Cara Mencegah Cacat Lahir Sebelum Dan Selama Masa Kehamilan

by Ummi on January 30, 2017

Satu dari setiap 33 bayi akan lahir dengan cacat lahir, menurut laporan dari Centers for Disease and Control (CDC). Kebanyakan cacat lahir terjadi selama tiga bulan pertama kehamilan, meskipun beberapa kasus dapat terjadi nanti dalam kehamilan. Meskipun penyebab beberapa cacat lahir tidak diketahui, namun beberapa yang lain telah jelas terkait dengan suatu penyebab. Semua ibu ingin memberikan bayi mereka awal terbaik yang mereka bisa, dan berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu calon ibu untuk mencegah cacat lahir sebelum dan selama masa kehamilan :

Mengambil multivitamin dengan kandungan asam folat

Jika kamu mencoba untuk hamil, maka disarankan agar kamu mengambil multivitamin setiap hari dengan setidaknya 400 mikrogram asam folat. Asam folat merupakan vitamin B yang penting yang telah terbukti bisa mengurangi cacat lahir, terutama spina bifida dan anencephaly. Memiliki jumlah asam folat yang cukup dalam sistem sebelum konsepsi adalah yang terbaik untuk menuai manfaatnya, tetapi penting untuk mulai mengambil suplemen asam folat secepatnya saat kamu mengetahui tentang kehamilan. (Itulah mengapa penting bagi semua wanita usia subur yang bisa hamil, bahkan sengaja ingin hamil, untuk mengambil suplemen asam folat.)

Makanlah makanan yang kaya nutrisi

Makan dengan baik adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan bahwa janinmu memiliki kesempatan terbaik untuk memasuki dunia yang benar-benar sehat. Menikmati makanan yang kaya akan vitamin, termasuk asam folat bersama dengan vitamin C, memastikan dirimu mendapatkan cukup vitamin, semenjak tubuhmu bisa menyerap mereka lebih baik melalui makanan daripada melalui suplemen.

Jadi pastikan ada banyak buah-buahan dan sayuran di piringmu semua selama masa kehamilan, begitu pula protein tanpa lemak. Tentu saja, kehamilan bukanlah waktu untuk mencoba diet yang baru, kecuali telah direkomendasikan oleh dokter. Intinya: Makan makanan alami kaya nutrisi, hindari kalori kosong, dan kamu akan berada di jalur yang benar untuk membantu bayimu memiliki awal yang sehat.

Berhenti konsumsi alkohol, tembakau, dan narkoba

Alkohol, tembakau, dan penggunaan narkoba dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, lahir mati, dan keguguran, itu hanya beberapa contoh konsekuensi dari penggunaan selama kehamilan. Berhenti merokok sebelum hamil sangat disarankan, namun berhenti selama kehamilan sesegera mungkin masih akan memberikan perlindungan kepada bayi.

Dan jangan pernah sekalipun minum alkohol, meski hanya segelas setiap hari. Alkohol tidak memiliki tempat selama kehamilan, dan informasi yang salah tentang jumlah yang aman (tidak ada) atau jenis alkohol (semua jenis sama-sama merusak) untuk mengkonsumsi selama kehamilan dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi bayi yang belum lahir seperti keguguran atau cacat pertumbuhan.

Hindari minum obat yang tidak perlu

Beberapa obat selama kehamilan mungkin dibutuhkan-dan diperlukan- seperti obat yang mengelola kondisi kronis, seperti hypothyroidism. Namun, beberapa jenis obat yang lainnya tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan karena mereka melewati plasenta dan dapat menyebabkan cacat lahir.

Kebanyakan obat-obatan tidak punya data penelitian yang cukup untuk mendukung penggunaan selama kehamilan, seperti beberapa studi obat yang dilakukan pada wanita hamil. Beberapa obat yang telah definitif dikaitkan dengan cacat lahir, seperti thalidomide (Thalomid) dan isotretinoin (Accutane), tidak boleh digunakan selama kehamilan.

Ramuan Herbal alami juga harus dipertimbangkan dan harus dihindari, karena beberapa jenis secara negatif dapat mempengaruhi janin atau merugikan kehamilan. Sebagai aturan umum, yang terbaik adalah hanya untuk mengambil obat ketika itu benar-benar diperlukan, dan bahas lebih dulu penggunaannya dengan dokter sebelum mengambil setiap obat bebas, obat resep, atau suplemen herbal.

Pertimbangkan riwayat keluarga

Menurut webmd.com, ada lebih dari 7.000 cacat lahir dengan penyebab genetik. Sebuah keluarga dengan riwayat cacat lahir di kedua sisi harus dilihat dari dekat genetik mereka untuk menentukan apakah anak mereka yang belum lahir mungkin berada pada risiko atau tidak. Seorang konselor genetik dapat menelusuri suatu pasangan melalui riwayat keluarga mereka dan menawarkan evaluasi risiko untuk setiap anak-anak yang mungkin mereka miliki. Gangguan jantung, penyakit sel sabit, dan Down sindrome adalah beberapa cacat lahir yang paling umum dengan komponen genetik. Pasangan dengan pertanyaan mengenai kemungkinan memiliki anak dengan cacat lahir genetik harus menghubungi OB mereka untuk rujukan ke seorang konselor genetik.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2