Kesalahan Mencukur Bulu Rambut Yang Merusak Kulit

by Ummi on September 21, 2016

Bagi kamu yang suka mencukur bulu rambut, entah itu bulu ketiak, bulu kaki, atau rambut pubik, tentu pernah mengalami kecelakaan saat mencukur. Luka gores, rasa perih, ruam, dan rambut yang tidak bisa tumbuh setelahnya adalah beberapa halyang sangat umum terjadi saat mencukur, tak peduli dengan seberapa mahirkah kamu menggunakan pisau cukur. Berikut adalah kesalahan paling umum yang banyak dilakukan wanita saat mencukur dan solusi jitu untuk mencegahnya terulang lagi :

Kamu tidak memakai krim cukur

Cukur kering alias dry shaving! Oww! Tentu akan sangat sakit. Meski cara ini bisa menghemat waktu, namun hampIr selalu akan menimbulkan sedikit luka kemerahan yang akan bertahan selama beberapa hari. “krim dan gel cukur memang dirancang untuk membantu pisau cukur bisa berjalan dengan mulus di atas kulit tanpa harus mendorong atau menekannnya,” ujar Joel Schlessinger, MD, seorang dermatologis bersertifikat. “Tanpa mereka, kamu hampi bisa dipastikan akan mengalami luka lecet, tergores, kulit rusak, dan iritasi.” Bahkan hanya menggunakan air akan lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kamu menggunakan pisau cukur yang bisa dibongkar pasang selama lebih dari seminggu

Kamu perlu membuang pisau cukur tersebut setiap satu minggu sekali jika kamu mencukur setiap hari. “pisau yang tumpul cenderung menyebabkan luka lecet, iritasi, perih, dan tergores dan pisau yang sudah lama bisa menjadi sarang bakteri, yang bisa menimbulkan infeksi,” ujar Schlessinger. Jika kamu ingin mencukur sedekat mungkin dengan iritasi yang minimal, maka perhatikan pada berapa hari pisau cukur mumulai menyiksamu. “Aturan praktis yang baik adalah jika kamu merasa pisau cukurnya mulai menarik-narik rambut atau kulit, maka buang pisau cukurnya, itu pasti seperti bom waktu yang menunggu untuk mengiritasi,” kata Dendy Engelman, MD, seorang dokter kulit di Manhattan Dermatology and Cosmetic Surgery di New York City.

Kamu mencukur di arah yang berlawanan dengan alur tumbuhnya rambut

Memang benar, hal tersebut akan membantu sedikit lebih dekat ke akar rambut saat mencukur, namun itu juga bisa menyebabkan rasa sakit. Plus,  ujung akhir yang tumpul dari rambut justru dapat tumbuh kembali ke dalam kulit bukannya keluar. “Terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, lebih baik untuk mencukur hanya dalam arah yang sama dengan jalur tumbuhnya rambut,” kata Schlessinger. “Jika kamu rentan terhadap ruam cukur dan rambut tumbuh ke dalam, oleskan gel atau serum khusus cukur, yang mengurangi iritasi yang disebabkan oleh teknik hair removal-seperti cukur.”

Kamu melakukannya dengan secepat mungkin.

“kamu akan lebih mudah untuk menggores dirimu, mengiritasi kulitmu, atau kehilangan spot tertentu ketika kamu mencoba untuk mencukur terlalu cepat,” kata Engelman. “Sebaliknya, kamu  harus menggunakan tekanan yang halus serta hati-hati, dan merata untuk mencegah masalah kulit.” Jika kamu mengiris-iris dirimu sendiri (meskipun sedikit) maka kamu mungkin berdarah lebih parah dari yang kamu harapkan, dan hal terbaik untuk dilakukan adalah memberikan tekanan pada daerah sampai pendarahannya berhenti.”

Kamu menerapkan terlalu banyak tekanan.

Ketika berbicara tentang seberapa keras kamu harus menekan pisau cukur di atas kulitmu, selalu ingat bahwa lebih sedikit lebih baik. “Semakin keras kamu menekan, permukaan kulit semakin menjadi tidak merata, karena pada dasarnya kamu menciptakan cekungan di mana pisau jatuh,” kata Engelman. Banyak pisau cukur multi-bilah bisa mencukur di bagian bawah kulit, menyebabkan rambut tumbuh ke dalam dan infeksi ketika kamu menekan terlalu keras.

Kamu tidak melakukan eksfoliasi terlebih dahulu.

Untuk menghindari benjolan pisau cukur, kamu harus menggunakan exfoliator sebelum menjalankan pisau cukur itu. Hal itu karena dengan menghilangkan sel-sel kulit mati, akan  memungkinkan pisau cukur untuk meluncur lebih mudah.

Kamu melewatkan memakai pelembab sesudahnya.

“yang terbaik adalah untuk melembabkan kulitmu segera setelah kamu melangkah keluar dari kamar mandi,” kata Schlessinger, karena menerapkan pelembab saat kulit masih basah, akan membantu mengunci segala sesuatunya di dalam. Jika kamu melewatkan langkah ini, lapisan atas kulit dapat dengan cepat menjadi kering dan dehidrasi akibat duet dari exfoliating dan mencukur. Engelman juga merekomendasikan untuk mengusapkan body oil yang menghidrasi di atas daerah untuk mengurangi peradangan dan kemerahan.