≡ Menu
werno-werno.com

Apa Itu Stroke ???

Apa itu Stroke?

Stroke adalah sebuah kondisi kesehatan serius yang bisa mengancam nyawa, yang terjadi ketika suplai darah ke bagian otak tersendat. Stroke adalah kondisi medis gawat darurat dan perlu penanganan mendesak , karena semakin dini orang yang mengalami stroke mendapat pengobatan, maka semakin sedikit pula kerusakan yang kemungkinan bisa terjadi.

Jika kamu menduga dirimu atau orang lain sedang mengalami stroke, maka hubungilah segera pihak rumah sakit dan minta untuk dikirim ambulans. Lalu, apa sebenarnya gejala atau tanda-tanda dari stroke itu?

Gejala & tanda-tanda stroke

gejala stroke

Untuk lebih memudahkanmu dalam mengenali gejala stroke, gejala dari stroke bisa disingkat dengan kata FAST : Face – Arms – Speech – Time.

Face (wajah) : wajah seseorang yang mengalami stroke kemungkinan akan melenceng ke salah satu sisi (tidak simetris), dan orang itu kemungkinan tidak bisa tersenyum atau mata atau mulutnya melorot turun.

Arms (lengan) : orang yang diduga terserang stroke mungkin tidak akan mampu mengangkat kedua lengannya dan menjaganya tetap di tempat karena lengan menjadi lemah atau mati rasa di salah satu lengan.

Speech (bicara) : perkataan orang yang terkena stroke bisa menjadi cadel dan tidak jelas, atau mereka tidak bisa berbicara sama sekali meskipun mereka sadar.

Time (waktu) : jika kamu melihat salah satu gejala yang telah disebutkan diatas, maka waktunya untuk menghubungi ambulans atau membawanya ke rumah sakit secepatnya.

Kenapa stroke bisa terjadi ?

Seperti halnya semua organ tubuh manusia yang lain, otak juga membutuhkan oksigen dan nutrisi yang disediakan oleh darah agar bisa berfungsi dengan baik. Jika suplai darah ini terhalang atau terhenti, sel otak akan mulai mati. Hal ini bisa memicu cidera otak, cacat, dan peluang kematian.

Ada dua hal utama yang menjadi penyebab stroke :

ischaemic : kondisi dimana aliran darah terhenti karena adanya pengentalan darah (ini terjadi untuk hampir 85% kasus stroke).

haemorrhagic : kondisi dimana pembuluh darah yang memasok darah ke otak melemah dan pecah.

Ada juga kondisi terkait yang disebut dengan istilah TIA (Transient Ischaemic Attack), dimana suplai darah ke otak akan terganggu secara sementara waktu, menyebabkan timbulnya “mini stroke” dan seringkali hanya bertahan selama 30 menit atau beberapa jam saja. TIA sebaiknya segera ditangani dengan serius karena mereka bisa menjadi tanda peringatan bahwa kamu beresiko mengalami stroke total di masa mendatang.

Siapa yang beresiko terserang stroke ?

Stroke adalah penyebab kematian terbesar ke tiga setelah serangan jantung dan kanker. Cidera otak yang disebabkan oleh stroke menjadi kasus utama penyebab kecacatan yang dialami oleh banyak orang dewasa. Jadi, orang yang berumur lebih tua, adalah yang paling beresiko terserang stroke, meski hal itu bisa saja terjadi pada seseorang di tingkatan usia berapapun, termasuk anak kecil sekalipun. Dan yang perlu menjadi catatan penting, jika kamu termasuk orang dengan ras Asia, Afrika, atau Karibia, maka resiko terkena stroke akan semakin lebih tinggi. Hal ini sebagian dikarenakan kecenderungan mereka untuk sering mengalami tekanan darah tinggi, yang bisa mengakibatkan stroke.

Merokok, memiliki berat badan yang berlebih, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk juga bisa menjadi faktor pemicu stroke, begitu juga dengan kolesterol tinggi, dan diabetes.

Pengobatan stroke

Pengobatan untuk stroke, tergantung pada jenis strokenya, termasuk bagian otak mana yang terserang, dan apa yang menyebabkannya. Seringkali, stroke ditangani dengan menggunakan obat-obatan. Hal ini secara umum termasuk obat-obatan untuk mencegah dan menghilangkan pengentalan darah, mengurangi tekanan darah, dan mengurangi kadar kolesterol.

Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk menangani pembengkakan otak dan mengurangi resiko pendarahan yang lebih serius dalam kasus stroke haemorrhagic.

Kehidupan pasca stroke

Sekitar satu dari empat orang yang mengalami stroke, akan meninggal dunia, dan bagi mereka yang bisa selamat, akan seringkali masih mengalami masalah jangka panjang sebagai akibat dari cidera otak yang mereka derita.

Sebagian orang membutuhkan waktu rehabilitasi yang panjang sebelum mereka bisa benar-benar pulih seperti semula, sementara banyak juga yang tidak akan bisa pulih sepenuhnya dan perlu tambahan dukungan untuk bisa bertahan hidup dengan adanya pengaruh stroke yang mereka alami (mengalami cacat/ lumpuh permanen).

Apakah stroke bisa dicegah?

Kamu bisa secara signifikan mengurangi resiko terkena stroke melalui gaya hidup yang sehat, seperti memakan makanan yang sehat, rajin berolahraga, menghindari alkohol, dan tidak merokok.

Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi dengan obat-obatan juga bisa menurunkan resiko stroke, begitu pula dengan meminum obat anticoagulant jika kamu memiliki detak jantung yang tidak teratur akibat mengalami kondisi yang disebut denagn istilah Atrial fibrillation.

1 comment… add one

Leave a Comment