≡ Menu
werno-werno.com

Hal-hal Yang Jangan Pernah Dilakukan Saat Wawancara Kerja

Entah kamu baru saja lulus kuliah dan ingin mencari pekerjaan baru, atau mencari posisi pekerjaan lain yang lebih menantang, mencari pekerjaan sampingan, atau apapun itu, maka selamat datang di dunia pencarian kerja. Kamu akan mengirim lamaran kerja, dan jika sedang beruntung, kamu akan mendapat jadwal untuk ‘interview’ alias wawancara, yang mana itu akan selangkah lebih dekat dengan ‘pekerjaan’. Lalu, bagaimana kamu bisa membuat kesan sebaik mungkin pada saat wawancara kerja? Berikut adalah beberapa tips dari para perekrut dan manajer perekrutan perusahaan ternama yang bisa kamu jadikan acuan :

Datang terlambat atau lebih awal

Itu sangat masuk akal. Jelas, ketepatan waktu sangat penting dalam sebuah wawancara kerja. Namun terkadang, karena grogi meyebabkanmu datang lebih awal atau justru terlambat. Kamu pikir mungkin datang lebih awal adalah poin yang akan mendukungmu. Namun kamu tentu tidak akan muncul di ruang interview lebih dari 15 menit lebih awal karena itu bisa membuat stress orang yang mewawancaraimu. Lagipula, mereka juga bertanggungjawab atas waktu menunggumu, dan mereka tidak mau merasa bersalah jika kamu terjebak di kursi tunggu untuk sesuatu yang tampaknya akan seperti selamanya.

Jadi, jika kamu datang lebih dari 10 menit lebih awal untuk wawancara, lebih baik cari tempat lain untuk menunggu, entah itu di mobil, kantin, atau yang lainnya untuk menghindari terciptanya kecanggungan. Dan mengenai keterlambatan, Cheryl Jordan, kepala keuangan untuk Omega / Cinema Props, menekankan, “Jangan terlambat. Tapi jika itu tidak dapat dihindari, pastikan untuk menelepon. ”

Takut membuat kontak mata

Kamu tentu tahu pepatah lama “Mata adalah jendela jiwa?” Yah, itu bukan hanya tipuan, puisi metafora belaka. Ketika berkaitan dengan wawancara kerja, mata Anda benar-benar memberikan pewawancara gambaran tentang tingkat ketertarikan, profesionalisme dan kepercayaan dirimu. Itu sebabnya kontak mata sangat penting. Melissa Logan, manajer umum di Amoeba Music, merekomendasikan, “Hindari mata yang berlarian ke mana-mana.”

Sebaliknya, cobalah untuk menjaga kontak mata sepanjang proses wawancara “Kontak mata juga menunjukkan ketulusan, kejujuran dan menghormati – yang semuanya penting ketika kamu pertama kali bertemu dengan calon bos. Dan sejauh kesan pertama dan kontak mata berpengaruh, Cheryl Jordan, CFO untuk Omega / Cinema Props menawarkan, “sebuah ucapan salam yang menyenangkan, dan percaya diri adalah penting – terutama untuk sebuah perusahaan di mana keterampilan melayani pelanggan adalah kunci.”

Mengecek ponselmu

Tentu akan sangat menggoda untuk mengirim pesan ke teman atau melihat akun Facebookmu ketika kamu di tempat yang tenang, dan sedang grogi menunggu wawancara. Namun, jangan pernah lakukan itu! Cheryl Jordan   berkata, “ Matikan ponselmu sebelum memasuki gedung. Jangan gunakan ponselmu walau ketika menunggu giliran wawancara di area resepsionis.” Karena, jelas dia,  “Karyawan yang bekerja di perusahaan tempatmu melamar kerja saat ini mungkin ‘memeriksa’ sang pelamar kerja. Dan jika pelamar berlebihan dalam ber-SMS atau menggunakan ponselnya, itu dianggap sebagai sinyal bahaya. Maka karyawan tersebut akan menyampaikan informasi ini kepada manajer yang mewawancarai. “Anda hanya harus benar-benar mengabaikan telepon Anda sepenuhnya di seluruh kunjungan,”saran Laura Santos, perekrut senior diRevolve Clothing, “Bahkan tidak meliriknya selama wawancara.”

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment