≡ Menu
werno-werno.com

Kandungan & Manfaat Asparagus

Asparagus, sering kali menajdi menu favorit untuk dijadikan sup kental ataupun tumis. Sayuran ini hadir dalam tiga macam varietas, yakni berwarna hijau, putih, dan ungu. Namun, apapun jenis asparagus yang kamu pilih, asparagus tetap merupakan sayuran yang sangat enak dan lezat untuk di makan. Sayuran ini biasanya disajikan sebagai menu pembuka (appetizer) atau makanan pendamping (side dish). Kamu juga bisa mengolahnya dengan cara direbus sebentar, di grill, di tumis, atau dipanggang di oven.

Tidak hanya lezat, asparagus juga ternyata dikemas dengan banyak manfaat kesehatan. Sayur ini mengandung beberapa vitamin, seperti vitamin A, B1, B2, B3, B6, C, E dan K. Ia juga mengandung mineral seperti zat besi, asam folat, kalsium, natrium, seng, magnesium, mangan, fosfor, dan asam amino. Selain itu, asparagus juga mengandung serat makanan, karbohidrat, protein, dan lemak baik. Kabar baik yang lain adalah, asparagus juga rendah kalori dan sodium serta tinggi kandungan airnya.

Salah satu kelemahan dari asparagus adalah, jika kamu memakannya maka bisa menyebabkan bau yang sangat menyengat dan tidak enak dalam air kencing. Selama pencernaan, asam amino sulfur akan terurai menjadi komponen kimia yang bau, sehingga menyebabkan bau dalam urin. Juga, senyawa seperti fruktans dan rafinosa yang hadir dalam asparagus dapat menyebabkan gas perut. Namun meski begitu, jika melihat banyaknya sisi positif dari asparagus, kamu tetap harus memasukkannya dalam menu dietmu.

Berikut adalah beberapa manfaat & khasiat asparagus bagi kesehatan :

Mencegah kanker

Asparagus merupakan sebuah sayuran berdaun hijau yang kaya akan antioksidan, sehingga membantu memecah karsinogen (sel pemicu kanker) dan senyawa berbahaya lainnya seperti radikal bebas. Hal ini akan mengurangi risiko terserang berbagai jenis kanker, seperti kanker tulang, payudara, usus besar, laring dan paru-paru.

Selain itu, asparagus juga kaya akan glutathione, yakni senyawa detoksifikasi yang dapat membantu menghancurkan karsinogen. Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition melaporkan bahwa kekurangan glutathione memberikan kontribusi terhadap stres oksidatif, yang memainkan peran kunci dalam penuaan dan patogenesis dari banyak penyakit, termasuk berbagai jenis kanker. Sebuah studi 2011 yang dipublikasikan dalam European Journal of Cancer Prevention menyoroti akan efektivitas kemopreventif kanker dari akar asparagus adscendens.

Membantu melancarkan pencernaan

Serat makanan dan sifat pencahar dari asparagus bisa membantu mendorong makanan melalui usus dan menjaga sistem pencernaanmu tetap berjalan normal. Ini merupakan faktor kunci dalam menjauhkan yang namanya kembung dan sembelit. Plus, sayuran hijau ini mengandung inulin, prebiotik yang tidak dipecah dan dicerna sampai mencapai usus besar. Disana, inulin akan membantu memberi makan pada bakteri baik yang sudah ada dalam sistem pencernaanmu, sehingga akan meningkatkan kesehatan sistem pencernaanmu dan bahkan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Kandungan air yang tinggi juga membantu mencegah sembelit dan menjaga saluran pencernaan tetap sehat. Namun, kamu harus makan asparagus secara wajar karena dapat menyebabkan gas perut.

Menjaga kesehatan tulang

Menjadi sayuran yang tinggi vitamin K, asparagus memainkan peran kunci dalam menjaga kepadatan tulang yang tinggi. Bahkan perbaikan tulang dan sendi yang rusak oleh keausan. Hal ini pada gilirannya akan mengurangi risiko masalah seperti osteoporosis dan osteoarthritis.

Sebuah studi 2001 yang diterbitkan di Nutrition menunjukkan bahwa vitamin K dapat memodulasi metabolisme tulang. Hal ini juga positif mempengaruhi keseimbangan kalsium, mineral penting dalam metabolisme tulang. Studi lain yang dipublikasikan dalam Nutrition of Clinical Practice pada tahun 2007 juga menunjukkan bahwa vitamin K memiliki efek positif pada kepadatan mineral tulang dan menurunkan risiko patah tulang. Kandungan zat besi asparagus yang tinggi juga membantu dalam mempertahankan kekuatan dan elastisitas tulang dan sendi. Plus, ia memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi nyeri sendi, yang umumnya terkait dengan arthritis.

Mendukung kesehatan jantung

Khasiat Antioksidan dan anti-inflamasi asparagus yang sangat baik, membuatnya sangat bermanfaat bagi jantungmu. Vitamin B dalam asparagus membantu menjaga kadar homosistein yang sehat, sehingga membantu mencegah gangguan jantung serius.

Sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan dalam Circulation melaporkan bahwa kadar homosistein yang tinggi menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan penggumpalan darah di arteri dan vena. Untuk menurunkan kadar homosistein yang tinggi, asam folat serta vitamin B6 dan B12 sangat membantu banyak.

Plus, kandungan vitamin K juga mendukung kesehatan jantung dengan cara mencegah pengerasan arteri dan menjaga kalsium keluar dari lapisan arteri. Menjadi diuretik alami, sayuran hijau ini sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau kondisi yang berhubungan dengan jantung lainnya.

Meningkatkan kemampuan otak

Sayuran yang lezat ini juga membantu otak dalam melawan penurunan kognitif. Tingginya jumlah folat dan vitamin B12 dalam asparagus memainkan peran kunci dalam mencegah penurunan kognitif. Sebuah studi 2016 yang diterbitkan di JAMA Psychiatry menyoroti hubungan antara tingkat vitamin B12 yang rendah dengan penuaan otak. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan pentingnya suplementasi vitamin B12 pada perlambatan penuaan otak pada orang dewasa yang lebih tua.

Sebuah studi 2007 sebelumnya  yang diterbitkan dalam the Annals of Neurosciences menunjukkan adanya efek saraf dari ekstrak akar asparagus racemosus pada hewan percobaan serta subyek manusia. Asupan rutin asparagus dapat melindungi otakmu dari penyakit neurodegenerative yang mempengaruhi neuron di otak. Beberapa contoh penyakit neurodegenerative adalah Alzheimer, Parkinson dan penyakit Huntington.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

0 comments… add one

Leave a Comment