Cara Pakar Kulit Menghindari Dan Mencegah Stretch Mark

by Ummi on December 10, 2016

Antara 40-90 % wanita Amerika mengalami stretch amrk setelah melahirkan. Biasanya, stretch mark muncul di ketiak dan paha, perut, dada dan pangkal paha, menurut analisis dalam American Journal of Clinical Dermatology. “Stretch mark diduga muncul akibat ekspansi atau pemelaran kulit yang cepat, seperti akibat dari kenaikan berat badan selama kehamilan atau pubertas, dan adanya sobek di jaringan ikat dan kolagen yang ditemukan jauh di bawah kulit,” kata Rachel Nazarian, MD, asisten profesor klinis di Rumah Sakit Mount Sinai Departemen Dermatology. Stretch mark adalah salah satu perubahan kecantikan signifikan lainnya yang terjadi selama kehamilan.

Meski stretch mark hampir tidak bisa dihindari, namun masih ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh agar membuatnya tidak terlalu parah, seperti yang kami kutip dari pakar kecantikan kulit berikut ini :

Kuncinya adalah : melembabkan

Kabar baiknya adalah : Stretch mark tidak bisa dihindari. Kabar buruknya ? Menurut Dr. Nazarian, beberapa orang secara genetik cenderung mengalami stretch mark. Tapi cara yang baik untuk membantu meminimalkan kemungkinanmu mendapatkan stretch mark adalah untuk memastikan supaya melembabkan kulit secara keseluruhan, terutama selama masa kehamilan dan kenaikan berat badan atau penurunan berat badan yang drastis, karena kulit yang terhidrasi dengan baik adalah lebih kenyal dan lebih mampu menahan kekuatan regangan. Ini adalah aturan kulit untuk menggunakan pelembab.

Rajin melakukan pijat

Hal pencegahan lain yang membuat kulit sehat dan mungkin tidak terlalu menderita stretch mark adalah pijat, menurut Dr. Nazarian. “Saya mendorong pasien untuk melakukan pijat dengan emolien yang membantu meningkatkan sirkulasi dan berpotensi meminimalkan kemungkinan stretch mark,” kata Nazarian.

Pentingnya hidrasi

Hidrasi adalah kunci untuk begitu banyak hal ketika berbicara tentang tubuh kita. Menurut American Pregnancy Association, menjaga kulit tetap terhidrasi adalah pertahanan yang besar terhadap stretch mark. Hal ini membuat kulit kenyal, sehingga dapat menjadi lebih fleksibel bahkan ketika itu ditarik dan membentang. Jika kamu tidak terlalu suka minum air putih, kamu bisa mencoba untuk membuat flavoured water agar mau minum lebih banyak air.

Gunakan retinoid oles

Tretinoin atau Retin-A, yang merupakan turunan dari vitamin A, biasanya diresepkan untuk jerawat atau anti-penuaan, tapi ini juga adalah satu-satunya bahan aktif yang terbukti mampu ¬†memudarkan stretch mark. Ia bekerja dengan cara mendorong remodeling kolagen (pembentukan kembali kolagen), yang membantu menyembuhkan bekas luka (dan stretch mark adalah sebuah bentuk jaringan parut). “Dengan dioles, Tretinoin telah terbukti mampu merangsang pertumbuhan kolagen baru, kata Jeremy Brauer, MD, seorang ahli bedah dermatologi yang berbasis di NYC,” yang akan mengurangi tampilan stretch mark. ” namun Dr. Nazarian memperingatkan bahwa retinoid tidak aman selama kehamilan atau saat menyusui . Retinoid bekerja dengan baik ketika digunakan sejak awal, ketika stretch mark masih merah dan meradang. Setelah stretch mark menjadi putih, mereka lebih sulit untuk diobati.

Cobalah terapi laser

Semenjak stretch mark hampir tidak mungkin untuk dihapus sepenuhnya, tujuan pengobatannya adalah untuk memperbaiki penampilan dan tekstur kulit sebanyak mungkin, menurut Dr Brauer. Dia menambahkan bahwa perawatan laser pembuluh darah striae merah yang baru, seperti laser dye yang berdenyut, sangat sukses mengurangi warna stretch mark serta mencapai beberapa perbaikan dalam tekstur. Laser non ablatif fraksional juga efektif untuk meningkatkan tekstur. Dr. Nazarian menambahkan bahwa perawatan seperti Fraxel, CO2, dan microneedling semuanya dapat membantu merangsang kolagen dan serat elastin di bawah kulit.