7 Hal Mengerikan Yang Terjadi Saat Kamu Tidak Merawat Diabetesmu

by Ummi on October 11, 2015

Memang kedengarannya sangat tidak mengenakkan jika kamu harus terus menelan pil, mengecek kadar gula dari waktu ke waktu, atau mengandalkan suntikan insulin terus menerus.  Namun, mengambil langkah pencegahan untuk menjaga agar penyakit Diabetes yang kamu derita tetap dibawah kontrol adalah pilihan terbaik dalam rangka mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang mengerikan.

pengobatan diabetes

Tahukah kamu, jika kamu tidak segera merawat dirimu, akan terjadi komplikasi diabetes yang biasanya mulai muncul setelah lima tahun kemudian. Biasanya, dalam waktu 10 hingga 15 tahun kemudian, kebanyakan pasien akan mengalami beberapa masalah kesehatan yang serius.

Untungnya, jika kamu mau menjalani pola makan yang sehat bergizi untuk penderita diabetes, rajin berolahraga, dan minum obat secara teratur, tidak hanya semua hal tersebut akan menghentikan perkembangan komplikasi, namun juga bahkan bisa membalikkan keadaan. Jika kamu perlu motivasi untuk bertahan dalam menjalani pengobatanmu, berikut akan kami ulas tentang 7 hal buruk yang terjadi jika kamu tidak mengobati penyakit Diabetesmu :

1. Kadar kolesterol dan tekanan darahmu bisa melonjak

Jika kamu menderita diabetes, baik tipe 1 atau diabetes tipe 2, kadar kolesterol baikmu (HDL) akan menurun, dan kadar triglesiridamu akan meningkat. Resistensi insulin juga bisa berkontribusi pada pengerasan dan penyempitan arteri, sehingga menaikkan tekanan darahmu. Sebagai hasilnya, sekitar 70 % orang penderita baik diabetes tipe 1 atau tipe 2, juga memiliki penyakit hipertensi, sebuah faktor pemicu resiko stroke, penyakit jantung, dan masalah berpikir dan mengingat.

Kegagalan dalam mengontrol tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, entah itu dengan olahraga dan diet saja, atau dengan meminum obat tambahan, akan mempercepat tingkat dimana semua komplikasi yang lain akan semakin berkembang.

2. Penglihatanmu akan semakin kabur

Lebih dari 4 juta penderita diabetes memiliki beberapa persen resiko terkena retinopati, atau kerusakan pada jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Hal ini terjadi karena tingginya kadar glukosa bisa membahayakan pada pembuluh darah mata yang halus, dan proses ini bisa mulai terjadi sedini mungkin, 7 tahun sebelum diagnosis diabetes.

Mungkin pada tahap awal-awal, tidak ada gejala yag muncul, namun semakin lama kamu membiarkan hal ini terjadi, maka semakin gelap pula penglihatanmu. Sebuah studi yang meneliti orang-orang yang menderita diabetes tipe 2 menemukan bahwa ketika level HbA1c (ukuran untuk kadar glukosa darah dari waktu ke waktu) naik sebesar satu persen, maka resiko masalah mata akan berkembang atau menjadi memburuk dan meningkat sekitar sepertiganya. Dalam 20 tahun terakhir, sekitar 80 % penderita Diabetes memiliki penyakit retinopati, dan sekitar 10.000 orang menjadi buta setiap tahunnya.

3. Kamu akan mengalami gagal ginjal

Seiring waktu, glukosa darah yang tinggi akan mengental dan melukai nefron, struktur berukuran kecil di ginjalmu yang berfungsi menyaring darah. Sekitar 7% dari waktumu , kamu sudah mengalami kebocoran protein ke dalam urin (merupakan tanda awal dari masalah ginjal) saat kamu menerima diagnosis diabetes tipe 2.

Sekitar separuh orang yang tidak melakukan tindakan untuk mengontrol kadar diabetesnya akan mengalami kerusakan ginjal dalam waktu 10 tahun, dan 40% akan berkembang menjadi gagal ginjal, sebuah kondisi yang mengharuskan untuk melakukan pencangkokan ginjal atau cuci darah.

4. Sarafmu menjadi kacau

Sekitar 7,5% dari penderita diabetes, sudah memiliki neuropati, atau kerusakan saraf yang disebabkan oleh glukosa darah tinggi, ketika mereka didiagnosis dengan diabetes. Pada akhirnya, sekitar setengah dari orang dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 akan mengalaminya.

Pada awalnya, kamu mungkin tidak akan mengalami gejala apapun, atau hanya merasakan kesemutan atau mati rasa yang ringan di bagian tangan atau kaki. Namun pada akhirnya, neuropati dapat menyebabkan rasa sakit, kelemahan, dan masalah pencernaan karena menyerang saraf-saraf yang mengontrol saluran pencernaanmu.

5. Kamu bisa saja kehilangan kakimu

Seiring kerusakan saraf panjang diantara otak dan bagian bawah tubuhmu semakin memburuk, bentuk ototmu akan mengendur, dan bentuk dari kakimu bisa berubah, sehingga menyebabkan bunion, kaki yang terepes, dan kelainan bentuk yang lain. Satu langkah kaki yang keliru atau adanya kerikil di sepatumu bisa menyebabkan munculnya borok kecil dan mati rasa (kamu tidak menyadarinya), dan sirkulasi darah yang buruk dari pembuluh darah yang rusak bisa memperlambat proses penyembuhannya.

Hasil akhirnya bisa ditebak : infeksi yang merajalela yang menyebar hingga ke tulang. Orang dengan diabetes menjalani sekitar 73.000 operasi amputasi tungkai bawah per tahun, dan sekitar 60% dari kasus amputasi terjadi pada orang yang memiliki penyakit diabetes.

6. Kamu rawan terkena masalah jantung yang utama

Selain meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, glukosa darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, arteri, dan otot jantungmu secara langsung. Siapapun yang memiliki penyakit diabetes, memiliki hampir dua kali lipat resiko terkena serangan jantung, dan empat kali lipat resiko terserang stroke. Serangan jantung adalah pembunuh nomer satu pada penderita diabetes. Dan selain stroke sering menjadi fatal, stroke juga menjadi penyebab kelumpuhan dan cacat berat lainnya.

7. Usiamu bertambah pendek

Semua masalah kesehatan ini akhirnya bisa semakin bertambah besar hingga ke komplikasi paling utama, yakni: kematian dini. Sebuah penelitian terbaru di JAMA menunjukkan wanita dengan diabetes tipe 1 dapat berharap untuk hidup 13 tahun lebih sedikit daripada orang yang tidak mengidap diabetes. Diabetes secara resmi menduduki peringkat ketujuh sebagai penyebab kematian terbesar, tapi karena sertifikat kematian kadang-kadang menyertakan beberapa daftar komplikasi, bukan hanya satu penyakit itu saja, mungkin jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.