≡ Menu
werno-werno.com

8 Manfaat Menarik Nafas Dalam-Dalam

Menarik nafas panjang dan mendalam atau yang biasa disebut dengan pernafasan diafragmatik dan pernafasan perut akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Mulai dari mengurangi stress, mengendalikan tekanan darah tinggi, hingga meredakan mabuk perjalanan. Namun untuk mempraktekkannya, kamu harus mempelajari terlebih dulu teknik menarik nafas dalam-dalam yang tepat. Prosedur kesehatan yang tanpa menggunakan obat-obatan ini, sangatlah mudah dan efektif jika kamu bisa melakukannya dengan benar. Ingin tahu manfaat apa saja dari menarik nafas dalam-dalam? Simak ulasannya berikut ini;

manfaat menarik nafas dalam-dalam

1. Mengurangi stress

Bernafas dalam-dalam bisa mengurangi level stress begitu juga membantu meringankan tekanan dan kegelisahan. Saat kamu bernafas secara mendalam, akan mengirimkan pesan ke otak untuk berusaha tenang dan rileks (santai). Otak lalu mengirim pesan yang sama ke seluruh tubuhmu. Sangatlah penting untuk bisa mengendalikan stress, karena stress bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, stroke dan yang lainnya.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan di Spanyol pada tahun 2010 yang lalu, terapi mengendalikan nafas, bisa membantu mengurangi kadar hormon pemicu stress yang disebut Cortisol, yang pada akhirnya juga akan menurunkan stress. Jadi, jika lain kali kamu sedang stress, janganlah mulai duduk di depan televisi atau mulai makan junk food. Lebih baik, pergilah ke tempat yang tenang, dan ambillah beberapa kali nafas yang dalam.

2. Melakukan detoksifikasi pada tubuh

Paru-paru memiliki peran penting dalam menyingkirkan racun dan produk limbah dari tubuhmu. Meski begitu, nafas yang pendek akan membuat paru-paru bekerja lebih keras untuk mengeluarkan limbahnya. Karena akumulasi dari racun-racun tersebut, kamu bisa menderita masalah kesehatan seperti peradangan, kelelahan, berat badan berlebih, kehilangan massa otot, dan tekanan darah tinggi. Dengan mempraktekkan menarik nafas dalam-dalam, kamu bisa menambah efisiensi dari paru-parumu. Hal ini akan meningkatkan keseluruhan fungsi sistem limfatik, yang pada gilirannya akan mendorong pelepasan racun yang berbahaya. Teknik ini juga akan membantu memompa darah bersih ke seluruh tubuh.

3. Meningkatkan fungsi paru-paru

Menarik nafas panjang juga bisa memperkuat paru-paru. Pernafasan diafragmatik memainkan peran kunci dalam memperluas jaringan paru-paru yang terdiri dari beberapa kantung udara, sehingga bisa meningkatkan fungsi dari paru-parumu. Hal ini juga bisa mencegah terjadinya pneumonia dan komplikasi pasca operasi yang lain. Menarik nafas dalam-dalam akan memberikan lebih banyak oksigen untuk setiap sel didalam tubuh. Tanpa adanya oksigen yang memadai, orang akan lebih cenderung mengalami masalah paru-paru dan bahkan penyakit jantung. Saat dilakukan setiap hari selama 10 menit, menarik nafas dalam-dalam bisa bermanfaat untuk membantu mengurangi kesulitan pernafasan seperti asthma, bronchitis, dan bahkan nyeri dada.

4. Membantu diet

Pola pernafasan yang panjang dan terstruktur, bahkan juga bisa membantumu menurunkan berat badan. Saat oksigen yang lebih banyak bisa mencapai ke seluruh tubuh melalui bernafas dalam-dalam,  ia akan membantu membakar kelebihan lemak dengan lebih efisien. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di American Heart Association di tahun 2005 lalu, latihan yoga yang terstruktur dan program pernafasan yang mendalam mampu mengurangi Indeks Masa Tubuh dikalangan remaja yang obesitas. Karena latihan pernafasan ini berkonsentrasi pada wilayah sekitar perut, ini bisa menyebabkan perubahan aliran darah ke wilayah yang berbeda dari otak dan mengubah aktivitas metabolik otak. Ditambah lagi, saat lebih banyak oksigen mencapai molekul lemak (yang terdiri dari oksigen, karbon, dan hidrogen) melalui menarik nafas dalam-dalam, ia akan memecah molekul lemak tersebut menjadi karbondioksida dan air. Selain itu, dengan merangsang sistem limfatikmu, tubuhmu akan menyingkirkan produk limbah ini (molekul lemak). Maka dari itu, lebih banyak oksigen berarti lebih banyak pula lemak yang akan kamu bakar.

5. Membantu tidru lebih nyenyak

Jika kamu kesulitan untuk tidur di malam hari, maka kamu harus mencoba teknik menarik nafas dalam-dalam. Latihan sederhana ini akan memenuhi dua tujuan. Pertama, membantu menenangkan sistem syaraf pusat sehingga kamu akan merasa lebih santai. Kedua, bertindak sebagai meditasi untuk menenangkan pikiran. Saat pikiranmu tenang dan jernih, maka kamu tentu pasti bisa menikmati tidur yang nyenyak. Selain itu, teknik bernafas dalam-dalam akan menjadi lebih efektif saat dikombinasikan dengan teknik relaksasi lainnya seperti mandi air hangat sebelum tidur atau menikmati alunan musik yang lembut. Pejamkan matamu dan lakukan menarik nafas dalam-dalam selama 10 menit sebelum tidur.

6. Menurunkan tekanan darah

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang semakin berkembang. Beberapa faktor bisa menjadi penyebabnya, seperti asupan garam atau sodium yang tinggi, obesitas, kurang melakukan aktivitas fisik, dan merokok. Untungnya, kamu bisa mengendalikan  tekanan darah tinggi dengan menarik nafas dalam-dalam. Sebuah studi yang terbit di jurnal AHA, menemukan bahwa dengan bernafas pelan-pelan bisa meningkatkan sensitivitas baroreflex arteri dan mengurangi tekanan darah tinggi. Hal ini dikarenakan oleh dua hal, pertama menarik nafas panjang bisa memicu relaksasi dengan memperkuat dan mengaktifkan sistem parasimpatis. Kedua, membantu menghancurkan garam sehingga bisa dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh. Lakukanlah pernafasan perut  selama 10 menit dua atau tiga kali sehari untuk mengendalikan tekanan darahmu dan menjaga jantungmu tetap sehat.

7. Mengurangi rasa nyeri

Saat kamu sedang kesakitan, reaksi instan yang muncul biasanya dengan menahan nafas kemudian membuangnya untuk melepaskan rasa sakit. Kamu juga bisa mencoba pernafasan perut yang pelan dan mendalam untuk meredakan rasa sakit. Hal ini akan melepaskan endorphin, penghilang nyeri alami tubuh yang memberikan rasa nyaman. Selain itu, juga bisa mengurangi tingkat keasaman tubuh, membuatnya lebih alkali. Tubuh yang bersifat alkali bisa mengontrol rasa sakit lebih mudah dibandingkan dengan tubuh yang bersifat asam. Menarik nafas dalam-dalam juga memiliki pengaruh langsung pada sistem syaraf simpatis, yang bisa membantu mengendalikan aliran darah dan suhu kulit, yang pada gilirannya bisa memblok rasa sakit.

8. Mencegah mabuk perjalanan

Banyak orang yang cenderung mengalami mabuk perjalanan saat mengendarai kapal laut, pesawat terbang, bus, mobil, atau jet coaster. Kamu bisa menghentikan mabuk perjalananmu, dengan melakukan menarik nafas dalam-dalam. Sebaliknya, bernafas dengan terburu-buru dan pendek malah bisa memperparah gejalanya. Bernafas secara perlahan dan mendalam, bisa mencegah gejala dari mabuk perjalanan berdasarkan sebuah studi yang yang terbit di jurnal Aviation Space and Environmental Medicine. Untuk meredakan mabuk perjalananmu, pejamkan kedua matamu, lalu lakukan menarik nafas yang pelan, mendalam, dan terkontrol.

0 comments… add one

Leave a Comment