Kenali Jenis-Jenis Susu Dan Pilih Yang Terbaik Untukmu!

by Ummi on June 20, 2015

Banyak sekali jenis susu dan beragam pula manfaatnya. Selain itu, pilihan susu di supermarket yang berjajar, tentu akan semakin membuatmu bingung untuk menentukan mana jenis susu yang terbaik untukmu. Untuk itu, ketahui beberapa jenis susu yang ada agar kamu tidak salah pilih:

jenis-jenis susu dan manfaatnya

Susu sapi (Dairy Milk)

Tak bisa dipungkiri, susu sapi itu baik dan menyehatkan (namun jika kamu alergi terhadap laktosa, kamu mungkin tidak mau memilihnya). Susu sapi adalah tambang emas nutrisi karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh seperti kalsium, Vit D dan potassium. Kalsium dan Vit D penting bagi tubuh karena mereka bekerja sama untuk menopang skeleton yang kuat, terutama saat kamu mulai menua. Sementara potassium membantu mempertahankan tekanan darah yang sehat. Satu gelas susu mengandung 8 gram protein, yang bermanfaat untuk menjaga perut agar tetap kenyang dan membantu pembentukan otot, dimana ini merupakan kunci untuk bisa menurunkan berat badan. Jadi, jika kamu akan minum susu sapi, jenis susu sapi mana yang sebaiknya kamu pilih?

  • Susu skim (bebas lemak)

Baik untuk : saat kamu mencoba menurunkan berat badan.

Hanya mengandung 80 kalori per cup, susu versi bebas lemak ini memiliki jumlah kalsium, vit D dan potassium yang hampir sama dengan susu versi low atau full fat. Kelemahannya, beberapa orang bilang bentuknya terlalu encer.

  • Low fat (Rendah lemak)

Baik untuk : jika kau ingin sedikit tambahan rasa.

Jenis susu dengan kandungan lemak 1 dan 2% , masing-masing menawarkan kandungan 100 dan 110 kalori tiap cup-nya. Mereka juga mengandung beberapa lemak jenuh sebesar 3 gr per cup-nya atau 15% dari jumlah harian yang disarankan. Jika kamu ingin susu yang lebih berasa daripada susu skim, maka pilihlah susu low fat, dengan catatan jangan mengkonsumsi banyak daging merah atau keju.

  • Susu penuh lemak (whole milk)

Baik untuk : Peminum susu yang wajar

Susu jenis ini mengandung 5 gr lemak jenuh setiap cup-nya. Namun jika hanya meminumnya 1 kali sehari saja, maka itu tidak jadi masalah. Meski penelitian yang baru menunjukkan bahwa lemak jenuh dari makanan penuh (whole food) tidak berpengaruh pada penyakit kardiovaskular dan mungkin bahkan menawarkan perlindungan, namun para ahli tetap menghimbau untuk membatasinya jika kamu diet. Jadi, jika kamu ingin susu murni penuh lemak, maka kurangilah makan camilan dan yang manis-manis dengan kandungan lemak jenuh.

  • Susu organik

Baik untuk : Susu pengganti ASI

Jika kamu berniat mengganti air susu ibu dengan susu sapi bagi bayimu, maka pilihlah susu organik karena tidak mengandung hormon tambahan apapun. Namun studi menunjukkan bahwa susu organik tidak terlalu penting untuk alasan kesehatan apapun, meski beberapa orang menganggap bahwa rasanya lebih enak.

Produk bukan susu sapi (Non-Dairy Milk)

Jika kamu memilih untuk menghindari produk turunan susu sapi karena masalah pencernaan atau alasan etika, maka kamu bisa memilih :

  • Susu kedelai

Baik untuk : jika kamu ingin mengganti produk susu sapi

Kedelai memiliki kandungan nutrisi yang hampir mirip dengan susu sapi. Dalam setiap cup-nya, susu kedelai terdapat 110 kalori dan 8 gr protein, dan susu kedelai yang versi diperkaya, memiliki kalsium dan vit D yang lebih banyak daripada susu sapi. Jika kamu ingin menjadikan susu kedelai sebagai susu nabati bagi anak-anakmu maka pilihanmu sangat tepat, karena kedelai memiliki jumlah yang tinggi dari nutrisi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan anak-anak.

  • ┬áSusu kacang kenari (Almond)

Baik untuk : Pilihan susu rendah kalori

Susu almond begitu populer, karena selain rasanya enak, juga dipenuhi dengan gizi yang penting bagi kesehatan. Bahkan dalam suatu tes rasa, banyak orang lebih memilih susu almond daripada susu sapi biasa. Menggunakan susu almond tanpa pemanis untuk dijadikan campuran smoothie atau oatmeal sangatlah baik jika kamu ingin memperhatikan kalorimu, karena satu cup bisa setara dengan hanya 30 kalori.

  • ┬áSusu beras

Baik untuk : Jika kamu memiliki alergi makanan

Kamu mungkin hanya memiliki reaksi alergi yang lebih sedikit saat minum susu beras dibanding dengan susu kedelai atau susu almond. Namun sayang, kandungan protein susu beras cukup rendah, hanya 1 gram per cup-nya. Namun lebih tinggi kandungan gula dan karbohidrat alaminya daripada jenis susu lainnya.