6 Tips Untuk Mengurangi Serangan Asma

by Ummi on March 30, 2015

Apakah kamu pernah mengalami asma? Tentu sangat merepotkan dan membuat panic bukan? Asma adalah kondisi di mana terjadi gangguan pada aliran udara di paru-paru. Hal ini membuat kita sulit bernafas, dan menyebabkan batuk, mengi, atau nafas yang tersengal-sengal. Penyakit kronis ini telah menyerang hamper 20 juta warga Amerika.

cara mencegah asma

Berhubung tidak ada obat untuk menyembuhkan asma, tujuan utama penanganannya adalah untuk mengontrol penyakit tersebut dengan cara mengidentifikasi dan membatasi terjadinya pemicu, yang dapat menyebabkan berbagai gejala asma yang bisa berlangsung mulai dari beberapa menit hingga berminggu-minggu. Beberapa pemicu umum meliputi polusi udara, penyakit pernafasa, alergi, udara dingin, maag, merokok, dan wewangian yang menyengat.

Disamping itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan sendiri untuk mencegah / mengurangi serangan asma dan meredakan gejalanya. Plus, pastikan pula orang-orang di sekitarmu mengetahui tentang kondisimu. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk menolongmu saat kamu mengalami serangan asma mendadak. Di saat yang sama, persiapkan dan sediakan selalu obat pereda asma disampingmu. Berikut ini adalah 6 cara mudah untuk mengurangi peluang terkena serangan asma :

  1. Hindari udara yang lembab

Untuk mengurangi serangan asma, kamu harus memperhatikan kualitas udara di sekitarmu. Cuaca yang terlalu lembab, dan kualitas udara yang buruk bisa memicu gejala asma bagi sebagian orang. Begitu juga, hindari area yang berpolusi tinggi yang bisa memperburuk kondisimu. Jika kamu tinggal di daerah yang beriklim lembab, konsultasikan ke dokter untuk menggunakan alat pengurang kelembaban (dehumidifier). Hindari pula tinggal di kawasan yang padat lalu lintas, di mana terdapat resiko yang lebih tinggi terkena polusi udara.

  1. Batasi paparan debu

Berkat sifat pemicu alergi yang terdapat pada debu,  debu menjadi salah satu pemicu asma yang paling umum, karena mengandung partikel-partikel kecil dari serbuk sari, serat kain, jamur, dan deterjen. Pemicu yang serupa adalah tungau debu, serangga kecil yang hidup di seprai, selimut, bantal, kasur, furniture yang lembut, karpet dan mainan boneka. Oleh karena itu, lakukan yang terbaik untuk menjaga rumahmu terbebas dari debu dan tungau. Bersihkan dang anti saringan AC secara teratur. Singkikan karpet dan gorden yang berat dari tempat tidur. Cuci boneka dan bantal secara berkala dalam air panas. Lakukan penyedotan debu di rumahmu setiap dua kali seminggu. Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan atau menyedot debu untuk membatasi paparan debu dan bahan kimia.

  1. Mencegah jamur  & lumut

Jamur dan lumut adalah allergen yang dapat memicu gejala asma. Jamur dapat tumbuh di tempat yang lembab seperti tirai shower, bak mandi, baskom, atau lantai. Waspadai tempat-tempat lembab di dapur, kamar mandi, ruang bawah tanah, dan sekitar halaman. Segera bersihkan jamur begitu mulai muncul. Bersihkan secara teratur tempat-tempat yang lembab untuk mencegah spora jamur berkembang biak.

  1. Menjauh dari hewan peliharaan

Hewan piaraan bisa memicu asma pada seseorang yang alergi terhadapnya. Bulu, rambut, dan air liur dari hewan adalah pemicu asma yang umum. Jika ada hewan piaraan di rumahmu, jaga agar hewan itu tidak masuk ke kamarmu. Jangan biarkan hewan tersebut naik ke sofa atau furniture lainnya. Jangan biarkan anak yang menderita asma bermain dengan anjing, kucing atau hewan piaraan lain.

  1. Membasmi kecoa

Kecoa juga merupakan pemicu alergi dan serangan asma. Mereka memproduksi senyawa yang memicu reaksi alergi pada orang yang memiliki asma, dan batuk serta mengi pada bayi dan anak-anak. Jadi, sangatlah penting untuk menyingkirkan kecoa dari rumah. Selalu cuci piring dan peralatan makan segera setelah digunakan. Jangan biarkan ada sisa makanan atau tumpahan minuman di atas meja. Bersihkan area yang biasa menjadi sarang kecoa. Bila perlu, panggil pengusir serangga untuk membasmi kecoa.

  1. Hindari stress

Saat sesorang sedang stress, nafas mereka sering menjadi bertambah cepat dan tidak teratur. Ini menyebabkan konstriksi pada saluran udara dan menyebabkan serangan asma. Selain itu, stress juga bisa melemahkan daya tahan tubuh, membuatmu rentan terkena serangan asma dan infeksi. Lakukan upaya untuk mencegah dan menghilangkan stress. Berusahalah menarik nafas yang dalam saat situasi stress sedang melanda.