Kandungan & Manfaat Teh Hijau Bagi kesehatan

by Ummi on February 23, 2013

Selain teh hitam yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh, teh hijau atau yang sering dikenal dengan sebutan Green Tea juga memiliki kandungan manfaat yang sama. Tidak hanya baik untuk kesehatan jantung, tapi juga bisa mencegah timbulnya penyakit kanker. Para pakar yang aktif menekuni penelitian terhadap teh hijau menemukan bahwa resiko kanker payudara dan kanker prostat dapat dikurangi dengan mengkonsumsi teh hijau.

Kandungan & manfaat teh hijau untuk kesehatan

Suatu penelitian pernah dilakukan untuk meneliti 12 macam produk teh terdiri dari 6 teh hijau, 2 teh hitam, dan 4 teh olong yang telah difermentasi yang semuanya diproduksi di Cina. Penelitian itu membuktikan bahwa secara umum ekstrak teh hijau menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibanding ekstrak teh hitam atau teh yang difermentasi.

Diantara berbagai jenis teh, teh hijau memang bisa dibilang lebih populer. Awalnya, teh hijau hanya populer di Negara-negara Timur seperti Cina dan Jepang, namun kini dunia Barat pun kecanduan dengan keharuman dan kesegaran teh hijau. Keistimewaan teh hijau dibanding teh lainnya, terletak pada keharuman alaminya dan juga manfaatnya yang besar bagi kesehatan. Aroma teh hijau yang khas ini adalah harum dan lembut, sementara cita rasanya terasa ringan di mulut. Warna dari teh ini pun lebih jernih dibanding teh hitam atau teh olong.

Orang-orang Cina biasa meminum teh hijau setelah mengkonsumsi makanan yang berlemak atau berminyak, karena teh hijau akan menyerap minyak dan membersihkan mulut dari sisa minyak yang berasal dari makanan tadi. Selai itu,teh hijau juga merupakan jenis teh yang paling cocok jika dikombinasikan dengan jenis teh lain bertujuan untuk menambah selera atau melezatkan aroma minuman, misalnya dicampur dengan teh melati, teh anggur, atau teh lainnya.

Journal of Cellular Biochemistry, dalam salah satu edisinya menyebutkan bahwa kandungan senyawa polifenol yang tergolong sebagai antioksidan yang sangat ampuh, yang berjumlah banyak dalam teh memiliki peran sebagai pelindung terhadap penyakit kanker. Senyawa ini dapat menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Kalangan medis memperkirakan molekul yang dihasilkan dari radikal bebas inilah yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker dan juga berbagai penyakit lainnya seperti penyakit jantung sampai penuaan dini.

Menurut sebuah studi, daun teh hijau yang telah dikeringkan memiliki kandungan 40 % polifenol. Karenanya, selain dapat memerangi kanker payudara, zat tersebut juga dipercaya dapat menurunkan resiko kanker lambung, usus besar, paru-paru, hati, dubur, dan pankreas.

Diantara semua jenis teh yang ada, teh hijau mengandung paling banyak fluoride, suatu mineral yang mampu mencegah perkembangbiakan karies di gigi dan gigi menjadi tidak berlubang. Kelebihan lain terkait teh hijau adalah kandungan vitamin C-nya yang tergolong tinggi dan juga vitamin lainnya. Selain itu, teh ini juga mengandung mangan dapat membantu menguraikan gula dalam tubuh berubah jadi energi, yang akhirnya dapat menjaga gula darah tetap stabil.

Sebagaimana umumnya teh, teh hijau juga mengandung kafein. Namun, ini beda dengan kafein dalam kopi; yakni hanya sebanyak tiga sampai lima persen saja. Zat kafein yang berkadar rendah ini malah menjadikan segar peminumnya, selain juga mendorong aktifitas mental dan lambung menjadi baik kinerjanya dalam mencerna makanan sehingga lemak yang ada pada tubuh dapat dibakar dengan maksimal. Itulah mengapa, yang menjadikan dasar teh hijau sepertinya identik dengan diet, karena proses seperti ini sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan apabila dikonsumsi ketika perut masih dalam keadaan kosong.

Hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan menyebutkan bahwa senyawa tannin yang terkandung dalam teh hijau juga bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ginjal. Sedangkan daun basahnya dapat dimanfaatkan sebagai kompres apabila kulit digigitan oleh serangga, terkena panasnya sinar matahari.

Sesuatu yang spesial harus juga disajikan dengan cara yang spesial juga, seperti halnya teh hijau yang kaya akan manfaat dan sangat spesial untuk mengatasi beberapa penyakit ini akan bagus jika disajikan dalam porsi yang sedikit dalam cangkir berukuran kecil yang tanpa pegangan.

Cara penyajian seperti ini akan membuat orang yang meminumnya untuk menyeruputnya secara perlahan-lahan daripada meminum semuanya secara sekaligus. Dan tentunya akan lebih merasakan dan menikmati cita rasa dari teh hijau itu sendiri. Air yang digunakan untuk menyeduh teh hijau ini adalah air masak yang telah direbus dengan tingkat panas hingga 71 sampai 76 derajat celcius, yaitu ketika gelembung udara dari air rebusan itu masih kecil-kecil.

Menyeduh teh hijau cukup dengan merendamnya selama 2 – 3 menit, dan setelah teh selesai diseduh segera tutup poci atau tekonya agar seduhan teh segera membuka daunnya. Dengan menggunakan cara seperti di atas, kita akan mendapatkan aroma dan rasa yang maksimal. Yang perlu diingat, jangan campurkan gula, susu, atau jeruk nipis dengan teh hijau, karena bahan-bahan tersebut akan menghambarkan rasa teh hijau yang lembut..