Alasan Mengejutkan Dibalik Naiknya Berat Badan

by Ummi on December 21, 2016

Jika kamu merasa sudah rajin berolahraga dan makan makanan yang sehat serta rendah kalori, namun berat badanmu justru mencerminkan kebalikannya (malah naik), maka itu pasti ada alas an tersembunyi mengapa kamu mengalami kenaikan berat badan.

Rasa frustasi saat melihat berat badan yang melonjak di timbangan, atau pakaian yang terasa terlalu sesak kadang tidak bisa dipahami bagi orang yang sudah menjalankan gaya hidup sehat. Namun tahukah kamu? Mulai dari ketidakseimbangan hormone hingga kekurangan vitamin tertentu bisa memegang petunjuk atas apa yang membuat berat badanmu bertambah naik. “banyak orang menyangka penyebab berat badan naik hanyalah pilihan gaya hidup yang salah, namun sebenarnya tubuh kita juga bisa berekasi terhadap factor yang tidak bisa control,” ujar Robert J. Hedaya, MD, seorang professor klinis di bidang psikiatri di Georgetown University Medical Center.

Agar kamu tidak salah terka tentang alas an dibalik naiknya berat badanmu, sehingga bisa menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya, berikut adalah beberapa alas an mengejutkan dibalik naiknya berat badan yang perlu kamu tahu :

Kamu mengalami depresi

Banyak obat anti-depresan bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Jadi, jika kamu sedang tertekan dan mengambil pil untuk mengatasinya, maka kamu mungkin bisa melihat lonjakan berat badan antara 5 – 15 pon dengan akumulasi yang bertahap terus menerus selama bertahun-tahun, kata Dr Hedaya, yang juga pendiri National Center for Whole Psychiatry in Chevy Chase, MD.

Jika kamu tidak meminuml pil, tetap ada bukti bahwa perasaan depresi dapat berkorelasi dengan berat badan. Salah satu studi 2010 yang dipublikasikan dalam American Journal of Public Health menemukan bahwa orang yang merasa sedih dan kesepian, berat badannya lebih cepat naik daripada mereka yang melaporkan gejala terkait depresi yang lebih sedikit. “Mereka mungkin akan makan lebih banyak makanan tinggi lemak, tinggi kalori, yakni makanan yang membuat mereka nyaman,” kata Belinda Needham, PhD, asisten profesor di departemen sosiologi di UAB dan penulis utama studi tersebut. “Atau mereka mungkin [mengurangi] aktivitas fisik mereka.”

Solusi: “Jika saya melihat pasien yang mengambil pil anti-depresan dan itu bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan mereka, maka saya mungkin memisahkan mereka perlahan-lahan dari obat tersebut,” kata Dominique Fradin-Baca, MD, MPH, asisten profesor klinis di Loma Linda School of Medicine di California. ” Jika obat-obatan tidak bisa disalahkan, mmaka carilah beberapa teman penggerak sosia atau grup pendukung. “Menghadiri pertemuan, seperti Weight Watchers, atau bekerja dengan sekelompok teman-teman adalah cara yang bagus untuk meningkatkan dukungan sosial,” kata Dr Needham, “yang dapat membantu depresi.”

Kamu meminum obat-obatan yang keliru

Ada banyak daftar obat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan: Jika kamu mengambil pil KB, tambahan hormon untuk terapi hormon, steroid, beta-blocker untuk penyakit jantung dan tekanan darah, obat-obatan anti-kejang, obat kanker payudara seperti Tamoxifen, beberapa perawatan untuk rheumatoid arthritis, dan bahkan beberapa obat migrain dan sakit maag, maka kamu mungkin dapat menyaksikan berat badanmu merangkak naik.

“Ketika saya melihat pasien yang peduli tentang berat badan, saya mulai melihat obat mereka,” kata Steven D. Wittlin, MD. direktur klinis divisi endokrin-metabolisme di University of Rochester Medical Center di Rochester, NY. “Itu merupakan masalah yang besar. Beberapa obat dapat mempengaruhi nafsu makan;. Beberapa yang lain mungkin mempengaruhi metabolisme.” obat lain mungkin cukup membuat dirimu merasa lebih baik dan dengan demikian mendapatkan kembali nafsu makan mereka yang hilang.

Solusi: Jika kamu menduga obatmu lah yang mempengaruhi lingkar pinggangmu, doktermu mungkin dapat menemukan pengobatan alternatif yang tidak akan memiliki efek samping tertentu.

Pencernaanmu lambat

Masalah pencernaan, termasuk gerakan usus yang lambat, juga dapat dihitung sebagai penyebab kelebihan berat badan. “Idealnya, kamu makan, lalu, satu jam kemudian, kamu memiliki gerakan usus,” kata Dr Hedaya. “Tapi sekali atau dua kali sehari masih dalam kisaran yang sehat.” Jika kamu tidak begitu buang air besar secara teratur, maka dehidrasi, obat, rendah serat, atau bahkan kurangnya flora baik dalam usus bisa dipersalahkan.

Solusi : Jika gejala yang kamu alami hanyalah sembelit, maka mencoba probiotik dapat membantu saluran pencernaanmu bekerja  dengan benar. Tetap terhidrasi adalah kunci, bersama dengan diet makanan kaya serat. Tapi kamu  juga dapat mencoba minum serbuk serat, seperti Metamucil, dicampur dengan air. Jika kamu masih mengalami masalah, periksakan ke dokter untuk menyingkirkan berbagai gangguan, termasuk hipotiroidisme atau masalah neurologis.

Tubuhmu kekurangan beberapa nutrisi tertentu

Memiliki kandungan magnesium yang rendah, zat besi atau memiliki kekurangan vitamin D bisa mengkompromikan sistem kekebalan tubuh, melemahkan tingkat energimu, atau mengubah metabolisme dengan cara yang membuat lebih sulit untuk mengambil langkah-langkah gaya hidup sehat. “kamu bisa mengimbangi energi yang rendah dengan kafein, permen, dan karbohidrat sederhana,” kata Dr Hedaya,

Solusi : Meskipun kamu dapat mencoba untuk meningkatkan kadar zat besi dengan makan daging merah dan bayam dan meningkatkan magnesium dengan menambahkan kacang atau almond Brasil untuk diet , itu hampir tidak mungkin untuk mengkonsumsi susu yang cukup atau mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk mengkompensasi vitamin D yang rendah. ” sangat penting untuk mengetahui bahwa hal itu bisa mengambil beberapa waktu untuk menemukan dosis vitamin D yang tepat untukmu, “kata Dr Hedaya. “Jika kamu mengambil terlalu banyak, kamu bisa mendapatkan batu ginjal.