≡ Menu
werno-werno.com

Jenis-jenis Infeksi Bakteri & Cara Mengobatinya

Setelah kamu tahu pengertian bakteri dan perbedaannya dengan virus, ada baiknya juga kamu juga mengetahui jenis-jenis dari infeksi bakteri dan bagaimana cara mengobatinya. Seperti yang sudah kita tahu, bakteri bisa menyerang setiap organ tubuh manusia. Baik di kulit, mata, lambung, bahkan organ intim sekalipun. Berikut akan kami bahas secara lengkap beberapa jenis infeksi bakteri yang paling umum terjadi berikut cara pengobatan yang bisa ditempuh :

jenis infeksi bakteri

Infeksi bakteri di kulit

infeksi bakteri yang menyerang kulit biasanya disebabkan oleh jenis bakteri gram positif, yakni Staphylococcus dan Streptococcus atau organism jenis lain. Diantara penyakit infeksi bakteri kulit adalah :

  • Cellulitis : infeksi yang menyebabkan rasa sakit dan kemerahan di kulit yang biasanya akan terasa hangat saat disentuh. Cellulitis sering terjadi dibagian kaki, namun juga bisa muncul di bagian tubuh mana saja.
  • Folliculitis : merupakan infeksi pada folikel rambut yang menyebabkan kulit menjadi kemerahan, dan muncul benjolan yang membengkak seperti jerawat. Kolam renang yang tidak dirawat dengan baik atau mandi air panas bisa menjadi tempat persembunyian bakteri penyebab folliculitis.
  • Impetigo : menyebabkan luka berdarah, dan biasanya dialami oleh anak usia pra sekolah. Impetigo yang berbentuk bulosa bisa menyebabkan lecet yang besar, sedangkan yang bentuknya non-bulosa memiliki tampilan yang berwarna kuning dan berkerak.
  • Bisul : adalah infeksi kulit yang mendalam yang berawal di folikel rambut. Bisul berupa benjolan yang bentuknya lunak, kencang, dan berwarna merah yang terus berkembang hingga muncul nanah terakumulasi dibawah kulit.

Infeksi bakteri kulit bisa diobati dengan menggunakan antibiotik oral atau oles, tergantung dengan jenis bakteri penyebab infeksinya.

Infeksi bakteri yang ditularkan melalui makanan (Foodborne illness)

Infeksi bakteri adalah salah satu penyebab dari keracunan makanan. Muntah, diare, demam, menggigil, dan sakit perut adalah gejala umum dari keracunan makanan. Daging mentah, ikan, telur, serta unggas dan susu atau produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi bisa menjadi tempat persembunyian dari bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan sakit ini. Persiapan dan penanganan makanan yang tidak higienis dan sehat juga bisa mendorong pertumbuhan bakteri. Bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan meliputi :

  • Campylobacter jejuni (C. jejuni) : adalah bakteri penyebab penyakit diare yang sering disertai dengan kram dan demam.
  • Clostridium botulinum (C. botulinum) : adalah bakteri yang berpotensi mengancam jiwa manusia yang memproduksi neurotoksin yang kuat.
  • E. Coli : adalah bakteri penyebab penyakit diare bahkan diare berdarah yang bisa disertai dengan pusing, muntah, demam, dan kram perut.
  • Listeria : bakteri yang bisa menyebabkan demam, sakit otot, dan diare. Wanita hamil, orang yang sudah lanjut usia, anak kecil, dan orang yang memiliki system kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling banyak beresiko terserang infeksi bakteri ini.
  • Salmonella : bakteri yang menyebabkan demam, diare, dan kram perut. Gejalanya biasanya akan hilang setelah antara 4-7 hari.
  • Vibrio : bakteri ini bisa menyebabakn diare saat dicerna, namun juga bisa menyebabkan infeksi kulit yang parah saat terjadi kontak dengan luka yang terbuka.

Infeksi Menular Seksual akibat bakteri

Banyak penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri yang berbahaya. Terkadang, infeksi ini tidak dikaitkan dengan gejala penyakit apapun, namun masih bisa menyebabkan kerusakan serius pada system reproduksi. Penyakit menular seksual yang umum disebabkan oleh infeksi bakteri adalah :

  • Clamidia : adalah infeksi yang bisa terjadi baik pada pria dan wanita yang disebabkan oleh organisme yang disebut Chlamydia trachomatis. Clamidia bisa meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID) pada wanita.
  • Gonorrhea : biasa juga disebut dengan kencing nanah, dan disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pria dan wanita bisa terinfeksi bakteri ini. Gonorea juga bisa meningkatkan resiko penyakit peradangan panggul (Pelvic Inflamntory Disease) pada wanita.
  • Sipilis : penyakit ini bisa menjangkiti pria atau wanita dan disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Jika tidak segera ditangani, Sipilis bisa berpotensi sangat berbahaya dan bahkan bisa menjadi fatal.
  • Bakteri vaginosis : bisa menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari bakteri pathogen didalam vagina.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment