8 Ketidaknyamanan Pada Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya

by Ummi on March 8, 2017

Tak ada kabar yang lebih besar dan menggembirakan selain mengetahui bahwa kamu sedang mengandung. Namun, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, perubahan hormone dan yang lainnya dalam tubuhmu mungkin dapat menyebabkan berbagai ketidaknyamanan. Meski ada beberapa wanita yang beruntung mengarungi masa kehamilannya tanpa merasakan munculnya keluhan apapun, namun kebanyakan calon ibu harus menghadapai berbagai masalah mulai dari mual muntah hingga kaki yang bengkak.

Ketidanyamanan ini memang tidak berbahaya, namun masih perlu beberapa perhatian. Dengan menggunakan trik tertentu, kamu bisa dengan mudah mengatasi ketidaknyamanan ini. Berikut adalah 8 ketidaknyamanan pada ibu hamil dan cara mengatasinya :

Mual dan muntah

Mual dan muntah selama kehamilan umumnya dikenal sebagai istilah morning sickness. Hal ini umum dialami ibu hamil selama trimester pertama dan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat memasuki bulan keempat kehamilan.

Penyebab pasti dari morning sickness memang belum diketahui, tetapi para ahli percaya itu adalah karena meningkatnya kadar estrogen, peningkatan kadar hormon human chorionic gonadotrophin (hormon reproduksi yang dikenal sebagai hCG), masalah lambung dan kekurangan gizi.

Morning sickness biasanya tidak menimbulkan masalah bagi calon jabang bayi. Bahkan, morning sickness benar-benar dapat menjadi tanda positif. Sebuah studi 2016 yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine melaporkan bahwa mual dan muntah selama kehamilan dikaitkan dengan rendahnya risiko keguguran.

Solusi untuk mengatasi mual dan muntah:

  • Makanlah dalam porsi kecil lebih sering dan jangan sampai melewatkan makan.
  • Cobalah makan kerupuk atau beberapa keripik kentang asin sebelum kamu keluar dari tempat tidur di pagi hari.
  • Minum wedang jahe dapat membantu menenangkan mual.
  • Mencium aroma lemon atau jahe juga dapat menenangkan perutmu.
  • Makanlah snack sehat sebelum kamu pergi tidur di malam hari.
  • Hindari makanan tertentu jika citarasa, bau atau penampilan mereka membuatmu merasa sakit.

Heartburn (rasa panas di bagian dada atau ulu hati)

Heartburn disebabkan oleh asam lambung yang mengalir kembali ke kerongkongan, saluran yang menghubungkan lambung ke tenggorokan. Masalah heartburn ini sangat umum terjadi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan tekanan pada perut akibat perkembangan janin.

Meskipun kamu mungkin lebih memilih mengambil beberapa jenis obat sakit maag, namun hal itu tidak dianjurkan selama kehamilan karena dapat memiliki efek yang melekat pada bayi yang belum lahir.

Sebuah studi 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology melaporkan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang biasa minum obat maag selama kehamilan mungkin memiliki risiko lebih besar terkena asma.

Solusi mengatasi heartburn :

  • Minumlah air yang dicampur dengan cuka sari apel dua kali sehari. Cukup tambahkan 1 sendok makan cuka sari apel mentah dan tanpa disaring untuk 1 cangkir air hangat.
  • Meminum wedang jahe hangat juga membantu.
  • Makan dalam porsi yang kecil dan sering, serta makanlah secara perlahan dan kunyahlah makananmu dengan baik.
  • Jauhi makanan yang berminyak atau digoreng, kopi dan cola.
  • Jangan berbaring selama setidaknya 30 menit setelah makan.
  • Naikkan bantalmu sekitar 6 inci (15 cm) untuk mencegah heartburn pada malam hari.

Lelah dan lesu

Perasaan lelah dan lesu utamanya terjadi pada trimester pertama dan ketiga, dan menjadi masalah umum bagi wanita hamil. Sebuah studi tahun 1999 yang diterbitkan dalam American Journal of Perinatology melaporkan bahwa wanita pada trimester pertama akan mengalami kelelahan secara signifikan lebih besar dibandingkan kelompok serupa dari wanita yang tidak hamil.

Segera setelah hamil, tubuhmu akan berjalan melalui banyak perubahan. Meningkatnya tingkat progesteron membuat wanita hamil lebih mudah capek. Plus, menurunnya tekanan darah dan kadar gula darah selama kehamilan memberikan kontribusi lebih untuk kelelahan. Selain itu, jangan lupa bahwa karena tubuh menciptakan plasenta, maka itu akan memakan semua energimu dan menyebabkanmu merasa mudah lelah.

Ada alasan yang baik untuk mengambil langkah-langkah untuk menangani kelelahan yang kamu alami. Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Nursing melaporkan bahwa kelelahan selama kehamilan bisa memprediksi kelahiran melalui operasi caesar. Bahkan, mengelola kelelahan dapat membantu mengurangi jumlah kasus operasi caesar.

Solusi mengatasi lelah dan lesu :

  • Istirahatlah yang cukup setiap hari.
  • Dengarkan tubuhmu. Jika tubuhmu merasa lelah, lupakan segalanya dan istirahatlah.
  • Luangkan waktu untuk duduk dengan kakimu (tidak di kursi) di siang hari.
  • Makanlah makanan yang kaya protein serta zat besi.
  • Mintalah bantuan, kapanpun kamu membutuhkannya.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2