≡ Menu
werno-werno.com

Efek Negatif Makan Larut Malam

Memang, kebanyakan orang akan makan larut malam dalam kesempatan tertentu. Dalam beberapa kasus, makan selama jam-jam larut malam bahkan bisa membantu dan tidak berbahaya. Meski begitu, jumlah makanan yang berlebihan dan memakan jenis makanan tertentu, bisa menyebabkan masalah. Mengkonsumsi sebagian besar kalori sepanjang siang, dalam bentuk makanan utama atau camilan yang seimbang, akan meningkatkan kadar energi yang positif, mengendalikan nafsu makan, dan keseluruhan kesehatan. Namun jika kamu makan di tengah malam, ada makanan yang harus dihindari saat larut malam seperti kopi, daging dan fast food. Sebaiknya, pilihlah makanan yang bergizi, seperti biji-bijian utuh, buah, atau sayuran. Karena, jika kamu salah dalam memilih makanan, ada beberapa efek negatif ytang akan muncul akibat makan larut malam, diantaranya adalah sebagai berikut ;

efek negatif makan larut malam

Mempengaruhi tidur

Jika kamu kelaparan di waktu malam, makanan ringan dengan ukuran wajar dan sehat bisa membantumu cepat tidur. Saat kamu lapar di malam hari, makanalah camilan yang sehat seperti oatmeal dengan susu rendah lemak, dan hindarilah makanan yang berat dan makanan yang pedas, karena bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan merusak tidurmu. Hindari pula makanan yang berbentuk cair seperti sup dan milkshake, untuk mencegah agar kamu tidak perlu ke toilet tengah malam untuk buang air kecil. Makanan dan minuman yang berkafein seperti coklat, kopi, energy drinks, dan berbgai jenis makanan peningkat energi bisa membuatmu susah untuk tidur dan menyebabkan kepeningan di siang hari pada hari berikutnya.

Menaikkan berat badan

Berlawanan dengan kepercayaan yang sudah populer selama ini, makan terlalu malam tidak akan secara langsung menyebabkan lonjakan berat badan. Meski beigtu, makan beberapa makanan tertentu  di malam hari memang bisa berkontribusi menaikan berat badan. Berdasarkan sebuah interview di ABC News di tahun 2003, seorang pakar diet bernama Erica Blackburg menjelasan bahwa orang-orang sering mempergunakan waktu malam untuk memakan makanan tertentu seperti es krim dan chips. Berhubung makanan tersebut padat kalori dan rendah nutrisi, gagal dalam memilih ukuran porsi yang wajar, bisa menyebabkan asupan kalori yang berlebihan dan bertambahnya berat badan. Jika kamu lalu mencoba membatasi kalori di keesokan harinya sebagai kompensasi, siklus ini akan cenderung berulang dan bahkan akan lebih menyebabkan lonjakan berat badan. Namun, makan makanan padat kalori di malam hari juga bisa menaikkan kesehatan bagi orang yang mengalami penurunan berat badan akibat terserang penyakit, perawatan obat-obatan, atau berkurangnya nafsu makan. Jika kasusnya memang seperti itu, maka pilihlah makanan padat kalori yang menyehatkan, seperti kacang, alpukat, dan keju daripada harus makan makanan ringan kemasan.

Maag dan asam lambung

Asam lambung adalah kondisi umum saat dimana asam dalam lambung naik kembali ke kerongkongan setelah makan. Kondisi ini sering disertai dengan penyakit maag, atau rasa nyeri seperti terbakar di bagian dada sebelah bawah atau tengah. Meski hal ini wajar, asam lambung dan maag ringan bisa menjadi alarm terjadinya penyakit serius yang lain. Gejala yang terus berulang juga bisa mengindikasikan gangguan pencernaan yang kronis, yakni GERD. Berbaring setelah makan di malam hari juga bisa memicu gejala asam lambung dan gejala GERD yang lain, menurut keterangan dari National Digestive Disease Information Clearing House. Makan makanan terlalu banyak atau makan makanan kaya lemak, makanan berminyak dan asam seperti produk olahan tomat di malam hari, bisa mempertinggi resikonya. Maka dari itu, sebaiknya hindari untuk tidak makan terlalu larut jika kamu cenderung mudah terkena maag atau asam lambung.

0 comments… add one

Leave a Comment