Apa Yang Terjadi Saat Kamu Berhenti Minum Pil KB???

by Ummi on October 16, 2015

Pil KB merupakan salah satu alternatif pilihan alat kontrasepsi yang banyak digunakan wanita untuk merencanakan kehamilannya. Pil yang biasanya berbentuk satu blister yang terdiri dari 21 pil aktif dan 7 pil inert atau berisi 28 pil aktif semuanya ini harus diminum secara teratur setiap harinya agar bisa mencegah terjadinya kehamilan, memperpendek masa menstruasi, dan mengurangi nyeri haid. Lalu, jika kamu berhenti menggunakan pil ini, entah untuk alasan karena sudah berencana ingin hamil atau sudah tidak memerlukannya lagi, kamu mungkin akan penasaran, seperti apa jadinya jika kamu tidak lagi meminumnya?

berhenti minum pil KB

Untuk menjawab rasa keingin tahuanmu, berikut akan kami bahas tentang apa yang terjadi saat kamu tidak lagi meminum pil KB dan apa pengaruhnya terhadap tubuhmu :

Kamu mungkin akan mengalami masa menstruasi yang lebih berat dan kram perut yang lebih hebat

Banyak wanita yang meminum pil KB karena itu terkenal mampu menjauhkan munculnya gejala PMS (PreMenstral Syndrome). Jadi, jika kamu biasanya mengalami kram perut yang parah dan haid yang tidak teratur sebelum meminum pil, kamu bisa bertaruh bahwa hal itu akan kembali lagi kamu alami saat kamu menghentikan pil KB. Hal ini karena hormon progesteron dan estrogen yang terdapat dalam pil akan menghentikan tubuhmu dari proses ovulasi, dan proses ovulasilah yang menyebabkan banyak wanita mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman saat masanya datang bulan.

Kamu bisa kehilangan sedikit berat badan

Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa saat wanita menghentikan konsumsinya akan pil KB, maka satu per tiga wanita akan kehilangan berat badan, sepertiga akan naik berat badannya, dan sepertiganya lagi akan memiliki berat badan yang sama seperti saat sedang minum pil KB (tidak berubah). Mungkin ada beberapa kombinasi alasan untuk bertambahnya berat badan pada saat minum pil KB, seperti hormon, pola makan, atau retensi air, atau itu cuma sekedar karena banyak wanita mulai minum pil KB saat mereka masih belum sepenuhnya mencapai usia dewasa. Namun, kamu akan tetap merasakan jika kehilangan beberapa pon setelah kamu berhenti minum pil KB.

Payudaramu mungkin akan sedikit menyusut

Jika payudaramu semakin bertambah besar saat minum pil KB (berkat adanya komponen progesteron dan estrogen dalam pil), maka mereka akan sedikit menyusut kembali ke ukuran aslinya. Namun sekali lagi, ini tidak selalu terjadi pada semua wanita.

Tubuhmu akan memproduksi lebih banyak cairan vagina

Karena pil KB berfungsi untuk menekan kemampuan tubuh untuk melakukan ovulasi, kamu biasanya akan memproduksi lebih sedikit cairan yang keluar dari vagina saat kamu masih minum pil KB. Kamu akan memproduksi lebih banyak lendir saat kamu berovulasi karena itu cara alami tubuhmu memfasilitasi kehamilan. Kamu akan merasakan lebih banyak cairan yang keluar saat sudah tidak minum pil KB lagi, terutama diseputar masa ovulasi.

Gairah seksmu bisa saja meningkat

Salah satu keluhan terbesar para wanita tentang minum pil KB adalah, bahwa hal tersebut bisa mematikan gairah seks mereka. Meski ini tidak sepenuhnya akan berpengaruh pada setiap orang (karena ada juga wanita yang justru gairah seksnya jauh lebih tinggi saat minum pil KB), namun hormon bisa saja jadi penyebabnya.

Beberapa wanita akan memiliki kadar hormon testoteron yang lebih rendah saat minum pil KB, dan karena mereka tidak berovulasi, itu bisa mempengaruhi gairah seks mereka. Beberapa wanita juga akan mengalami kekeringan di vagina saat minum pil KB, yang juga akan menjadi hilang saat mereka berhenti meminumnya. Jika penurunan libido menjadi kendala bagimu dalam minum pil KB, maka jangan lanjutkan lagi menggunakannya untuk meningkatkan kembali gairah seksualmu.

Gejala syndrome PMS yang kamu alami bisa bertambah buruk

Jika sebelum minum pil KB kamu mengalami gejala PMS yang berat dan buruk, maka bersiaplah untuk kembali mengalaminya saat kamu sudah berhenti minum pil KB. Begitu juga jika kamu termasuk tipe orang yang moody (gampang berubah suasana hatinya) sebelum minum pil KB, maka bisa berpeluang kamu menjadi moody lagi. Entah itu, sakit kepala, nyeri pada payudara, mengidam makanan, dan gejala lain yang sering kamu alami sebelumĀ  minum pil KB, mereka semua juga akan kembali lagi.

Kamu bisa langsung hamil lagi!

Sebenarnya, jika kamu berhenti minum pil KB, maka akan lebih mudah bagimu untuk segera bisa hamil lagi, kecuali jika kamu menggunakan alat kontrasepsi cadangan yang lain. Jika kamu memakai metode kontrasepsi berupa pil, IUD, atau susuk, kemampuanmu untuk bisa hamil lagi akan kembali seperti semula. Meski begitu jika kamu menggunakan pil KB jenis Depo-Provera, mungkin akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mereka bisa sepenuhnya terlepas dari sistem.

Kamu akan merasakan atau melihat kamu mengalami proses ovulasi lagi

Bagi beberapa wanita, ovulasi merupakan kejadian yang cukup jelas setiap bulannya saat kamu tidak sedang minum pil KB. Mereka bisa mendeteksi ovulasi dengan merasakan adanya denyutan nyeri yang tidak nyaman selama beberapa jam, memiliki peningkatan sekresi vagina yang licin dan bening, dan bahkan mungkin merasa ekstra terangsang. Bahkan, ini semua merupakan isyarat yang terlihat pada beberapa wanita jika mereka mencoba untuk bisa hamil. Namun, jika pil KB telah menghentikan ovulasimu selama bertahun-tahun, nyeri di pertengahan siklus yang acak dan cairan vagina yang aneh bisa sangat mengejutkanmu saat kamu sudah tidak lagi minum pil KB.

Jerawat yang membandel itu bisa datang lagi

Beberapa wanita memilih minum pil KB untuk mengendalikan jerawat mereka. Sayangnya, salah satu efek samping dari menghentikan pil KB adalah bahwa kulitmu akan mulai berjerawat lagi. Saat kamu masih minum pil KB, level testorenmu akan turun, sehingga bisa mencegah munculnya jerawat. Namun kadarnya akan naik lagi saat kamu sudah tidak lagi meminumnya, dan sebagai akibatnya, jerawat tersebut akan muncul lagi.