Ini Dampak Buruk Akibat Kebiasaan Menggigit Kuku

by Ummi on June 8, 2017

Salah satu kebiasaan yang umum dimiliki seseorang, menggigit gigit kuku atau dalam istilah medis disebut onychophagia, adalah semacam dari ‘ungkapan’ bahwa kamu sedang ketakutan atau letih, dan penyakit ini juga dapat memunculkan perilaku stres yang berhubungan dengan mulut lainnya seperti mengunyah pensil, menggigit bibir, atau merokok. Menurut American Academy of Dermatology, kebiasaan menggigit kuku biasanya sudah mulai sejak masih kecil dan bisa terus berlanjut hingga usia dewasa.

efek buruk menggigit kuku

Tanpa disadari, orang mulai menggigit kuku mereka saat terlibat dalam aktivitas lain, seperti membaca, menonton televisi atau berbicara di telepon. Kebiasaan ini dipraktekkan lebih banyak pada saat stres atau gembira, atau pada saat mengalami kebosanan atau tidak aktif.

Meski menggigit kuku kedengarannya bisa membantumu menghadapi stress atau melewatkan rasa bosan, namun juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang benar-benar kotor atau berbahaya, kata Adam Friedman, MD, profesor dermatologi di George Washington University. Berikut adalah beberapa dampak negative dari kebiasaan menggigit kuku yang bisa kamu alami :

Infeksi yang jorok

Saat kamu menggigit kukumu terlalu lebar, robekan atau abrasi kecil bisa terjadi di sekitar kulit di dekat kukumu. Bakteri berbahaya, jamur dan mikroorganisme lainnya dapat masuk melalui robekan atau lecet ini, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Salah satu bentuk infeksi yang paling umum disebut paronychia, dan bisa menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan benjolan nanah. Infeksi itu bisa bertahan selama berminggu-minggu pada suatu waktu, papar sebuah studi di jurnal American Family Physician.
Friedman mengatakan menggigit kutikula kuku adalah penyebab paronikina yang paling umum.

Menyebarkan kuman ke seluruh mulut

Tangan dan kukumu penuh dengan bakteri, jamur, dan kuman berbahaya lainnya. Bila kamu meletakkan tangan dan kuku yang tidak dicuci di mulutmu, maka kamu hanya akan meningkatkan risiko infeksi. Kuku adalah lokasi ideal untuk bakteri seperti salmonella dan E. coli.

Sebuah studi tahun 2007 yang dipublikasikan di Oral Microbiology and Immunology menguji 59 orang untuk melihat apakah menggigit kuku memiliki efek nyata dalam mengangkut bakteri ke mulut. Hasilnya, menunjukkan bahwa Enterobacteriaceae lebih banyak terjadi pada rongga mulut anak-anak dengan kebiasaan menggigit kuku (76%) dibandingkan anak-anak tanpa kebiasaan oral (26,5%). Bahkan bisa meningkatkan risiko kutil dan infeksi herpes.

Inflamasi

Komposisi kimia air liur kita, memungkinkannya untuk memecah lemak dan molekul makanan lainnya, kata Friedman. Meski itu bisa membantu pencernaan mu, hal itu juga dapat merusak dan menginflamasi kulit ujung jari jika kamu terus-menerus membuat mereka tersumbat di mulut, katanya. Untuk alasan yang sama, menjilati bibir juga bisa menyebabkannya menjadi pecah-pecah; Air liurmu sebenarnya mengotori kulit, kata Friedman.

Sakit perut

Saat kamu menggigit kukumu, mikroba berbahaya ditransfer dari kuku ke mulut dan masuk ke ususmu. Begitu berada di dalam perut, mikroba ini bisa menyebabkan infeksi gastrointestinal yang menyebabkan diare dan sakit perut. Anak-anak dengan kebiasaan menggigit kuku memiliki risiko penyakit pencernaan dan enterik yang lebih besar seperti infeksi cacing usus karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah.

Cantengan

Kuku jarimu mengandung lapisan generatif yang disebut “matriks”, yang seperti tempat tidur dimana semua sel kukumu berkembang, jelas Friedman. Menggigit kuku atau infeksi yang terkait dengan menggigit kuku dapat merusak matriks itu, yang bisa menyebabkan cantengan kuku yang kronis atau kelainan kuku, katanya.

Merusak bantalan kuku

Selain membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi kuku, menggigit kuku juga bisa menyebabkan kerusakan parah pada bantalan kuku, kutikula serta kulit di sekitarnya. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Indian Journal of Plastic Surgery melaporkan bahwa kelainan kuku dapat disebabkan oleh kebiasaan bawah sadar seperti menggigit kuku dan juga mencungkil benda dengan menggunakan kuku.

Kebiasaan ini menyebabkan elevasi kuku pada bagian distal dan menghancurkan perlindungan yang ditawarkan oleh hyponychium pada ujung distal. Menggigit kuku yang kronis juga bisa menyebabkan pemendekan kuku yang tak terelakkan.

Masalah kesehatan gigi

Menggigit kuku sama sekali tidak baik untuk kesehatan gigimu. Hal ini dapat mengganggu oklusi gigi yang tepat dan gigimu mungkin bergeser dari posisi semula. Hal itu juga bisa membuat gigi bagian depanmu retak atau gempil dari waktu ke waktu. Mereka yang memakai kawat gigi menempatkan gigi mereka pada risiko yang lebih besar lagi.

Seiring dengan mempengaruhi gigi, kebiasaan menggigit kuku juga bisa merusak jaringan gusi Anda. Sebuah penelitian tahun 2000 yang diterbitkan dalam Journal of Periodontology melaporkan bahwa kebiasaan menggigit kuku dapat menyebabkan cedera gingiva. Penelitian lain tahun 2010 yang diterbitkan dalam Journal of Contemporary Dental Practice mengkonfirmasikan bahwa kebiasaan menggigit kuku dapat menyebabkan cedera traumatik periodontal yang menghasilkan komplikasi yang lebih serius, seperti abses gingiva.