Bahaya & Gejala Virus Ebola

by Ummi on September 2, 2015

Pernah mendengar tentang virus yang berbahaya ini? Virus Ebola adalah termasuk virus jenis Zoonosis, yang artinya merupakan agen yang bisa menjangkiti atau menular yang hidup menumpang dalam beberapa jenis hewan yang bukan manusia, namun sesekali juga bisa hinggap dan tertumpah ke manusia, sehingga menyebabkan penyakit. Virus ini bisa mempunyai pengaruh yang sangat merusak pada manusia, menyebabkan penyakit akut yang serius yang bisa berakibat sangat fatal jika tidak segera ditangani.

pengertian virus ebola

Sejak penyakit virus Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976, berbagai wabah telah terjadi selama beberapa dekade ini. Dengan munculnya lagi terror wabah Ebola terbaru di Afrika Barat tepatnya di Negara Guinea, yang hampir mencapai 20.000 kasus, dan telah menewaskan setidaknya 7.700 nyawa yang dimulai pada Maret 2014 yang lalu, komunitas medis diseluruh dunia telah bergabung mengupayakan untuk mengembangkan pengobatan yang efektif untuk menangani dampak tersebut, dan bahkan nantinya bisa menemukan vaksin yang akan mencegah sama sekali terjadinya wabah di masa mendatang. Berikut akan kami ulas mengenai apa saja pengaruh dari virus Ebola pada mereka yang menderita virus tersebut, dan beberapa pilihan pengobatan yang telah tersedia hingga saat ini.

Pengaruh virus Ebola pada tubuh manusia

Sebagian dari gejala Ebola adalah akibat dari pelepasan senyawa kimia system kekebalan tertentu dari manusia yang disebut dengan Sitokin. Menurut info dari WHO, gejala pertama yang muncul termasuk demam yang mendadak, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Hal ini akan diikuti dengan serangan muntah dan diare, ruam kulit, gejala gangguan fungsi ginjal dan hati, dan dalam beberapa kasus mengalami baik pendarahan internal ataupun eksternal.

Pada tingakatan yang lebih mendalam, virusnya bisa menjadi sistemik, yang artinya infeksinya menyerang setiap jaringan dan organ tubuh kecuali otot rangka dan tulang. Inilah sebabnya mengapa virus ini juga sering ditandai dengan pendarahan dan pembekuan darah. Meskipun belum ditemukan bagaiamana cara virus tersebut bisa menyerang sel-sel manusia, hipotesanya adalah bahwa mereka mampu melepaskan protein tertentu yang bisa melemahkan respons system kekebalan tubuh. Virus Ebola bahkan bisa menyerang jaringan ikat yang bisa dengan cepat berlipat ganda dalam kolagen. Kolagen bertanggungjawab untuk menjaga organ-organ tetap berada ditempatnya, dan virus ini menghancurkan dan melahap jaringan kolagen tersebut.

Ebola juga menyebabkan pembekuan darah dalam aliran darah, sehingga darah menjadi mengental dan aliran darah menjadi melemah. Darah yang kental ini cenderung untuk tersangkut di pembuluh darah, yang mana pada gilirannya menyebabkan bintik-bintik merah di kulit. Seiring berkembangnya penyakit, bintik-bintik tersebut menjadi semakin membesar. Pengentalan darah juga akan memperlambat pasokan darah ke banyak organ-organ tubuh seperti paru-paru, otak, liver, usus, ginjal, testikel, dan jaringan payudara. Semua organ penting ini akan menjadi rusak parah dan pada akhirnya akan berhenti berfungsi.

Banyak pasien yang selamat dari serangan Ebola melaporkan juga mengalami efek jangka panjang. Gejala terbaru yang dilaporkan meliputi rambut rontok, insomnia, dan nyeri tubuh. Otot dan syaraf juga bisa langsung terserang oleh virus dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memulihkannya. Para pasien yang selamat juga dilaporkan menderita nyeri mata dan kehilangan penglihatan. Efek jangka panjang ini masih belum diteliti dengan baik, namun sudah ada kemajuan yang dibuat tentang bagaimana mereka bisa diatasi jika tidak bisa dicegah sebelumnya.

Pengobatan virus Ebola

Mengetahui kemunculan virus Ebola sejak dini adalah faktor kunci dalam pengobatan yang sukses. Dengan perawatan suportif  yang juga sejak dari awal dalam rangka rehidrasi dan pengobatan simtomatik, secara signifikan bisa meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bagi penderita. Meski untuk sementara ini masih belum ada pengobatan berlisensi yang telah terbukti mampu menetralkan virus, namun ada beberapa terapi darah, imunologi, dan terapi obat-obatan yang saat ini masih terus dalam tahap pengembangan.

Ebola Prognosis

Pada saat ini, maih belum ada vaksin yang beredar yang mampu melindungi dari serangan Ebola. Meski begitu, ada beberapa uji klinis untuk beberapa kandidat vaksin yang baru-baru ini dilaksanakan, dan harapannya adalah vaksin Ebola yang aman dan efektif tersebut akan tersedia di penghujung tahun 2015 ini.