≡ Menu
werno-werno.com

Diet sehat dengan terapi Detoksifikasi

Pernahkah mendengar istilah terapi detoksifikasi? Detoksifikasi adalah suatu tindakan menjalani pola makan dengan mengonsumsi hanya buah segar sepenuhnya sepanjang hari, yang biasanya dikonsumsi dengan cara diblender atau langsung dikunyah. Namun, umumnya orang akan lebih suka diblender, karena akan lebih nyaman dan praktis dikonsumsi tanpa harus repot-repot mengunyah.

Diet sehat dengan terapi Detoksifikasi

Detoksifikasi dilakukan utnuk membuang timbunan kelebihan sampah dan racun yang telah menumpuk dalam tubuh. Sebenarnya, setiap hari tubuh sudah melakukan proses detoks karena setiap hari tubuh sudah melakukan pembuangan. Baik pembuangan itu lewat buang air besar, air kecil, ataupun keringat. Namun, jika apa yang kita makan dan dikeluarkan tidak seimbang, maka racun akan menumpuk. Sampah atau sisa makanan tadi sebagian besar disimpan di usus besar karena ukurannya bisa membesar hingga lima kali lipat ukuran normal. “Sisa makanan yang tidak bisa keluar akan dipadatkan di dinding usus dan akhirnya menumpuk terus menjadi kerak dan menjadi sarang penyakit, sehingga akan terjadi pembentukan racun”. Ujar Andang Gunawan, seorang ahli terapi nutrisi.

Manfaat detoksifikasi

Tujuan utama dari melakukan detoksifikasi adalah agar badan kita menjadi sehat dan menyingkirkan racun-racun yang mengendap didalam tubuh sehingga metaboliosme bisa terjaga dengan baik. Selain itu, detoks juga memiliki banyak manfaat lainnya, diantaranya:

  • menjadikan kulit tampak bercahaya, sehat dan mulus.
  • menjaga berat badan tetap ideal.
  • meningkatkan vitalitas tubuh.
  • meningkatkan system dan kekebalan tubuh.
  • menghilangkan selulit.
  • mengurangi tingkat stress, depresi dan insomnia.

Detoksifikasi boleh dilakukan bagi siapa saja yang merasa pola makannya kurang terjaga. Namun, detoks tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit berat dan serius seperti kanker stadium lanjut, orang yang sedang menjalani perawatan medis secarat intensif, orang yang baru pulih dari penyakit serius, dan juga bagi balita.

Program detoksifikasi

Bagi kamu yang ingin mencoba program detoksifikasi, sebaiknya dimulai dengan program detoksifikasi ringan, yakni dengan menjalani detoks selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut, kita hanya boleh memakan buah (baik di blender atau di makan langsung) dan air putih. Lalu, mengapa harus buah yang dijadikan sarana untuk detoks? Karena buah adalah bahan yang paling nyaman dan memiliki rasa manis alami. Disamping itu, selain buah mengandung banyak nutrisi, buah juga termasuk antioksidan kuat yang berguna untuk membuang racun. “jadi, selama detoks kita tak perlu khawatir kehilangan zat gizi”.

Jus buah diminum setiap dua jam sekali, dengan diselingi minum air putih. Buah yang dianjurkan untuk program detoks adalah, pepaya, nanas, apel, semangka, dan wortel. Dianjurkan pula untuk melakukan mono diet. Artinya, kalau di hari pertama minum jus papaya, maka selama seharian hanya menggunakan buah papaya saja. Kalau hari kedua apel, maka apel terus selama hari kedua, dan begitu pula di hari ketiga.

Program detoks praktis ini bisa dilakukan setiap satu bulan sekali. Biola sudah terbiasa, bisa diteruskan selama lima hingga tujuh hari berturut-turut. Kamu juga harus banyak minum untuk memperlancar proses pembuangan dan menhindari terjhadinya dehidrasi.

Efek samping detoksifikasi

Selama proses detoks berlangsung, biasanya akan mengalami pusing dan badan terasa lemas, karena sebagian besar energi tubuh dipusatkan pada fungsi pembuangan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari melakukan aktivitas yang menguras banyak energi. Lakukan pula olahraga ringan seperti jalan kaki, senma peregangan, yoga atau Tai-chi  ditengah udara terbuka dan bersih untuk memperlancar peredaran darah dan getah bening..

0 comments… add one

Leave a Comment