Alasan Kamu Terus Bersin & Solusi Untuk Mengatasinya

by Ummi on March 14, 2017

Kita semua tentu pernah mengalami yang namanya bersin, dan itu wajar. Namun seringkali bersin datang begitu saja tanpa tahu darimana asalnya, dan itu tak ada hubungannya dengan pilek. Penasaran mengapa kamu tiba-tiba terus bersin tanpa alasan yang jelas ? berikut ulasan lengkapnya :

Kamu memiliki alergi

Mari kita bahas penyebab pertama yang jelas mengapa kamu tidak berhenti bersin. “Bersin terjadi ketika ada sebuah partikel asing atau iritan (pemicu iritasi) yang menyerang jaringan hidung,” jelas Miguel Wolbert, MD, dari West Texas Allergy. “Kamu bersin untuk memaksa menyingkirkan partikel tersebut dari rongga hidung,” katanya. Dalam masalah alergi, tubuh akan memiliki reaksi yang berlebihan untuk sesuatu yang biasanya jinak, seperti serbuk sari dari tanaman atau bulu binatang. Jika bersin yang kamu alami datang bersama dengan gejala alergi lain yang klasik seperti hidung meler, hidung tersumbat, dan mata gatal -terutama jika kamu baru pergi keluar atau berada di sekitar keluarga kucing, maka alergi adalah penyebab yang paling mungkin. Jika tidak, maka itu sesuatu yang lain.

Infeksi sinus

Baik itu alergi maupun pilek dapat berubah menjadi sinusitis, sebuah infeksi yang menyebabkan sinus membengkak. Gejalanya meliputi postnasal drip, nyeri wajah, batuk, demam, dan kelelahan, menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology. Untungnya, kebanyakan infeksi sinus biasanya disebabkan oleh virus dan kamu akan merasa lebih baik dalam waktu sekitar seminggu, kata Dr Wolbert. Tetapi jika infeksi sinus terus datang kembali atau berhubungan dengan gejala alergi seperti hidung meler atau bersin kronis, “ada kemungkinan alergi adalah penyebab utama dari infeksi sinus,” katanya. Dengan mengobati penyebab yang mendasari (dalam hal ini alergi) akan membantu memecahkan masalahmu.

Kamu meminum obat-obatan baru

Salah satu efek samping aneh dari beberapa jenis obat (seperti beta blocker atau bahkan NSAIDs) adalah : bersin. “beberapa obat tertentu dapat menyebabkan respon saraf yang aneh, sehingga membuatmu bersin,” ujar Dr. Wolbert. Untungnya, hal ini sangat langka terjadi. Jika kamu menyadari bahwa kamu tiba-tiba bersin setelah minum obat-obatan baru, maka itu pasti sangat mengganggu, namun itu bukanlah alasan yang cukup untuk menghentikan pengobatannya. Konsultasikan lebih dulu ke doktermu.

Itu gara-gara bau parfum temanmu

Gara-gara teman wanita di lift yang memutuskan untuk meneggelamkan dirinya dalam wewangian (berlebihan dalam memakai parfum), kamu tidak bisa berhenti bersin. Ini adalah jenis rhinitis nonallergic, yang berarti hidungmu akan menjadi meradang dalam menanggapi sebuah iritan, seperti parfum. (Ini bukan disebabkan oleh alergi). Taruhan terbaikmu adalah untuk melakukan yang terbaik untuk bisa menghindari aroma yang kuat meski itu tampaknya sulit. Kamu juga dapat mencoba menggunakan pembilas hidung (nasal rinse) sekali atau dua kali sehari.

Polip hidung

Polip yang bentuknya mirip kantung dan berwarna keabu-abuan yang tumbuh di selaput sinus, dapat menyebabkan untuk bersin, hidung meler, hidung tersumbat, dan hilangnya citarasa atau bau. Alergi dapat membuatmu lebih cenderung terkena polip hidung. Dokter akan mendiagnosa polip dengan pemeriksaan fisik; obat-obatan seperti steroid hidung dapat menciutkan polip sehingga kamu bisa berhenti bersin-bersin terus dan bisa bernafas dengan gampang lagi.

Polusi asap

Polusi luar ruangan dapat menyebabkan bersin karena partikel kecil polutan bisa dengan mudah menyusup ke lubang hidung, ujar Dr. Wolbert. Dan, seperti halnya alergi, hidungmu menginginkan agar hal ini keluar, sehingga kamu bersin. Sayangnya, polusi udara dapat membuat allergen lebih manjur, dan memperburuk gejalamu atau menimbulkan alergi yang baru, seperti yang ditekankan pada penelitian pendahuluan di tahun 2015, yang disajikan dalam pertemuan American Chemical Society. Tak banyak yang bisa kamu lakukan untuk mengubah lingkungan luar, namun kamu perlu bantuan dalam bagaimana caranya menghentikan bersin kronismu. Cobalah untuk menemui pakar alergi yang bersertifikat.

Rumahmu pengap

Jika tidak ada aliran udara yang baik di rumahmu, maka sulit untuk secara efektif menyingkirkan polutan udara dalam ruangan, yang juga dapat menyebabkan kamu terus bersin. (Pikirkan asap rokok, perapian, atau jamur.) Tingkat polusi udara dalam ruangan bisa 100 kali lebih tinggi daripada di luar, menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention. (Mereka juga menunjukkan bahwa kita menghabiskan 90 persen dari waktu kita di dalam rumah, yang membuatnya menjadi masalah yang lebih besar.) Mengungkap dan memperbaiki masalah yang mendasari (seperti jamur) adalah salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas udara di rumahmu. Jadi, usahakan untuk membuat ventilasi udara yang baik. The Environmental Prevention Agency menyarankan untuk membuka jendela dan pintu, menggunakan jendela atau kipas loteng, dan menyalakan alat pembuangan uap dapur dan kamar mandi untuk mendapatkan udara segar bisa mengalir masuk ke dalam.

Kamu menggunakan kortikosteroid hidung

Anehnya, obat-obatan sama yang digunakan untuk mengobati alergi juga dilengkapi dengan efek samping yang ironis : bersin. Obat ini akan mengurangi pembengkakan dan mengeringkan saluran hidung. Jika pelaku dari bersinmu adalah obat ini, maka kamu mungkin dapat menemukan bahwa bagian dalam hidungmu akan terasa tersengat atau tenggorokanmu teriritasi ketika kamu menggunakannya, lapor .S. National Library of Medicine. Bawalah masalah ini ke dokter.

Kamu baru saja menatap matahari

Percaya atau tidak? Tapi hal itu mungkin bisa jadi sesuatu yang pernah kamu alami: Cahaya yang terang memicu refleks bersin. Sebuah penelitian di Jerman 2017 menunjukkan bahwa 57 persen dari penduduk negara itu akan bersin saat melihat lampu terang atau matahari, yang bisa menjadi bahaya jika itu benar, juga mengendarai mobil. (Mereka menyebut sindrom bersin ini dengan : “. Autosomal kolinergik Helio-Ophtalmologic Outburst”) Dan coba tebak? Bersin akibat matahari bisa berlaku dalam keluarga. Karena sinar matahari dapat merusak mata, maka harus menghindari memandang langsung matahari.