5 Penyakit Mata Serius Dan Cara Mengatasinya

by Ummi on December 26, 2016

Kata orang, mata adalah jendela jiwa. Namun dalam dunia medis, mata adalah gerbang menuju kesehatanmu. “Mata adalah organ vital yang bisa mempengaruhi aktivitas dari kehidupan sehari-hari dan kualitas hidup manusia,” ujar Ravi D. Goel, MD, seorang ahli mata di Wills Eye Surgical Network di Cherry Hill, New Jersey. Pikirkan saja betapa penyakit medis yang menyerang mata bisa mempengaruhi kemampuanmu dalam berkendara, berjalan, bekerja, dan hal-hal yang lain.

Tentu saja, beberapa penyakit mata seperti degenerasi makula sangatlah serius, dan kondisi lain seperti konjungtivitis juga sangat mengganggu. Lalu, penyakit mata serius apa saja yang mungkin saja bisa menyerang matamu? Berikut adalah penjelasan para pakar dari American Academy of Ophthalmology (AAO) tentang beberapa penyakit mata yang serius yang layak kamu simak agar kamu bisa lebih waspada dan hati-hati dalam menjaga kesehatan matamu :

Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit mata yang merusak saraf optik mata kita, yang bertugas mengirimkan informasi visual ke otak. Glaukoma juga menjadi penyebab utama kedua kebutaan di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Lebih dari tiga juta orang di AS menderita glaukoma-tetapi hanya setengah dari mereka yang tahu akan hal itu, kata Andrew G. Iwach, MD, seorang spesialis glaukoma di Glaukoma Center di San Francisco.

Ciri-cirinya : Bentuk yang paling umum dari glaukoma (yang disebut dengan glaukoma sudut terbuka) telah dijuluki dengan ‘Sneak Thief of Sight, “kata Iwach. Itu karena, pada awalnya, seringkali tidak memiliki gejala. Meski begitu, Apa yang terjadi di dalam matamu? Tekanan akan meningkat dan titik-titik kebutaan berkembang di sisi penglihatanmu. “Titik-titik ini bisa saja tidak terdeteksi sampai saraf optik telah memiliki kerusakan yang serius, atau sampai terdeteksi oleh dokter mata melalui pemeriksaan mata lengkap,” kata Iwach.

Perawatannya : Apa yang akan doktermu putuskan untuk dilakukan akan tergantung pada beratnya penyakit. “Digunakan setiap hari, obat tetes mata adalah cara yang paling umum untuk mengobati glaukoma,” kata Iwach. Pembedahan juga merupakan pilihan lain. Dan penting untuk selalu berkonsultasi dengan doktermu untuk mengetahui pengobatan mana yang terbaik untukmu.

Pencegahan : Cepat. Kapan terakhir kali kamu menemui seorang dokter mata? Nah, AAO merekomendasikan setiap orang untuk menjalani tes mata dimulai pada usia 40-bahkan meski penglihatanmu adalah A-OK. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata, kamu mungkin berada pada peningkatan risiko untuk glaukoma, dan mungkin perlu untuk menemui dokter mata sebelum waktu itu, kata Iwach. Dia menambahkan pula bahwa orang-orang yang berdarah Afrika, Latin, dan Asia juga berada pada peningkatan risiko untuk glaukoma.

Konjungtivitis

Konjungtivitis atau yang lebih dikenal sebagai ‘pink eye’ merupakan kondisi yang terjadi ketika jaringan bening yang ada di atas bagian putih mata akan meradang. Konjungtivitis super umum dialami banyak orang, kata Natasha L. Herz, MD, seorang dokter mata di Eye Center Kensington di Rockville, Maryland. Ini mempengaruhi sekitar 3 juta orang setiap tahunnya, menurut National Eye Institute.

Ciri-ciri : Seperti julukan yang disematkan padanya, konjungtivitis membuat matamu akan terlihat berwarna merah muda, kata Herz. Matamu mungkin juga mengalami gatal, berair, atau belekan. Kelopak matamu mungkin juga akan terkatup lengket, dan kamu bisa mengalami penglihatan yang sedikit kabur, katanya. Tapi meski mata merah bisa menjadi sangat tidak nyaman, namun tidak seharusnya terasa menyakitkan atau membuatmu sensitif terhadap cahaya, katanya. Meski begitu, sayangnya obat-obatan tidak akan membantu menyembuhkan konjungtivitis akibat virus, ujar Herz.

