≡ Menu
werno-werno.com

7 Makanan Pemicu Asam Lambung

Apapun makanan yang kamu makan, semuanya akan melalui mulutmu, turun ke kerongkongan, dan masuk ke dalam perut. Namun jika kamu punya penyakit asam lambung (GERD), semuanya akan terasa menyakitkan dan tidak nyaman. Beberapa makanan bisa semakin memperburuk gejala dari asam lambung dengan cara mengurangi reaksi gerakan dari katup yang memisahkan kerongkongan dari lambung, sehingga memperpanjang waktu transit makanan di perut atau mengakibatkan perut memproduksi asam lambung berlebih. Ada pula makanan yang memproduksi terlalu banyak asam, sehingga bisa naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri di lambung atau ulu hati. Jika kamu merupakan salah satu penderita dari penyakit asam lambung, kamu seharusnya menjauhi daftar makanan berikut ini:

Daftar Makanan Yang Menyebabkan Asam Lambung

  1. Tomat

Dikemas dengan kandungan asam sitrat dan asam malic, tomat maupun produk olahan tomat seperti saus, sup, dan jus bisa membuat lambung memproduksi asam lambung terlalu banyak (senyawa yang bertanggung jawab untuk menghancurkan makanan). Dan saat volumenya sudah terlalu tinggi, asam lambung akan dipaksa naik kembali ke kerongkongan. Sayangnya, tidak ada yang bisa terlalu banyak kamu lakukan untuk menyiasatinya. Bahkan dengan memasak tomat sekalipun, tidak akan bisa mengurangi keasamannya secara cukup signifikan untuk mencegah asam lambung. Jadi, jika kamu membuat pizza/ pasta, maka jangan gunakan tomat untuk sausnya.

  1. Buah Citrus

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membatasi asupanmu akan makanan yang bersifat asam, bisa meredakan gejala asam lambung (seperti kesulitan saat menelan makanan dan sensasi terbakar di ulu hati). Jika kamu memutuskan untuk membatasinya, menghentikan asupan buah citrus adalah yang terbaik. “Mengkonsumsi jus lemon hampir setara dengan menuangkan asam lambung tawar ke dalam perutmu.” Ujar Jeremy Tian Ph. D, MD. Bagaimanapun juga, buah citrus lain seperti jeruk dan jeruk bali juga bisa memperparah gejalanya. Jika kamu sangat ngidam buah yang berwarna cerah dan juicy, lebih baik pilihlah saja nanas. Cukup makan sepotong kecil saja terlebih dulu. Meski secara teknis nanas bukan termasuk buah citrus, tapi nanas mengandung potensi asam sitrat yang juga bisa merangsang lambung.

  1. Bawang Bombay

Menjauhlah dari bawang Bombay. Kaitan antara bawang Bombay dan asam lambung sangatlah jelas. Bukan hanya hal itu bisa menurunkan tekanan yang bisa semakin mendekatkan kerongkongan dan lambung, namun berdasarkan penelitian Oklahoma Foundation for Digestive Research pada pasien asam lambung, mengkonsumsi bawang Bombay bisa meningkatkan jumlah waktu bagi perut memiliki pH kurang dari 4 (semakin rendah jumlah pH, semakin tinggi keasamnnya), dan memperparah sensasi terbakar dan sendawa. Sayangnya, memasak bawang Bombay tidak terlalu berpengaruh pada tingkat keasamannya.

  1. Minuman berkarbonasi

Berapa banyak minuman berkarbonasi yang kamu minum, bisa jadi pemrediksi besar bagi resiko asam lambungmu. Gas yang dikeluarkan dari minuman berkarbonasi bisa meningkatkan tekanan lambung. Pada dasarnya, semua gelembung soda ini akan mulai menekan perutmu, meregangakannya, dan memaksa sfingter esophagus untuk terbuka. Dan kamu perlu tahu, minuman bersoda mungkin juga memberikan lebih banyak masalah buruk yang lain. Beberapa diantaranya mengandung kafein (di mana bagi sebagian orang ini bisa memicu gejala asam lambung), dan juga memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Dan minuman diet soda, cenderung lebih buruk lagi, karena biasanya memiliki kadar pH antara 2,5 dan 3,7.

  1. Makanan pedas

Ini merupakan salah satu makanan pemicu asam lambung paling umum yang sering dikeluhkan oleh pasien. Namun penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas tidak mempengaruhi tekanan yang memancing sfingter esophagus menutup. Masalah utamanya lebih mengarah kepada makanan pedas bisa mengiritasi kerongkongan. Apalagi jika dalam makanan tersbut juga terdapat bawang Bombay, maka akan lebih memperparah gejalanya.

  1. Makanan Berlemak

Lemak akan dicerna secara perlahan, yang berarti akan menghabiskan lebih banyak waktu bertahan di dalam perut, memberikan asam lambung lebih banyak kesempatan untuk semakin naik ke kerongkongan. Selain itu, masalah yang lebih besar berkaitan makanan berlemak tinggi dan rendah gizi tentu saja dengan peningkatan berat badan. Penelitian yang diterbitkan dalam Alimentary Pharmology & Terapeutics menunjukkan bahwa obesitas, menyebabkan disfungsi esophagus yang berkaitan dengan gejala asam lambung. Jika kamu tetap ingin makanan berlemak, makanlah dalam porsi yang kecil dan usahakan setidaknya beberapa jam sebelum tidur, agar kamu tidak merasakan sensasi terbakar di tengah malam.

  1. Kopi

Meski para ahli belum yakin apa alasan sebenarnya, namun saat kopi dikonsumsi dalam jumlah besar, bisa meningkatkan peluang terjadinya gejala asam lambung. Jika kamu ingin minum kopi, dianjurkan untuk memilih kopi yang disangrai agak gosong karena mereka cenderung lebih sedikit keasamannya, dan batasi hanya satu cangkir saja.

1 comment… add one

Leave a Comment