≡ Menu
werno-werno.com

Ketahui Cara Kerja Otak & Alasan Mengapa Kita Bisa Lupa?

Apakah kamu juga merasa, saat kita masih kecil, otak kita bagaikan mesin yang dilumasi dengan baik? Kita bisa menyerap berbagai informasi baru dan mengingat semua apa yang telah kita pelajari dengan baik. Dengan kata lain, otak kita bisa berjalan dengan optimal. Namun, saat kita mulai tua, dan lebih tua lagi, nantinya kita akan sering melupakan tempat dimana kita menaruh ponsel, nama dari rekan kerja baru yang kita temui di pesta kantor, kisah film yang baru saja kita tonton, dan masih banyak contoh yang lain. Lalu, mengapa itu bisa terjadi?

cara kerja dan fungsi otak

Bagi beberapa orang, penyakit semacam ‘Dementia’ dan ‘Alzheimer’ bukan lagi suatu konsep yang kabur, tapi merupakan mimpi buruk yang akan segera terjadi. Kali ini, akan kami ulas bagaimana cara kerja otak mempelajari dan menyerap informasi, dan apa yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia kita :

  • Lebih dalam tentang Otak

Otak manusia beratnya sekitar 3 pon. Dalam struktur yang relatif kecil tersebut, terdapat segala sesuatu yang membuat kita menjadi apa adanya kita, mulai dari pemikiran, perasaan, kenangan, dan pengetahuan. Disanalah letak perilaku sadar dan bawah sadar berada. Saat kamu mencoba memukul bola tennis, otak sadarmu akan membimbing strategimu, namun dibalik layar, otak bawah sadarlah yang akan mengubah irama nafasmu, gerakan kakimu, dan ayunan tanganmu, sehingga terkadang pemukulan tersebut bisa meleset.

Otak sendiri terdiri dari dua jenis sel utama. Pertama adalah Neuron atau sel saraf, yakni sel kunci yang yang dilibatkan dalam hal pemahaman dan kenangan. Mereka akan mengirim sinyal ke seluruh otak baik dari segi elektrik ataupun kimia. Kedua, sel Glial yang akan melindungi Neuron dan menyediakan mereka dukungan struktural dan metabolik. Setiap neuron, dipisahkan dari sesama neuron yang lain oleh raung kecil yang disebut dengan sinaps (synapse). Neuron akan berkomunikasi dengan satu sama lain saat salah satu neuron melepaskan senyawa kimia bernama ‘Neurotransmitter’ yang melintasi sinaps dan mengaktifkan neuron yang berdekatan. Setiap neuron lalu akan membentuk banyak sinaps dengan banyak neuron yang berbeda. Dan tahukan kamu, otak manusia berisi sekitar 100 miliar neuron dan 100 triliun sinaps.

  • Bagaimana cara kita memahami & mengingat sesuatu

Sinaps, ruang kecil yang terletak diantara neuron, adalah tempat di mana tindakan yang terpenting terjadi saat kita mempelajari sesuatu yang baru. Untuk membentuk ingatan jangka pendek, neuron akan melepaskan kuantitas neurotransmitter dalam jumlah besar di sinaps, membuat jalur yang lebih kuat dan lebih efisien. Sedangkan untuk membentuk memori jangaka panjang, otak harus menciptakan lebih banyak koneksi sinaptik di sepanjang jalur yang sudah aktif. Mengkonversi (memindah) kenangan jangka pendek menjadi kenangan jangka panjang adalah sesuatu yang sangat baik dilakukan ketika kita masih muda. Namun, transisi tersebut akan mulai kacau seiring bertambahnya usia, membuat otak akan lebih sulit untuk memhami dan mengingat sesuatu.

  • Penuaan otak yang normal

Pada permulaan penghujung usia remaja kita, kemampuan kita dalam mencerna novel, menemukan solusi kreatif untuk masalah-masalah baru, sudah mulai berkurang. Saat kita sudah mencapai usia 40-an, hampir semua dari kita akan memiliki apa yang disebut dengan ‘lupa ringan’. Kamu mulai tidak ingat dimana kamu menaruh kunci, kamu lupa jadwal pertemuan,  nama orang, atau letak parkir mobilmu. Pada usia 70, sebagian besar dari kita aka memiliki masalah memori yang jauh lebih signifikan. Di usia tersbut, sebenarnya, pembentukan memori jangka pendek kita masih utuh, namun kemampuan kita untuk mengubah pengalaman-pengalaman ini menjadi memori jangka panjanglah yang mulai bermasalah. Penelitian tentang otak mengungkapkan, bahwa proses penuaan otak yang normal ini berkaitan dengan jumlah dan aktivitas sinapsis di daerah pembentukan memori di otak yang mulai menurun.

Jadi, wajar jika kamu sering ‘lupa’ saat usiamu mulia menua. Namun, jika kamu khawatir dengan masalah sifat ‘pelupa’ mu karena tergolong parah dan berbeda jauh dengan anggota keluarga atau rekan-rekanmu, maka sebaiknya konsultasikan masalahmu pada dokter ahli otak untuk menganalisa kondisimu yang sebenarnya.

0 comments… add one

Leave a Comment