≡ Menu
werno-werno.com

Jenis Jenis Obat Herbal & Tips Mengkonsumsinya

Selain prosedur meracik obat herbal, yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan adalah jenis-jenis obat herbal berdasarkan bentuknya dan tips mengkonsumsi obat herbal.

  • Herbal yang direbus

Ketika merebus simplisia, api dinyalakan dengan maksimal hingga akhirnya mendidih. Setelah itu, kecilkan seminimal mungkin agar air tidak cepat menguap. Gunakan wadah yang menggunakan tutup, serta jangan terlalu sering membuka tutup agar zat aktif yang mudah menguap akan menghilang. Apabila ramuan menggunakan beberapa jenis simplisia yang berbeda, maka untuk yang pertama kali direbus adalah simplisia yang paling berat seperti kayu atau akar. Caranya, dengan merebusnya terlebih dahulu selama 10-20 menit dengan api kecil agar zat aktifnya larut saat nanti dididihkan. Selanjutnya, batu memasukkan tanaman herbal aromatic, dan terakhir simplisia yang berupa daun, atau bunga dan itu hanya membutuhkan waktu perebusan selama kurang dari 5 menit.

  • Herbal bebentuk serbuk

Herbal ini biasa digunakan dengan cara diseduh. Untuk penyeduhan, gunakan air mendidih dan diminum selagi hangat. Penggunaan air yang masih mendidih akan dengan cepat melarutkan ramuan tersebut.

  • Herbal berbentuk tablet

Pengemasan simplisia dalam bentuk tablet akan sangat membantu pasien yang akan mengkonsumsi karena terasa sangat praktis, dan mudah dibawa. Namun, kekurangannya adalah zat aktifnya lambat diserap tubuh sehingga efek drastis dari ramuan menjadi lambat. Sebaiknya ramuan bentuk tablet digunakan pada penyakit yang bersifat kronik dan defisiensi.

  • Herbal berbentuk ekstrak

Simplisia yang berupa ekstrak biasanya memiliki khasiat yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis yang lain. Hal ini karena proses ekstraksi dilakukan oleh pabrik farmasi besar yang telah memenuhi standarisasi bahan baku, uji priklinis, higienitas, serta uji toksisitas. Harus perhatikan dosis dan aturan pakai yang telah diberikan produsen.

Untuk aturan pakai obat herbal, pada umumnya ramuan herbal di konsumsi satu jam sebelum makan. Tujuannya agar penyerapan zat-zat yang berkhasiat lebih optimal serta tidak bercampur dengan makanan yang lain. Khusus obat yang bisa merangsang lambung, sebaiknya diminum setelah makan, dan yang berfungsi sebagai penenang dikonsumsi sebelum tidur. Untuk ramuan yang bersifat sebagai tonikum (penguat), sebaiknya diminum pada pagi hari sewaktu perut masih kosong..

0 comments… add one

Leave a Comment