Alasan Mengapa Kamu Harus Makan Tomat Setiap Hari

by Ummi on September 4, 2016

Selain tomat memiliki banyak manfaat & khasiat bagi kecantikan, tomat ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan. Buah berwarna merah menyala ini merupakan salah satu jenis buah yang hampir selalu tersedia di dapur. Meski terkadang kita hanya menggunakannya sebagai hiasan atau pelengkap saja, maka kini cobalah rubah pikiranmu itu. Jadikan tomat sebagai salah satu menu diet sehat andalanmu. Mengapa? Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu sebaiknya makan tomat setiap hari :

manfaat makan tomat

Sumber antioksidan kuat

Likopen, merupakan sejenis karotenoid dengan khasiat antioksidan kuat yang bertanggungjawab membuat warna tomat merah menyolok. Likopen dipercaya memiliki aktivitas antioksidan terkuat dibanding semua jenis karotenoid yang lainnya. Jadi, semakin menyolok warna tomat, maka semakin tinggi pula konsentrasi likopennya. Likopen berfungsi untuk melindungi sel daya tahan tubuh kita dari pengrusakan radikal bebas, molekul yang bisa menyakiti sel dan merusak DNA.

Selain melawan radikal bebas, likopen juga dikaitkan dengan kemampuan :

  • Menurunkan kolesterol
  • Meningkatkan system imun
  • Mengurangi pengentalan darah
  • Mencegah pengerasan arteri
  • Mengurangi risiko stroke

Nah, untuk menikmati manfaat dari likopen, kamu harus memasak tomatnya atau pilihlah tomat dalam versi yang sudah diproses seperti jus tomat, saus tomat, atau pasta tomat. Menurut penelitian, memasak tomat selama waktu 2, 15, dan 30 menit bisa menaikkan kadar likopen dalam tomat hingga sebesar 6, 17, dan 35 % rata-rata. Seiris tomat mentah hanya mengandung sekitar 515 microgram likopen, namun 2 sendok makan pasta tomat mengandung 13.800 microgram likopen. Tapi hati-hati, pastikan pula kamu meneliti jumlah gula yang terdapat dalam saos tomat atau saus pasta kemasan karena biasanya mengandung jumlah gula yang tinggi.

Kaya karotenoid

Karotenoid adalah zat fitokimia yang membuat tumbuhan menjadi penuh warna dan melindungi tanaman dari kerusakan radikal bebas akibat matahari. Ada 4 jenis utama karotenoid, yakni : likopen, lutein, alpha-karoten, dan beta-karoten. Setiap jenis karotenoid ini membantu tubuh kita tetap sehat.

Dan ingat, jangan pernah mengupas kulit tomatnya. Karena kulit tomat sangatlah menyehatkan, dan mengandung karotenoid dalam konsentrasi yang tinggi dan sebagian besar flavonoid. Hasil dari salah satu studi menunjukkan bahwa pasta tomat yang diolah beserta kulitnya akan lebih bisa diserap oleh sel penting tubuh dibanding dengan pasta yang tanpa kulit tomat.

Mencegah kanker

Likopen dalam tomat juga telah dikaitkan dengan pencegahan beberapa jenis kanker tertentu. John Erdman, Ph.D., seorang Profesor Emeritus dari departemen ilmu makanan dan nutrisi manusia di University of Illinois, mengatakan:”Ada dukungan epidemiologi yang sangat baik, kuat, untuk peningkatan konsumsi produk tomat dan menurunkan insiden dari kanker prostat” juga.

Ketika kamu menggabungkan lycopene dari tomat dengan beta-karoten yang ditemukan dalam brokoli, maka adakemungkinan untuk mengurangi risiko kanker prostat.Menurut sebuah penelitian, tumor prostat tumbuh lebih lambat pada tikus yang makan tomat dan bubuk brokoli daripada mereka yang makan keduanya secara terpisah. Plus, memakan baik tomat maupun brokoli memiliki efek kuat pada penundaan tumor daripada makan lycopene saja. Jadi baik lycopene maupun beta-karoten, yang bisa kamu temukan secara bersamaan dalam tomat, telah membuktikan efek melawan kanker.

Studi lain yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health Departemen Gizi, menemukan bahwa ketika orang-orang muda mengkonsumsi diet yang kaya beta-karoten, mereka terlindungi dari kanker prostat. Perempuan juga harus banyak menyertakan produk tomat; penelitian telah menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi karotenoid dalam tomat dapat melindungi diri terhadap kanker payudara.

Melawan inflamasi (peradangan)

Perlu alasan lain bagimu untuk makan tomat beserta kulitnya?Selain berterima kasih atas lycopene dalam tomat untuk manfaat anti-inflamasinya, masih ada dua bintang pelawan peradangan lainnya yang perlu dicatat.Quercetin dan kaempferol, adalah dua senyawa utama yang ditemukan di flavonoid, yang layaknya merupakan super antioksidan, juga sebagian besar terkonsentrasi di kulit tomat. Kedua flavonoiditu telah dipelajari untuk kemampuan mereka dalam melawan peradangan.

Selain itu, sebuah studi double blind menunjukkan bahwa “minum segelas jus tomat sehari dapat mengurangi kadar TNF-alpha sebesar 34 persen”.TNF-alpha menyebabkan peradangan dalam tubuh kita akibat penyakit degeneratif kronis, diantaranya seperti penyakit jantung, depresi berat, osteoporosis, penyakit radang usus (IBD), dan Alzheimer.Bila kamu telah mengurangi peradangan, maka kamu dapat membuat hormonmu seperti leptin bisa bekerja dengan lebih efisien. Leptin membantu dalam penurunan berat badan, mengontrol nafsu makan, dan merangsang metabolismemu.

Meningkatkan kesehatan mata

“Vitamin A membantu permukaan mata, selaput lendir, dan kulit menjadi hambatan efektif untuk bakteri dan virus, mengurangi risiko infeksi mata, masalah pernapasan, dan penyakit menular lainnya”.
Memiliki kadar vitamin A yang rendah berarti mata memiliki waktu-waktu yang sulit untuk mendeteksi cahaya dan mengirimkan informasi visual ke otak Anda. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan.
Kita seharusnya mendapatkan antara 700 hingga 900 mcg vitamin A setiap hari, tergantung pada jenis kelamin. Hanya satu cangkir tomat potong akan memberikan 1.499 IU vitamin A, atau sekitar 50% dari berat tubuh yang direkomendasikan untuk laki-laki dan 64% untuk perempuan.

Tapi vitamin A bukan satu-satunya pemain dalam permainan kesehatan mata. Lycopene, lutein, dan zeaxanthin juga telah terbukti untuk mencegah degenerasi makula – dan kamu dapat menemukan mereka semua dalam tomat. “Lutein dan zeaxanthin adalah satu-satunya karotenoid yang ditemukan dalam retina dan lensa mata”. Mereka menyaring cahaya dan menghilangkan sinar berbahaya yang dapat merusak jaringan mata. Mereka juga menangkal penyakit yang terkait dengan mata. Karena tubuh kita tidak menciptakan lutein dan zeaxanthin, maka kita harus mengkonsumsi 12 mg lutein dan zeaxanthin per hari dari diet kita. Kabar baiknya: satu cangkir tomat akan menawarkan 221 mg!

Tinggi potassium (kalium)

Kamu mungkin biasanya akan mencari pisang disaat kamu memiliki kadar kalium yang rendah, namun tebak apa? “Satu tomat besar mengandung 431 miligram kalium, yang hampir 10 persen dari kebutuhan harian”.Para peneliti dari satu studi mengatakan bahwa ketika 5.000 orang mengkonsumsi lebih dari 4.000 mg potasium per hari, mungkin hanya setengah saja yang mengalami batu ginjal dibanding orang-orang yang mendapat kurang dari 2.895 mg / hari.

Kalium juga penting bagi kita karena mengurangi risiko stroke, menjaga tekanan darah tetap stabil, mencegah penyakit kardiovaskular, dan membantu dalam relaksasi otot-otot. Mark Houston, yang bergelar M.D., M.S., dan direktur Hipertensi Institute di Rumah Sakit St Thomas di Tennessee mengatakan bahwa:”Peningkatan asupan kalium bersama dengan penurunan asupan natrium adalah perubahan diet paling penting yangbisa kita lakukan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular”. Pertimbangkan informasi yang diperoleh dari penelitian ini : Ketika peserta mengkonsumsi 4.069 mg potasium per hari, kemungkinan mereka meninggal akibat penyakit jantung adalah 49% lebih rendah daripada yang mengkonsumsi sekitar 100 mg per hari.

Mencegah penyakit jantung

Kamu akan menemukan banyak resep yang menggunakan tomat ketika kamu mulai mengikuti rencana diet Mediterania. Dan mungkin ada alasan yang baik untuk hal ini. Studi telah menemukan bahwa mereka yang mengikuti diet Mediterania memiliki risiko meninggal lebih rendah akibat penyakit jantung karena mengkonsumsi minyak zaitun dan produk berbasis tomat yang ternyata sehat bagi jantung.

Tomat merupakan sumber yang kaya likopen, beta-karoten, folat, potassium, vitamin C, flavonoid, dan vitamin E yang dapat “melindungi lipoprotein dan sel-sel pembuluh darah dari oksidasi”, yang menjadi penyebab terbentuknya plak dalam arteri. Dua penelitian, yang satu dilakukan pada peserta yang sehat dan satunya lagi mempelajari diabetes tipe 2, menunjukkan bahwa mengkonsumsi tomat dan produk tomat dapat menurunkan kadar LDL, atau kolesterol ‘buruk’, dan tingkat tekanan darah berkurang.