≡ Menu
werno-werno.com

Efek Samping Dari Xylitol dan Sorbitol

Pernahkah kamu memakan permen atau permen karet yang mengandung Xylitol? Apakah produk makanan yang menggunakan xylitol dan sorbitol sebagai pengganti gula benar-benar aman? Xylitol dan sorbitol adalah gula pengganti yang biasanya ditemukan pada makanan berlabel “sugar free” atau “no sugar added”.

efek samping xylitol

Bagi orang yang sedang diet atau penderita Diabetes, mungkin akan lebih memilih makanan dan snack yang mengandung xylitol atau sorbitol sebagai cara untuk mengurangi asupan gula mereka. Xylitol dan sorbitol aman dikonsumsi dalam jumlah rendah hingga sedang. Namun disamping itu, jumlah yang tinggi juga bisa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Jika efek sampingnya menjadi terlalu mengganggu dan tidak mengenakkan, maka batasilah atau hindari makanan yang mengandung kedua bahan tersebut.

Xylitol dan sorbitol diklasifikasikan sebagai gula alkohol, tapi jangan terkecoh dengan namanya, karena sebenarnya xylitol tidak mengandung Ethanol, kandungan yang terdapat pada minuman beralkohol. Kamu juga bisa menemukan gula alkohol dalam permen, biskuit, soft drink dan makanan ringan lain yang berlabel “sugar free”. Xylitol ditemukan secara alami pada buah, sayuran, jamur dan beberapa sereal. Secara umum, xylitol rasanya masih kurang manis dibanding gula. Sedangkan sorbitol ditemukan pada buah dan sayur dan umumnya terbuat dari sirup jagung. Sorbitol rasanya 50% dari manisnya gula biasa.

Efek samping gula alkohol
Gula alkohol sangat sulit dicerna oleh tubuh. Sehingga sebagian besar efek sampingnya berkaitan dengan usus. Efek samping ini meliputi kembung, mual dan diare jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihah. Efek samping ini akan terjadi saat dosis xylithol melebihi 40-50 gram per hari.

Perlu diketahui jumlah gula alkohol dalam makanan kemasan bervariasi, sehingga sangatlah penting untuk membaca label makanannya. Biasanya perrmen batang bebas gula mengandung 25 gr gula alkohol sedangkan permen biasa mengandung 5 gr setiap sajiannya. Sensitifitas terhadap gula alkohol, bergantung pada masing-masing orang. Beberapa orang bisa mentolerir hanya dalam jumlah kecil. Maka dari itu, penting untuk mengukur toleransi individualmu. Meski gula alkohol adalah “bebas gula”, namun tetap penting untuk tidak berpikir bahwa ini merupakan tiket bebas untuk memakannya sebanyak yang kamu mau. Disamping gejala penyakit pencernaan, kenaikan berat badan juga terjadi pada seseorang yang memilih memakan gula tambahan dalam jumlah berlebihan.

Catatan bagi penderita Diabetes :
Jika kamu punya penyakit Diabetes, hati-hatilah bahwa gula alkohol masih dalam bentuk karbohidrat dan bisa mempengaruhi kadar gulamu, meski jumlahnya lebih sedikit dari gula.

0 comments… add one

Leave a Comment