7 Pemicu Alergi Yang Paling Umum

by Ummi on March 17, 2017

Alergi menempati peringkat nomer enam deretan penyebab utama penyakit kronis di AS, menurut informasi dari Centers for Disease Control and Prevention. Bahkan, lebih dari 50 juta penduduk Amerika menderita alergi tiap tahunnya dan menghabiskan lebih dari $18 milyar untuk pengobatannya.

Kita akan menderita alergi ketika system daya tubuh kita bereaksi pada zat yang biasanya tidak menyebabkan reaksi pada sebagian besar orang. Tugas dari system imun adalah untuk menemukan zat asing, seperti virus dan bakteri, dan menyingkirkannya. Dalam kasus orang yang mempunyai alergi, system imun secara salah paham mengidentifikasi elemen yang tidak berbahaya seperti serbuk sari atau kacang sebagai pengganggu yang berbahaya dan mulai memproduksi senyawa kimia untuk melawannya. Dan hal ini pada gilirannya menyebabkan munculnya gejala reaksi alergi.

Banyak hal yang bisa memicu reaksi alergi, yang bisa berkisar mulai dari yang ringan dan mengganggu hingga yang mendadak dan mengancam jiwa. Jika kamu ingin tahu hal-hal apa saja yang bisa memicu alergi, berikut akan kami ulas tentang 7 pemicu alergi yang paling umum :

Serbuk sari

Paparan serbuk sari, yakni serbuk halus yang dihasilkan oleh pohon, rumput dan gulma, dapat memicu reaksi alergi pada tubuh. Bahkan, serbuk sari adalah salah satu penyebab paling umum dari alergi di AS.

Partikel-partikel kecil tersebut dilepaskan dari pohon, gulma dan rumput guna untuk menyuburkan bagian tanaman lainnya. Tetapi saat serbuk sari menghantam arus udara, kadang-kadang mereka memasuki rongga hidung atau tenggorokan, memicu sejenis reaksi alergi musiman. Jenis alergi ini dikenal sebagai hay fever atau rose fever (tergantung pada musim di mana gejala-gejala ini muncul).

Gejala hay atau rose fever diantaranya adalah bersin, hidung meler, tenggorokan gatal, batuk, hidung tersumbat dan gatal, mata berair. Kamu dapat meminimalkan ketidaknyamanan dari hay fever dengan cara tinggal di dalam ruangan sebanyak mungkin pada saat cuaca panas, berangin ketika jumlah serbuk sari tinggi. Juga, jaga pintu dan jendela tetap tertutup dan gunakan pendingin udara untuk menurunkan kelembaban dalam ruangan dan mengurangi jumlah serbuk sari di udara yang bisa menemukan jalan masuk ke dalam ruangan.

Bulu hewan

Banyak sekali keluarga di seluruh dunia memiliki hewan peliharaan. Di AS sendiri, American Pet Products Association memperkirakan bahwa 65 persen rumah tangga memiliki hewan peliharaan. Memiliki hewan peliharaan juga memiliki banyak manfaat, tetapi bisa menjadi pemicu alergi umum bagimu atau anggota keluargamu.

Protein yang hadir dalam bulu, air liur dan urin hewan peliharaan dapat menyebabkan reaksi alergi. Hal ini juga dapat memperburuk gejala asma pada beberapa orang. Selain itu, rambut hewan peliharaan atau bulunya bisa mengumpulkan serbuk sari, spora jamur dan alergen outdoor lainnya, sehingga mereka membawa pemicu umum ke rumahmu.

Beberapa gejala alergi bulu hewan peliharaan yaitu bersin, hidung meler, mata gatal atau berair, hidung tersumbat, hidung gatal, batuk, tekanan dan nyeri wajah akibat peradangan sinus, kesulitan bernapas dan dada sesak atau nyeri.

Bagi mereka yang menderita alergi ini, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jumlah bulu hewan peliharaan di rumah. Kamu dapat melakukan ini dengan memandikan hewan peliharaan secara teratur, menyedot debu lantai dan furnitur, mengganti dan mencuci seprai, dan menjaga hewan peliharaanmu menjauh dari furnitur dan keluar dari kamar tidurmu.

Jamur (mold)

Mold adalah sejenis jamur yang tumbuh di tempat lembab. Jamur ini dapat tumbuh hampir di lingkungan mana saja yang hangat, lembab dan basah seperti ruang bawah tanah atau kamar mandi serta di rumput atau mulsa. Jamur ini mereproduksi melalui spora dan spora ini dapat hadir di udara, juga. Ketika spora bisa masuk ke rongga hidungmu, mereka bisa memicu reaksi alergi. Beberapa gejala alergi jamur diantaranya adalah bersin, gatal, hidung meler, iritasi mata, batuk, hidung tersumbat, hidung meler dan serangan asma.

Mereka yang tinggal di sebuah rumah dengan ventilasi udara yang buruk dan kelembaban yang tinggi lebih cenderung memiliki masalah dengan jamur. Untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur:

• beri ventilasi di tempat yang lembab untuk mengurangi tingkat kelembaban. Misalnya, menggunakan kipas angin di kamar mandi saat mandi.
• bersihkan tempat yang lembab secara teratur seperti di kamar mandi, dapur dan di sekitar rumah untuk mencegah berkembangnya spora jamur.
• Hilangkan sumber kelembaban yang berlebihan seperti pipa bocor.
• Jaga daerah drainase di sekitar rumah tetap bersih.
• Singkirkan daun berjamur atau kayu bakar basah di halaman.

Tungau debu

Tungau debu rumah adalah organisme mikroskopis yang hidup di debu rumah. Mereka memakan sel-sel kulit mati yang orang lepaskan secara teratur. Tungau debu dapat bertahan hidup di semua iklim dan di hampir semua ketinggian. Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, sekitar 20 juta orang di AS alergi terhadap tungau debu.

Sebuah alergi debu tungau dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, termasuk hidung meler atau gatal, post-nasal drip, kulit gatal, hidung tersumbat, tekanan sinus, mata berair, tenggorokan gatal, batuk, mata bengkak, kesulitan tidur, dada terasa sakit atau sesak, kesulitan bernapas dan sesak napas.

Untuk mencegah reaksi alergi terhadap tungau debu:
• Gunakan bed cover anti alergen yang mencakup pada kasur, dan bantal untuk mencegah alergen dari masuk ke tempat tidur.
• Cuci semua peralatan tidur (seprai, sarung bantal, selimut dan bed cover) dalam air panas setidaknya sekali seminggu. Keringkan di pengering mesin cuci atau di bawah sinar matahari alami selama bulan-bulan musim panas.
• Jaga rumahmu sebebas mungkin dari item yang mengumpulkan debu, seperti boneka, tirai dan karpet.
• Vacuum rumahmu secara teratur.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2