5 Tips Penting Saat Mengelupas Sel Kulit Mati

by Ummi on October 6, 2015

Kamu pasti mencukur atau memendekkan rambut setiap beberapa bulan sekali, menggunting kuku saat sudah bertambah panjang, namun apakah kamu juga memberikan kulitmu perhatian yang sama seperti itu? Selain kamu sudah rutin mencuci wajah dan mengoleskan pelembab setiap hari, melakukan pengelupasan sel kulit mati alias eksfoliasi secara rutin bisa membantu mengelupas lapisan terluar dari sel kulit mati dan menjaga kulitmu agar tidak terlihat bersisik dan kusam.

tips seputar eksfoliasi

Banyak sekali pertanyaan yang muncul saat berbicara masalah mengelupas kulit mati di seluruh bagian tubuh, terutama di wajah. Misalnya saja, seberapa sering kita harus melakukannya, bahan apa yang paling baik untuk digunakan, kapan kita bisa melihat hasilnya, bagaimana cara tepat melakukannya, dan masih banyak pertanyaan yang lain.

Yap memang betul, eksfoliasi harus dilakukan dengan hati-hati dan ketelatenan, dan seberapa sering kita harus melakukannya, itu tergantung dengan jenis dan tingkat kesensitifan dari kulitmu. Selain itu, banyak sekali terdapat jenis produk dan metode eksfoliasi yang tersedia, mulai dari berbentuk scrub yang dijual bebas di pasaran, berbagai jenis sikat khusus eksfoliasi, hingga prosedur resmi yang hanya bisa dipraktekkan oleh pakar kulit (dermatologis).

Yang terpenting dari semuanya adalah, berhubung eksfoliasi bukan hanya akan mengelupas sel kulit mati, namun juga akan mengelupas minyak alami kulit, maka kamu harus segera mengembalikan kembali kelembabannya. Jadi, setelah selesai eksfoliasi, segera oleskan pelembab ke wajahmu. Berikut ini akan kami ulas seputar tips penting saat melakukan eksfoliasi untuk membantumu meraih kilau sehat kulitmu :

1. Jangan terlalu berlebihan melakukannya

Saat berbicara tentang mengelupas kulit mati, maka lebih sedikit lebih baik. Laura F. Sandoval, seorang peneliti klinik kecantikan senior memperingatkan bahwa, sekali kamu memulai untuk melakukan eksfoliasi, mereka kebanyakan terlalu agresif dan itu bisa benar-benar mengiritasi kulit. Hal ini akan benar-benar terjadi jika orang tersebut memiliki kulit sensitif, atau sedang menjalani pengobatan tertentu seperti Retinol untuk tujuan anti aging dan jerawat. Produk seperti retinol sendiri sudah bertindak sebagai bahan eksfolian, jadi mungkin kamu tidak perlu lagi melakukan banyak hal lain selain menggunakan retinol dan pencuci wajah yang lembut.

Namun, jika kamu tidak sedang menggunakan resep obat yang kuat dan ingin mencoba melakukan eksfoliasi, maka kamu bisa melakukannya sebanyak satu kali seminggu untuk kulit yang sensitif, dan dua kali seminggu bagi kamu yang memiliki kulit berminyak, dan perhatikan reaksi wajahmu. Jika muncul iritasi, maka segera hentikan perawatan ini.

2. Hindari bahan eksfoliasi yang bisa mengiritasi kulit

Jika kamu mencoba browsing di internet, tentu kamu akan menemukan banyak sekali berita tentang produk eksfoliasi instan atau facial scrub alami yang mengandung berbagai macam hal, mulai dari gula, garam, hingga serpihan batu dan biji-bijian. Namun perlu diperhatikan, bahan yang memiliki partikel yang lebih besar atau tepian tajam bisa mengakibatkan lebih banyak iritasi daripada pengelupasan sel kulit mati, sehingga membuat kulit wajahmu memiliki goresan goresan super kecil yang membuatnya lebih cenderung terkena jerawat dan infeksi.

Oleh karena itu, International Dermal Institute tidak menyarankan pemakaian scrub yang mengandung serpihan biji buah, kulit kacang-kacangan, atau bahan serupa yang bisa merusak. Sebaliknya, pilih scrub yang menggunakan bahan eksfoliant yang lembut, seperti microbeads sintetis, atau chemical exfoliant seperti asam laktat. Jika ingin menggunakan bahan alami, pilih bahan alami terbaik untuk mengelupas sel kulit mati seperti madu, gula, dan pepaya.

3. Cobalah sikat khusus wajah

Jika kamu penasaran untuk mencoba sikat perawatan kulit, maka pilihlah salah satu yang memang dimaksudkan khusus untuk wajah, karena kulit kita lebih sensitif di bagian ini, maka sikatnya tidak boleh sekeras seperti yang kita gunakan di bagian tubuh yang lain. Kamu bisa menemukan baik sikat manual atau elektrik dalam berbagai bentuk dan tekstur, namun yang paling penting diingat adalah, selalu gunakan sikat sesuai aturan pemakaian dan intruksinya.

4. Gunakan sikat gigi untuk eksfoliasi bibir

Meskipun kulitmu tidak kering dan bersisik, namun peluang bibirmu menjadi pecah-pecah lebih mungkin sering terjadi, terutama saat suhu dan kelembaban menurun. Jadi, ketika bibir pecah-pecah melanda, kelupaslah sel kulit mati di bibirmu secara perlahan dengan menggunakan sikat gigi berbulu lembut. Caranya, pertama-tama terapkan dulu lapisan tipis dari lipbalm atau Vaseline, lalu perlahan gosokkan bulu sikat dalam gerakan melingkar kecil pada  mulutmu dan di area sekitarnya.

Kamu juga bisa membuat sendiri scrub bibir menggunakan bahan madu dan gula dengan jumlah yang sama. Gosokkan ramuan tersebut secara perlahan ke bibirmu menggunakan jari, lalu lap dengan kain bersih, dan selalu oleskan lipbalm setelahnya untuk mengunci kelembaban.

5. Pertimbangkan untuk menggunakan jasa perawatan profesional

Jika kamu masih merasa belum puas dengan hasil dari perawatan rumah eksfoliasimu, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengunjungi dermatologis untuk melakukan perawatan mikrodermabrasi atau chemical peel. Prosedur kecantikan ini harus dilakukan di klinik kecantikan atau spa medis, dan bisa memberikan hasil yang cepat bagi orang yang menderita jerawat, warna kulit yang tidak merata, atau kerutan dan tanda-tanda penuaan yang lain.

Chemical peel ringan yang hanya berguna untuk menghilangkan lapisan terluar kulit, bisa dilakukan sebanyak satu hingga enam minggu sekali. Sedangkan untuk chemical peel yang lebih mendalam (digunakan untuk merawat kerutan mendalam, bekas luka, atau warna kulit yang tidak merata), sebaiknya dilakukan lebih jarang dari itu.