Perawatan : Berbagai jenis mata merah (ugh, ada berbagai jenis ?!) memerlukan perawatan yang berbeda, kata Herz. Misalnya, konjungtivitis musiman (sering disebabkan oleh serbuk sari) dapat diobati dengan rajin mencuci tangan dan muka, kompres dingin, antihistamin, atau tetes mata steroid (yang diresepkan oleh dokter mata), kata Herz. Karena ini dapat menjadi menular, saran utama di sini adalah untuk rajin mencuci tangan dan tidak berbagi handuk atau sarung bantal dengan orang lain, kata Herz. Konjungtivitis semacam ini biasanya akan memakan waktu 7 sampai 10 hari untuk bisa sembuh dan tidak akan merespon pada obat tetes antibiotik.

Lalu bagaimana dengan konjungtivitis akibat bakteri? Konjungtivitis jenis ini akan merespon obat tetes mata antibiotik dalam 1 sampai 2 hari, kata Herz. Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan juga masih penting, tapi setelah 24 jam dari pemakaian obat tetes antibiotik, kondisimu biasanya akan membaik dan bisa kembali bekerja. (catatan : Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis konjungtivitis manakah yang kamu alami adalah dengan mengunjungi dokter mata)

Menurut National Health Service, membiarkan konjungtivitis menular tidak diobati, dapat menyebabkan infeksi yang muncul di tempat lain pada tubuhmu. Terlebih lagi, tidak mencari pengobatan bisa juga (dalam kasus yang jarang) akan menyebabkan kehilangan penglihatan.

Pencegahan : untuk mata merah, pencegahan biasanya mengacu pada konjungtivitis yang menular (entah itu akibat virus atau bakteri). Kunci utamanya : cuci tanganmu. Plus, jangan berbagi barang dengan orang lain yang terkena virus, ujar Herz.

Degenarasi makula

Degenerasi makula yang terkait dengan usia (AMD) adalah penyebab paling umum kebutaan pada orang dewasa di AS saat ini, kata Raj K. Maturi, MD, spesialis vitreo-retina di Institut Eye Midwest di Indianapolis. Dan menurut National Eye Institute, pada tahun 2050, diperkirakan jumlah penderita AMD diperkirakan akan menjadi lebih dari dua kali lipat, dari angka 2.070.000 menjadi 5.440.000. Apa itu AMD : kurang lebihnya, itu terjadi ketika makula mata (sebuah area kecil di retina yang membantumu melihat detail halus dengan lebih jelas) mulai rusak.

Ciri-ciri : AMD mungkin tidak memiliki banyak gejala langsung, tetapi jangan pernah mengabaikan distorsi visual pusat (titik buta yang ada di pusat penglihatan), ujar Maturi. Juga: Setiap perubahan dalam penglihatan harus dilaporkan kepada dokter mata.

Perawatan : Jika kamu berpikir kamu mengalami AMD, maka temui dokter mata secepat mungkin untuk menentukan rencana perawatan terbaik untukmu. Ada dua bentuk penyakit AMD, yakni AMD kering (bentuk yang lebih umum, yang terjadi ketika deposito yang disebut dengan drusen menumpuk di bawah makula, membuat makula menipis dan mengeringkannya) dan AMD basah (sekitar 10% dari kasus). Sampai saat ini, AAO mengatakan tidak ada pengobatan satu set untuk bentuk AMD kering. Bentuk AMD basah (yang terjadi ketika pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah makula, kadang-kadang menyebabkan kebocoran atau perdarahan) dapat diobati (tapi tidak bisa disembuhkan) dengan beberapa cara yang berbeda: Pengobatan anti-VEGF, suntikan mata yang menargetkan kimia yang mengarah ke pembuluh darah yang abnormal; Perawatan laser thermal, ketika laser energi tinggi menghancurkan pembuluh darah abnormal; atau Photodynamic therapy, perpaduan dari pengobatan pengaktifan cahaya dan laser bertenaga rendah. Beberapa penelitian juga menunjukkan suplementasi dengan vitamin dan mineral dapat membantu menangkis perkembangan penyakit -tetapi penting untuk berkonsultasi secara mendalam dengan doktermu sebelum memulai rejimen.

Pencegahan : Tidak ada cara untuk mencegah AMD, tapi kamu dapat membantu memperlambat perkembangannya, kata Maturi. Bagaimana caranya? Lakukan kontrol tekanan darah yang baik; makan makanan yang bagus untuk mata (seperti: buah jeruk, minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau gelap, dan ikan air dingin); jaga kadar lemak tubuhmu dalam kondisi terkendali; jangan merokok; dan lakukan tes mata secara teratur.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2