Kapan Seorang Wanita Harus Menemui Ginekologis?

by Ummi on July 8, 2015

Banyak wanita ketakutan untuk menemui ginekolog. Mengunjungi ginekolog bisa menjadi tidak nyaman, dan beberapa prosedur tertentu untuk merawat masalahnya mungkin bisa menyakitkan. Meski begitu, ini merupakan hal yang harus dilakukan setiap wanita. Ginekologis adalah dokter yang berfokus pada kesehatan reproduksi wanita. Mereka akan mengecek tubuhmu untuk memastikan bahwa asistem reproduksimu sehat dan membantu menghindari munculnya masalah di masa mendatang. Lalu kapan seorang wanita harus segera menemui ginekolog?

kapan harus bertemu ginekolog

Periode menstruasi yang tidak teratur

Tidak mendapat haid satu kali saja itu masih tidak apa-apa, namun jika kamu tidak mengalami haid secara berulang kali, maka penting bagimu untuk menemui ginekolog. Ini mungkin bisa menjadi salah satu indikasi awal adanya masalah dengan system reproduksimu.

Tidak mengalami haid yang wajar biasanya dikaitkan dengan masalah seperti kenaikan / penurunan berat badan secara drastis, gangguan pola makan seperti anorexia atau bulimia, anemia, stress, terlalu banyak berpergian, menggunakan metode KB yang tidak cocok, dan obat-obatan illegal. Biasanya, ginekolog akan terlebih dulu memeriksa kemungkinan kehamilan. Jika terbukti negatif hamil, maka ginekolog akan menganalisa kemungkinan masalah yang lain. Bergantung pada penyebabnya, penanganan akan direncanakan untuk memperbaiki masalahnya dan mencegahnya untuk tidak terulang kembali.

Masalah urinary

Jika kamu bolak balik ke kamar mandi untuk kencing lebih sering daripada biasanya, maka segera temui ginekolog. Itu bisa saja tanda dari infeksi saluran kencing. Di samping itu, tanda dan gejala dari infeksi saluran kencing juga meliputi kencing yang berulang kali tapi dengan jumlah yang sedikit, sensasi nyeri atau terbakar saat kencing, nyeri panggul dan kencing dengan bau yang menyengat.

Perubahan vaginal yang tidak normal

Memang umum bagi wanita mengalami sedikit perubahan vaginal (mulai dari bening hingga warna lendir yang keruh) di antara siklus menstruasi. Ini merupakan bagian dari proses tubuh dalam membersihkan vagina dan mulut rahim. Meski begitu, jika kamu tahu ada perubahan dalam segi warna, bau dan kuantitas lendir vagina, maka temuilah ginekolog. Beberapa penyebab dari hal ini adalah infeksi jamur / bakteri, infeksi seksual menular, efek samping dari pil KB, kanker mulut rahim dan menopause.

Pendarahan yang tidak biasa

Jika kamu mengetahui keluarnya bercak darah atau sedikit pendarahan yang tidak ada kaitannya dengan haid atau ovulasi, maka cepat temui ginekolog untuk melakukan pengecekan. Pendarahan yang terjadi selama atau setelah hubungan badan bisa disebabkan oleh adanya cidera di uterus, peradangan mulut rahim atau masalah lain seperti kanker servik atau uterus atau adanya polip di uterus.

Darah haid yang terlalu banyak

Jika kamu tiba-tiba mengalami haid yang menyakitkan dan dalam waktu yang lama dan deras, maka jangan kamu abaikan itu. Pendarahan haid dianggap berat saat kamu harus mengganti pembalut lebih sering dari satu kali setiap 2 jam. Beberapa penyebab haid yang berat adalah ketidakseimbangan hormon, polip, penyakit peradangan panggul, fibroid, endometriosis atau penyakit ginjal dan liver. Banyaknya darah yang keluar saat haid yang berat ini juga bisa menyebabkan animea, kelelahan dan banyak komplikasi lain.

Vagina yang berbau

Bau vagina yang sangat menyengat adalah masalah yang sangat umum dikeluhkan wanita saat menemui ginekolog. Wajar jika vagina sedikit berbau, tapi jika baunya terlalu kuat seperti bau amis ikan, bisa mengindikasikan adanya suatu masalah. Hal ini bisa disebabkan oleh bakteri, infeksi jamur, kurang higienis, perubahan hormon, dan penyakit seks menular. Jika hal tersebut disebabkan infeksi, kamu mungkin akan mengalami gejala lain seperti gatal-gatal kemerahan dan iritasi di area vagina.

Hal yang perlu dan jangan dilakukan saat bertemu ginekologis :

– Carilah ginekolog di daerahmu yang sekira akan membuatmu nyaman saat membicarakan masalahmu.
– Selalu catat daur menstruasi bulananmu dan bawa informasi ini saat pertemuan.
– Siapkan beberapa pertanyaan yang ingin kamu utarakan.
– Tetaplah santai dan tenang sebelum bertemu ginekolog.
– Jangan malu membicarakan setiap masalah yang kamu alami.
– Jangan tutup-tutupi perilaku sosialmu, aktifitas seksualmu atau informasi kesehatan penting yang lain.
– Jangan berhubungan seks di malam sebelum hari pertemuan.
– Jangan gunakan obat anti jamur 24 jam sebelum pertemuan.