≡ Menu
werno-werno.com

Hal Yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang susah ditebak gejala dan penyebab pastinya. Kanker kulit atau yang biasa disebut melanoma menjadi salah satu momok tersendiri do Amerika Serikat. Dilaporkan, satu dari penduduk AS meninggal setiap satu jamnya akibat menderita melanoma. Agar kamu bisa mengantisipasi dan meminimalisir pemicu dan penyebab melanoma, berikut adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terkena melanoma yang harus kamu waspadai :

Sering melakukan penerbangan

Orang yang berprofesi sebagai pilot atau pramugari memiliki peluang dua kali lipat lebih besar menderita melanoma, dibandingkan dengan orang biasa pada umumnya, menurut penelitian yang dilakukan oleh University of California, San Fransisco di tahun 2014. “Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa untuk setiap sekitar 3.000 kaki kamu naik di atas permukaan laut, maka akan ada peningkatan 15 % dalam intensitas (kekuatan) radiasi sinar UV,” jelas Bruce Robinson, MD, seorang ahli dermatologis asal New York.

Hal itu berarti di atas ketinggian 30.000 kaki (di mana sebagian besar pesawat komersial terbang diatasnya) maka tingkat sinar UV nya adalah dua kali lipat dari permukaan tanah. Dan meskipun struktur pesawat memberikan beberapa perlindungan, namun sinar UV (yang bahkan akan jauh lebih kuat ketika terbang di atas awan atau gunung bersalju) akan tetap bisa tembus melalui kaca jendela pesawat. Untuk itu, menerapkan tabir surya berspektrum luas (yang bisa melindungi baik dari sinar UVA atau UVB) dengan kandungan SPF minimal 30 sebelum mendarat akan bisa membantu.

Tinggal di daerah pegunungan

Jika kamu tinggal di puncak gunung, maka kamu akan cenderung berisiko menderita melanoma dibandingkan seseorang yang tinggal di daerah yang lebih dekat dengan permukaan laut. Yang menjadi masalah, seperti yang dialami oleh perjalanan pesawat terbang adalah ketinggian. “Kebanyakan orang berpikir bahwa risiko terkena kanker kulit akan meningkat jika kamu semakin dekat dengan garis khatulistiwa saja, namun tingkat ketinggian yang lebih tinggi juga berbahaya,” papar Robinson. Tidak hanya jumlah radiasi UV nya akan meningkat, namun udara yang semakin menipis di puncak gunung juga tidak akan bisa dengan efektif menyerap gelombang UV, yang berarti itu akan lebih merusak sel kulitmu.

Terlalu sering mengemudi

Sekitar 3/4 kasus melanoma situ (tahap awal melanoma di mana sel kanker belum menyebar luas) adalah berada di bagian sisi kiri tubuh, menurut penelitian St. Louis University School of Medicine. Para peneliti menduga bahwa itu akibat paparan sinar UV selama kita mengemudi kendaraan. Meski kaca bisa dengan efektif menghalangi sinar UVB, kaca jendela bagian samping mobil masih memungkinkan 63% sinar UVA untuk masuk. Pria lebih cenderung menderita kanker kulit bagian sisi kiri daripada wanita, kemungkinan karena para wanita lebih banyak sebagai penumpang daripada pengemudi kendaraan.

Salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan memasang kaca jendela mobil yang transparan, yang bisa menangkis sinar UVA dan UVB tanpa mengurangi penglihatan. Atau pastikan kamu sudah memakai tabir surya berspektrum luas sebelum mengendarai mobil, bahkan di saat hari mendung sekalipun.

Pernah mengalami sengatan matahari walau hanya satu kali

Jika kamu pernah mendapatkan luka melepuh (sunburn) walau hanya satu kali, bisa melipat gandakan risikomu terserang melanoma di suatu hari nanti, menurut Melanoma Research Foundation. Dan memiliki sengatan matahari yang parah di badanmu, kemungkinan akan cenderung menyebabkan melanoma menyerang nanti, menurut peneliti dari American Journal of Epidemiology.

0 comments… add one

Leave a Comment