Kesalahan Penggunaan Pelembab Yang Kamu Lakukan

by Ummi on January 10, 2017

Memakai pelembab kelihatannya merupakan hal yang cukup mudah. Namun sebenarnya banyak sekali salah langkah yang kamu lakukan ketika berbicara masalah menghidrasi kulitmu. Nah, simak beberapa kesalahan yang sering kamu buat saat memakai pelembab agar bisa kamu hindari di lain waktu :

Kamu mengoleskan pelembab pada kulit yang kering

Untuk dampak yang maksimum, kamu tentu ingin losionmu untuk mengunci kelembaban sebelum ia menguap, kata Mona Gohara, MD, seorang profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine. Setelah mencuci muka, keringkan kulitmu dengan cara ditepuk-tepuk (pat dry), jangan menggosoknya dengan handuk, sarannya. “Kamu tidak akan melihat tetesan air,” katanya, tapi wajahmu semestinya masih sedikit basah ketika kamu meraih botol pelembab.

Kamu hanya menggunakannya secara sporadis

Paling tidak sekali sehari, sangat penting untuk mengendalikan kekeringan kulit. Untuk memahami alasannya mengapa, maka bayangkan jika kulit sebagai dinding bata, dengan sel-sel menjadi batu batanya dan matriks lipid (bahan lemak) menjadi adukan semen yang merekatkan mereka. Jadi hal itu seperti set-up yang nyaman, tetapi ada banyak hal yang dapat mengganggunya, termasuk cuaca dingin, air panas, dan produk yang keras. Penuaan memainkan peran juga, karena pasokan lipidmu akan menurun secara signifikan saat usia bertambah. Setelah adonan semennya terganggu, maka kulit akan kehilangan fungsinya sebagai penghalang untuk hilangnya air dan kulit menjadi kering. “Pelembab berguna untuk memperkuat adonan semen, sehingga akan semakin sedikit kelembaban yang keluar dan kamu akan lebih mampu untuk mempertahankan hidrasi,” jelas Gohara.

Kamu tidak melakukan persiapan dengan tepat

Meluruhkan atau mengelupas lapisan permukaan sel dapat memungkinkan pelembab untuk benar-benar tenggelam masuk ke dalam kulitmu. Berkonsentrasilah pada wajahmu serta titik-titik masalah yang ada di bawah leher, seperti siku, lutut, dan kaki, di mana kulit di bagian sini memiliki kelenjar minyak yang minimal dan dapat mengental akibat adanya gesekan. Perlu diingat bahwa kamu akan memoles permukaan yang halus, bukannya menggosok bak mandi: Maka itu, melakukan buffing lembut sekali atau dua kali seminggu dengan kain lap atau sikat pembersih berbulu lembut seharusnya cukup di musim dingin, kata Gohara.

Kamu tidak memakai pelembab sebab sedang berjerawat

Menggunakan pelembab sangat penting jika kulitmu rawan berjerawat, karena kebanyakan perawatan jerawat sifatnya mengeringkan dan banyak yang tidak akan bekerja dengan baik pada kulit yang kering. Jika kamu khawatir bahwa pelembabmu mengandung minyak yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat, maka pilihlah serum yang hydrating, saran Gohara. “Serum sangat terkonsentrasi tapi ringan, dan karena banyak serum yang berbasis air, mereka tidak akan menyebabkanmu berjerawat.”

Kamu mengoleskan pelembab terlalu tebal

Jika kamu harus benar-benar menggumpalkan pelembab agar foundationmu bisa ‘sit’ dengan lancar, maka saatnya untuk beralih pada produk yang memberikan hidrasi yang lebih terkonsentrasi. “Dalam kamus pelembab, losion adalah yang paling hydrating, kemudian krim, serum, minyak, dan salep,” Gohara menjelaskan. Pilihan pelembab yang paling tepat untukmu  adalah salah satu pelembab yang memungkinkanmu untuk dengan nyaman melapiskan sesuatu (seperti makeup) di atasnya tak lama setelah aplikasi.

Kamu menggunakan losion yang sama untuk siang dan malam hari

Kecuali kamu menggunakan tabir surya yang terpisah, pelembab pagimu harusnya mengandung SPF minimal 30. Jika kulitmu kurang begitu sempurna (dan siapa yang tidak!), maka pertimbangkan untuk memakai satu pelembab berwarna dengan SPF, saran Debra Jaliman, MD seorang dokter kulit di NYC, dalam bukunya yang berjudul ‘Skin Rules’. “Mereka membuat kulit tampak lebih muda dan bersinar.”

Kamu membeli pelembab yang terlalu mahal

“Ada beberapa produk pelembab high-end yang bagus, tetapi beberapa pelembab apotek biasa juga dapat melakukan pekerjaan yang menakjubkan, ” kata Gohara. Aturan praktisnya saat menelusuri lorong bagian perawatan kulit di super market adalah : Carilah bahan untuk melengkapi apa yang ditemukan secara alami di kulit, seperti lipid, ceramides, dan asam hyaluronic. Mereka semua kuat, tapi asam hyaluronic adalah superhero nyata di dunia kosmetik; Ia mampu menampung hingga 1.000 kali beratnya dalam air!

Kamu tidak menggunakan krim khusus untuk mata (eye cream)

Kamu pikir, kamu dapat menggunakan krim wajah di sekitar mata? “Salah, salah, salah,” kata Jaliman, yang mencatat bahwa kulit di area mata sangatlah halus dan membutuhkan produk yang diformulasikan khusus. “Gunakan hanya krim dan serum yang mengatakan mereka telah diuji ophthalmologically (aman untuk mata), dan itu artinya produk itu terhindar dari wewangian, yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan pembengkakan.” Teknik juga penting. Tepuk-tepukkan eye cream secara perlahan ke daerah undereye dan tepat di bawah alis, tetapi jangan pernah menempatkannya langsung pada setiap kelopak mata itu sendiri, Jaliman memperingatkan. “Kulit kelopak mata sangat tipis sehingga bahan-bahan benar-benar dapat menembus ke bola mata bawah.”

Kamu berharap bahwa pelembab bisa melakukan segalanya

Pelembab dapat menjaga kulit tetap lembut dan halus, tapi itu hanya merupakan salah satu bagian dari sebuah rejimen perawatan kulit yang baik, kata Gohara. Keharusan lainnya adalah termasuk cuci muka dengan pembersih yang lembut, menggunakan air hangat (tidak panas), dan menerapkan tabir surya setiap hari.