Gejala & Komplikasi Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

by Ummi on September 11, 2015

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang banyak diderita masyarakat di Indonesia. Tekanan darah bisa dibaca melalui dua angka. Tekanan darah sistolik (angka yang berada diatas) sama dengan tekanan di pembuluh arteri saat jantung berkontraksi. Sedangkan tekanan diastolik (angka yang ada di bawah) adalah tekanan di pembuluh arteri saat jantung mengendur. Tekanan darah yang normal adalah berada di bawah 120/80. Untuk tekanan darah yang berada diantara 120/80 dan 139/89 disebut dengan “pra hipertensi”, dan tekanan darah yang berada di angka 140/90 ke atas tergolong kedalam tekanan darah yang tinggi. Sedangkan tekanan darah sistolik yang berada pada angka 90 atau 100 dianggap tekanan darah rendah.

gejala tekanan darah tinggi

Gejala tekanan darah tinggi

Beberapa orang yang menderita tekanan darah tinggi tidak mengalami gejala satupun, sehingga hepertensi juga dilabeli dengan sebutan “the silent killer” alias pembunuh diam-diam.

Tapi ada juga beberapa orang yang mengalami gejala-gejala hipertensi, yang meliputi :

  • Sakit kepala hebat
  • Pening
  • Nafas pendek
  • Penglihatan yang buram
  • Merasakan denyutan kuat di leher dan kepala
  • Mual-mual

Komplikasi tekanan darah tinggi

Komplikasi yang terkait dengan tekanan darah tinggi yang berlangsung dalam waktu yang lama meliputi penyakit jantung, penyakit ginjal, pengerasan arteri, kerusakan mata, dan stroke.

Tekanan darah tinggi bisa meningkatkan resiko dari beberapa penyakit, yakni :

  • Penyakit jantung : Peningkatan beban kerja pada jantung dengan mendorong terhadap tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pembesaran otot jantung, gagal jantung, penyakit arteri koroner, dan aritmia jantung.
  • Penyakit ginjal : Tekanan darah tinggi juga bisa merusak system penyaringan yang ada pada ginjal, menyebabkan protein tertumpah keluar ke dalam urin. Protein ini menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada ginjal dan dapat menyebabkan gagal ginjal.
  • Pengerasan arteri (atherosclerosis) : Tekanan yang meningkat melalui arteri dan arteriol bisa menyebabkan kerusakan pada dinding bagian dalam pembuluh darah, sehingga pembuluh darah mengeras.
  • Peningkatan risiko aneurisma: Peningkatan tekanan juga dapat menyebabkan peregangan atau pelebaran pembuluh darah, yang dapat mengakibatkan aneurisma.
  • Kerusakan mata: Jaringan sensitif dalam mata rentan terhadap kerusakan akibat  tekanan darah tinggi.
  • Stroke: Baik pengerasan pembuluh darah dan pelebaran pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi sama-sama bisa menyebabkan stroke.

Itu tadi adalah gejala dan komplikasi penyakit yang terkait dengan tekanan darah tinggi. Jika kamu mengalami salah satu gejalanya, maka kamu bisa menggunakan cara alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi seperti dengan olahraga teratur, mengurangi asupan garam, berhenti merokok, dan yang lainnya. selain itu, kamu juga bisa memakan makanan yang bisa menurunkan tekanan darah seperti buah berry dan buah bit.