Bahaya Tersembunyi Dari Minuman Diet Soda

by Ummi on April 6, 2016

Kita semua sudah tahu, segala macam jenis soft drink, termasuk minuman bersoda memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan. Oleh karena itu, banyak perusahaan minuman soda mengakali hal ini dengan meluncurkan produk ‘Diet Soda’ yang diklaim rendah kalori (bebas gula) dan aman untuk kesehatan. Kamu mungkin juga berpikir bahwa diet soda adalah tiket gratismu agar bisa meminum semua soda yang kamu inginkan tanpa khawatir akan efek kesehatan negatif (seperti kenaikan berat badan, yang jadi alasan utama kebanyakan orang minum diet soda bukannya soda biasa). Namun, hal ini bukan yang sebenarnya terjadi. Bahaya diet soda ternyata jauh melampaui apa yang pernah kamu bayangkan! diet soda diisi dengan bahan kimia jahat yang semestinya tidak boleh ditelan manusia dari hari ke hari.

bahaya diet soda

Agar kamu bisa lebih waspada dan mengurangi asupanmu akan minuman soda demi kesehatanmu, maka berikut ini akan kami ulas tentang bahaya tersembunyi dibalik mengkonsumsi minuman diet soda secara berlebihan ;

Merupakan neurotoxin (racun saraf)

Kandungan Aspartame yang terdapat dalam minuman diet soda adalah neurotoksin karsinogenik yang sangat adiktif (membuat kecanduan). Aspartame akan dipecah menjadi asam aspartat, fenilalanin dan metanol. Methanol juga dikenal sebagai alkohol kayu yang akan diubah menjadi formaldehyde (formalin) ketika dipanaskan (ini harus menjadi petunjuk pertama untuk berhenti minum hal-hal yang mengandung zat tersebut). Serta, asam aspartat dan fenilalanin bisa menghancurkan neuron di otak. Aspartam pada dasarnya adalah “exocitoxin,” yang akan menarik neuron sampai mereka mati, seperti yang ditunjukkan oleh ahli bedah saraf Dr Russell L. Blaylock.

Menyebabkan sakit kepala

Campuran berbagai bahan kimia yang terdapat dalam setiap kaleng minuman diet soda adalah alasan utama mengapa setiap individu akan mengalami sakit kepala setelah mengkonsumsinya. Sucralose, yang menjadi bahan utama, telah ditemukan bisa menyebabkan migrain dan masalah saluran pencernaan, berdasarkan berbagai laporan kasus.

Membuat tubuh menjadi asam (acidic)

Minuman diet soda sungguhlah sangat bersifat asam (acidic). Minuman ini berada di sekitar level 3 pada chart pH, di mana ini sangat beracun sekali bagi tubuh manusia. Ambang pH bagi kerusakan  enamel adalah 5.5, sehingga diet soda secara harfiah bisa menggerogoti gigimu (yang juga berlaku sama untuk minuman soda biasa yang bahkan lebih asam). Jika soda saja bisa berbuat hal seperti itu untuk gigimu, bayangkan apa yang bisa dilakukannya untuk organ tubuh yang lain! Soda juga akan me-remineralize tulang dan merupakan penyebab utama dalam menyebabkan patah tulang dan osteoporosis. Dengan pH asam yang seperti itu, soda akan membuat kulitmu terlihat kusam, dan kamu akan terlihat lebih tua dari usiamu yang sebenarnya.

Resiko obesitas

Embel-embel bebas gula (kalori), sebenarnya hanyalah untuk mengakali otak dan justru malah membuat otak untuk menginginkan lebih banyak gula. Selain itu, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa minum diet soda dapat mencegahmu untuk menurunkan berat badan. Saat menguji hubungan antara obesitas dan diet soda, para peneliti di University of Texas Health Centre menemukan bahwa risiko obesitas meningkat (57,1%) ketika orang-orang minum lebih dari dua kaleng diet soda per hari dibandingkan dengan 47,2% untuk orang yang minum soda biasa dalam jumlah yang sama. Namun, ini tidak berarti bahwa kamu harus minum soda biasa (karena risiko obesitas 47,2% masih terbilang tinggi). Ini menunjukkan bahwa diet soda tidak membantu mencegahmu dari kenaikan berat badan.

Meningkatkan beban racun

Ada sejumlah besar elemen bahan baku dalam diet soda yang bisa meningkatkan beban toksisitasmu. Menelan bahan kimia tidak ditujukan untuk tubuh manusia meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh dengan kecepatan tinggi. Radikal bebas meningkatkan peluang mengalami banyak jenis penyakit seperti penyakit jantung dan kanker.

Resiko terkena penyakit jantung

Telah diadakan penelitian terbaru yang menemukan adanya kaitan antara konsumsi diet soda dan penyakit jantung. Penelitian ini telah diadakan selama lebih dari 10 tahun dan telah menyertakan hingga 2600 orang dewasa. para peneliti menemukan bahwa konsumsi soft drink dan minuman soda reguler dikaitkan dengan banyak faktor risiko untuk mengembangkan penyakit jantung. Bahkan setelah mengendalikan risiko ini, konsumsi diet soda masih secara independen terkait dengan peningkatan risiko untuk stroke, serangan jantung dan kematian.

Kemungkinan menyebabkan Metabolic Syndrome

Kemunculan sebuah penelitian yang memprihatinkan telah menunjukkan adanya korelasi antara diet soda dan penyakit kronis. Ada kaitan yang ditemukan antara konsumsi diet soda dan risiko insiden sindrom metabolik. Ditemukan bahwa “setidaknya pada konsumsi harian diet soda telah dikaitkan dengan 36% lebih besar risiko relatif dari insiden sindrom metabolik dan 67% lebih besar risiko relatif dari insiden diabetes tipe 2 dibandingkan dengan yang non-konsumsi”.