Dahsyatnya Khasiat Retinol

by Siti Eka Kurniyati on January 27, 2016

Retinol biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit yang membandel seperti kulit yang memerah seperti lobster, bekas sengatan matahari, jerawat, dan kulit yang mengelupas. Jadi, tak heran bahwa beberapa dari kita menjauh dari hal-hal tersebut, karena berpikir bahwa retinol itu terlalu keras bagi kulit. Namun para pakar kulit atau Dermatologist bersumpah dengan keampuhan retinol, dan menganggapnya sebagai salah satu benda yang harus dimiliki oleh hampir semua orang (berada di urutan kedua setelah SPF), bahkan bagi mereka yang memiliki kulit sensitif sekalipun. Dan, penelitian selama 30 tahun terakhir telah menunjukkan bahwa retinol dapat mengatasi berbagai macam masalah dermatologis (masalah yang berkaitan dengan kulit), termasuk jerawat, kerutan, dan kulit kasar atau berubah warna. Hal tersebut tentu tidaklah buruk untuk sebuah bahan aktif tunggal.

“Saya tidak pernah tahu adanya satupun dokter kulit yang tidak menggunakan produk retinol pada kulit mereka,” kata Heather Rogers, MD, dermatolog yang berbasis di Seattle dan asisten klinis profesor dermatologi di University of Washington. “Kita semua sudah membaca studinya dan kita semua menggunakannya.” Sebelum kita menyelam lebih dalam, kamu harus tahu bahwa ada tiga tingkat retinoid: 1.) Asam retinoat murni (pure retinoic acid), merupakan jenis retinol terkuat dan hanya bisa digunakan berdasarkan resep dari dermatolog, 2.) Retinol, yang banyak dijual di pasaran namun pengaruhnya lebih lemah dan kurang begitu mengiritasi jika dibandingkan dengan retinoid yang murni; 3.) Turunan retinol seperti Retinyl retinoate dan Retin-A, yang mana juga banyak dijual di pasaran dan lebih lembut daripada retinol.

Memang benar, kamu mungkin tidak benar-benar mampu menghindari iritasi jika kamu menggunakan barang-barang tersebut. Tapi, kamu dapat mengurangi resikonya dengan menggunakan cara yang strategis. Untuk seseorang yang sama sekali baru di dunia retinol, Dr. Rogers menyarankan untuk menggunakan produk turunan retinol (derivatif) dua kali seminggu untuk menghindari stres kulit. Jika kulitmu masih bereaksi negatif, ia menyarankan untuk menggunakan pelembab terlebih dahulu. Setelah kamu merasa nyaman dengan penerapan selama dua kali seminggu, kamu dapat meningkatkan frekuensinya sampai kamu benar-benar merasa nyaman dengan penggunaan Retinol sehari-hari.

Bagi beberapa orang, langkah berikutnya adalah mencoba transisi ke konsentrasi resep asam retinoat. Tapi, tidak peduli kamu sedang berada di tahap mana, jangan pernah mengharapkan hasil hanya dalam semalam. Sementara beberapa penelitian menunjukkan adanya perbaikan kulit dalam waktu satu bulan, Dr. Rogers mengatakan kamu juga harus berkomitmen untuk terus menggunakan produk retinoid untuk setidaknya waktu tiga bulan sebelum menilai apakah retinol benar-benar bekerja atau tidak untuk kulitmu.