ini.

Menopause

Bisa dibilang ini lebih merupakan babak awal kehidupan baru dibandingkan dengan sebuah kondisi kesehatan, namun berat badan yang naik sebanyak beberapa pon selama menopause, relative sangat umum terjadi. “Perubahan hormone hanya merupakan sebagian hal yang dipersalahkan.Perubahan hormonal bisa menyebabkan rasa panas yang mengganggu tidur, yang pada gilirannya berdampak pada berat badan. Tapi yang lebih banyak dipersalahkan adalah proses penuaan yang jelas dan sederhana yang dapat memperlambat metabolismemu.