Bahaya Duduk Terlalu Lama

by Ummi on June 19, 2016

Di zaman yang serba praktis dan instan seperti sekarang ini, serta teknologi mengambil alih semuanya, banyak orang yang lebih banyak menghabiskan waktu mereka dalam posisi duduk, entah itu di rumah, di tempat kerja, bahkan saat bepergian. Menurut survey 2013 yang dibuat oleh Ergotron, rata-rata orang Amerika duduk selama 13 jam sehari dan tidur selama rata-rata 8 jam. Hasil ini membuktikan bahwa mereka pada posisi menetap (sedentary) selama 21 jam, Wow!

Jenis duduk yang bagaimanapun, entah itu saat menonton TV, dibalik meja kerja, atau di belakang kemudi, sudah cukup berbahaya bagi kesehatanmu. Bahkan, banyak pakar kesehatan yang mengatakan bahwa “Duduk adalah merokok yang baru” (sama-sama berbahaya bagi kesehatan). Mengapa bisa begitu? Untuk lebih jelasnya, berikut akan kami ulas tentang bahaya duduk terlalu lama bagi kesehatan :

Memperbanyak lemak di perut

Ada hubungan yang kuat antara gaya hidup sedentari dan meningkatnya lemak di tubuh, terutama di sekitar pinggang. Jika kamu tidak banyak bergerak atau sering olahraga, maka tubuhmu tidak akan mampu membakar lemak. Studi 2011 yang terbit di American Journal of Physiology melaporkan bahwa bergerak dan olahraga akan membantu otot-otot melepaskan beberapa molekul, seperti lipoprotein lipase. Molekul ini memainkan peran kunci dalam memproses lemak dan gula yang telah kamu konsumsi. Ketika kamu duduk dalam waktu yang lama, maka lemak dan gula tidak akan bisa diproses dengan benar, menyebabkan penumpukan lemak di sekitar daerah perut.

Bahkan, peningkatan lingkar pinggang jauh lebih berbahaya daripada berat badan secara keseluruhan. Lemak di perut bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker dan kematian dini. Dengan demikian, mengurangi lemak perut selalu menjadi manfaat yang signifikan bagi kesehatan seseorang.

Penyakit jantung

Duduk dalam waktu lama juga memberikan pengaruh negatif pada organ dalam, terutama jantungmu. Duduk di tempat yang sama selama berjam-jam menyebabkan aliran darah yang buruk ke seluruh bagian tubuh, termasuk jantungmu. Aliran darah yang buruk memungkinkan lemak dan plak untuk dengan mudah menyumbat jantungmu, yang nantinya menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol yang melonjak, dan penyakit jantung.

Studi 2010 yang terbit di Medicine & Science in Sports & Exercise melaporkan bahwa gaya hidup sedentary (tak berpindah-pindah) bisa meningkatkan risiko kematian seseorang akibat penyakit kardiovaskular.  Bahkan, orang yang duduk selama lebih dari 82% sehari memiliki risiko terkena serangan jantung atau stroke. Studi lain yang dipublikasikan dalam Current Opinion in Cardiology pada tahun 2011 mengatakan bahwa total waktu menetap sangat berhubungan dengan beberapa faktor risiko kardiovaskular, sedangkan mengurangi waktu menetap bisa sangat menguntungkan.

Nyeri punggung dan leher

Menghabiskan sebagian besar waktu di posisi duduk, dan dengan postur tubuh yang keliru, cukup buruk bagi punggung dan lehermu. Posisi duduk yang sangat membungkuk menempatkan lebih banyak tekanan pada tulang belakang dan menekancakram di tulang belakangmu. Hal ini dapat menyebabkan degenerasi dini, yang mengakibatkan nyeri kronis. Duduk terlalu lama bisa membuat otot cenderung tertarik, kram atau tegang ketika tiba-tiba diregangkan. Hal ini juga dapat menyebabkan nyeri pada otot-otot di punggung dan leher.

Duduk dengan sikap tubuh yang buruk dapat sangat buruk bagi punggung bawahmu. Sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam European Spine Journal melaporkan bahwa duduk dengan sendirinya tidak menunjukkan adanya hubungan yang meningkat dengan nyeri punggung bawah.Namun, duduk dalam kombinasi dengan rekan-eksposur lainnya, seperti getaran seluruh tubuh dan postur canggung, bisa meningkatkan risiko.

Kadar gula darah yang tidak sehat

Orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu dengan duduk dan menjalani gaya hidup menetap berada pada peningkatan risiko diabetes. Lebih banyak waktu menetap secara independen terkait dengan resistensi insulin, diabetes dan gangguan toleransi glukosa. Plus, duduk berkepanjangan dapat membuat pankreas memproduksi lebih banyak insulin, yang dapat menyebabkan diabetes.

Kaki yang lemah

Jika kamu memiliki kebiasaan melakukan pekerjaan kantormu selama berjam-jam tanpa mengambil istirahat, maka kaki dan pantat akan menderita. Ketika otot-otot kakimu tidak digunakan selama berjam-jam, serat otot cenderung untuk memecah. Kejadian ini dikenal sebagai atrofi otot dan dapat membuat otot-otot kakimu lemah dari waktu ke waktu. Duduk juga dapat mempengaruhi mobilitas pinggul dan kekuatan glutes.