≡ Menu
werno-werno.com

Cara Tepat Mengatasi Demam Pada Anak

Jika kamu adalah seorang ibu muda, tentu kamu sudah pernah mengalami, sang anak sering mengalami demam sewaktu dia masih bayi. Demam adalah tanda umum dari penyakit, tapi itu tidak selalu menjadi hal yang buruk. Bahkan, demam biasanya adalah respon normal dari sistem kekebalan tubuh anak terhadap virus atau infeksi bakteri.

merawat bayi demam

Sebagian besar anak yang sehat dapat mentolerir demam dengan baik, dan itu berlangsung sekitar 3 sampai 5 hari dalam keadaan normal. Penyebab paling umum dari demam pada bayi adalah infeksi virus. Dalam beberapa kasus, tumbuhnya gigi dapat menyebabkan sedikit peningkatan suhu tubuh. Pada bayi yang usianya lebih muda, demam bisa menjadi tanda infeksi serius. Bila kamu melihat adanya kenaikan suhu badan bayimu, maka itu dapat menjadi perhatian besar bagi bunda. Kamu mungkin berada dalam dilema, apakah akan memanggil dokter atau melakukan sendiri perawatan medis darurat. Pedoman di bawah ini mungkin bisa membantumu untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam mengatasi demam anak;

Pedoman kondisi demam pada bayi menurut American Academy of Pediatrics (AAP):

  • Bayi baru lahir hingga usia 3 bulan : Suhu badan bayi yang lebih tinggi dari 38 derajat Celsius adalah masalah yang memprihatinkan.
  • Bayi usia antara 3 dan 6 bulan: Demam tinggi yang lebih dari 38,3 derajat Celsius, harus segera diperiksakan ke dokter anak.
  • Bayi usia 6 bulan atau lebih: Suhu lebih dari 39,4 derajat Celsius, perlu berkonsultasi langsung dengan dokter.

Jika bayimu menunjukkan tanda-tanda atau gejala penyakit lain, seperti pilek, batuk, muntah atau diare, konsultasikan dengan dokter. Selain itu, sebagai orangtua, selalu percaya pada instingmu. Jika kamu pikir kamu harus menghubungi dokter, maka segera lakukan.
Dalam situasi apapun, selain obat resep dari dokter, kamu dapat mengikuti beberapa tips berikut untuk membantu merawat atau mengurangi demam bayimu ;

  1. Kompres Dingin

Segera setelah bayimu mulai mengalami demam, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan meletakkan kain basah dingin di atas dahi bayimu. Seiring air dari kain basah menguap dari kulit, hal itu akan menarik demam dan suhu tubuh akan turun dengan cepat.

1. Taruh sedikit air keran yang dingin di dalam mangkuk.
2. Rendam kain lap yang bersih di dalam air tersebut.
3. Peras keluar air yang berlebihan, kemudian tempatkan kain basah tadi di atas dahi bayi.
4. Setelah kain menghangat, lepaskan dan ulangi lagi langkah diatas.
5. Lakukan hal ini sampai demam mulai menghilang.

Anda juga dapat menggunakan lap basah untuk mengompres anggota tubuh lain dari bayi seperti ketiak, kaki, tangan dan pangkal paha untuk mengurangi suhu.
Catatan: Jangan gunakan air yang sangat dingin atau es, karena dapat menyebabkan suhu internal tubuh meningkat.

  1. mandi air hangat

Mandi air hangat akan membantu menenangkan bayi yang rewel dan membantu mengatur suhu tubuh. Hal ini bahkan akan membantu bayimu tidur lebih nyenyak, yang mana itu dibutuhkan untuk pemulihan lebih cepat.
• Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, berikan mandi hangat dengan spons (di lap saja) 2 atau 3 kali sehari.
• Untuk bayi 6 bulan atau lebih, maka beri mereka mandi biasa dalam air hangat beberapa kali sehari. Setelah sesehabis mandi, segera ganti pakaian bayimu.
Catatan: Jangan gunakan air yang sangat panas atau dingin, karena dapat menyebabkan suhu internal tubuh yang meningkat.

  1. Susui bayi dengan ASI

Untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan yang mengalami demam, pemberian ASI sangat penting. ASI menawarkan keseimbangan yang unik dari nutrisi yang memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi yang lemah dan telah disesuaikan untuk memerangi penyakit bayi.
ASI cepat dan mudah dicerna. Bahkan akan menjaga bayi sakit terhidrasi dengan baik, yang penting untuk pemulihan lebih cepat.

  • Cobalah untuk menyusui bayi mungilmu sesering mungkin. Jika bayimu menolak untuk disusui saat mengalami demam, maka cobalah posisi menyusui yang berbeda. Kamu dapat menjaga bayi tetap tegak saat menyusui sehingga membuat bayi lebih nyaman selama sesi menyusu.
    • Jika bayi secara teratur menolak untuk disusui, pompa keluar ASI dan minumkan ke bayi dengan menggunakan sendok atau botol.
  1. Berikan Lebih Banyak Cairan

Untuk bayi yang sakit, maka penting untuk meningkatkan asupan cairan. Cairan akan membantu mendinginkan mereka dan mengganti cairan yang hilang melalui keringat untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain dan penundaan pemulihan.
Karena sedang demam, bayi dapat menolak sejumlah besar cairan pada suatu waktu. Jadi, cobalah untuk memberi mereka jumlah cairan yang lebih kecil namun lebih sering.

  • Berikan solusi rehidrasi oralit (baik buatan sendiri atau tersedia di pasar) bersama dengan air hangat untuk bayi kecil yang lebih muda dari 6 bulan untuk membantu mengisi cairan dan elektrolit.
  • Seiring dengan pemberian air dan solusi rehidrasi oral, susu dingin, es pop, jus buah dan yoghurt dingin juga dapat diberikan kepada bayi usia 6 bulan atau lebih.
  1. Jaga Bayi tetap berada di tempat yang sejuk

Ketika merawat bayi yang sedang sakit, maka penting untuk tetap mengawasi bayi berada pada suhu kamar. Seharusnya tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Maka jaga agar kamar bayimu tetap berada pada suhu yang nyaman antara 21,1-23,3 ° C.

    • Jika menggunakan kipas angin, maka usahakan tetap pada pengaturan rendah (low). Namun, pastikan bayimu tidak tidur langsung di bawah kipas angin.
    • Jika menggunakan AC, jaga suhu pada tingkat yang nyaman. Pastikan bayi tidak menggigil dan meningkatkan suhu tubuhnya.
    • Selain itu, hindari menggunakan ruang pemanas nonstop, karena dapat membuat bayi terlalu panas.
      Jaga ruangan bayi sakit di tempat yang sejuk di sebagian besar waktu. Jika kamu membawa bayimu di luar, maka coba untuk berada di tempat yang teduh.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment