≡ Menu
werno-werno.com

Komplikasi Kehamilan Yang Umum Terjadi

Menjadi ibu hamil bisa menjadi saat-saat yang sulit bagi banyak wanita, terutama karena bisa terjadi banyak komplikasi, dan beberapa di antaranya bisa sulit untuk dihindari. Jika Anda berpikir bahwa kehamilan Anda normal, sangat penting bagi Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah atau mengobati komplikasi kehamilan yang paling umum.

komplikasi saat hamil

Komplikasi Kehamilan Yang Umum Terjadi

Komplikasi kehamilan yang paling umum terjadi meliputi preeklampsia, perdarahan, kehamilan ektopik, diabetes gestasional, plasenta previa, dan mual. Menginformasikan diri Anda tentang risiko ini, dan mengambil langkah proaktif untuk mencegah atau merawatnya sangat penting bagi kesehatan ibu dan anak.

Keguguran

Bila kehamilan berakhir dengan sendirinya, sebelum masuk masa 20 minggu, maka hal itu dapat merusak secara fisik dan menghancurkan secara emosional. Jika ada darah, jaringan atau cairan tubuh lainnya yang keluar dari tubuh dalam jumlah besar, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda telah mengalami keguguran dan telah kehilangan jabang bayinya. Proses ini tidak dapat dipulihkan kalau sudah terlanjur dimulai, dan terjadi pada kira-kira 10-20% kehamilan, kadang-kadang bahkan sebelum seorang wanita menyadari bahwa dia hamil.

Persalinan prematur

Meski masa gestasi untuk kebanyakan bayi adalah sekitar 40 minggu, namun ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan persalinan prematur, yang mana pada dasarnya tubuh Anda mencoba melahirkan sebelum waktu yang tepat. Beberapa faktor risiko untuk persalinan prematur diantaranya adalah, mengandung beberapa anak sekaligus (kembar), merokok, kelebihan berat badan, atau memiliki riwayat persalinan prematur pada kehamilan terdahulu. Jika Anda mendeteksi adanya gejala persalinan prematur, seperti sakit punggung, mual yang tidak dapat dijelaskan, pendarahan vagina atau tekanan pada selangkangan, segera bicarakan dengan dokter atau bidan Anda.

Preeklampsia

Ini adalah salah satu komplikasi kehamilan yang paling berbahaya, karena ini dapat mengharuskan terjadinya kelahiran prematur dalam beberapa kasus. Preeklampsia ringan mungkin hanya mencakup tekanan darah tinggi dan protein dalam urin, namun bentuk preeklamsia yang lebih parah dapat memiliki berbagai efek samping yang meliputi sesak napas, pusing, penglihatan kabur, mual, muntah, dan sakit kepala.

Diabetes Gestasional

Banyak wanita mengalami diabetes gestasional, bahkan jika mereka tidak berisiko tinggi terkena diabetes sebelum hamil. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, dan akan sering hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Penyebab diabetes gestasional adalah karena tubuh yang berusaha merawat bayi yang sedang tumbuh, alias meningkatkan sensitivitas insulin tubuh sehingga glukosa tambahan tersedia untuk memberi makan bayi. Jika resistensi insulin ini menjadi masalah yang lebih besar, diabetes gestasional mungkin timbul, artinya Anda perlu mengubah diet kehamilan Anda.

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana indung telur tidak menempel di dinding rahim, namun menetap di bagian lain sistem reproduksi wanita. Hal ini sering terjadi di tuba falopi, yang tidak memiliki cukup ruang bagi janin untuk berkembang. Bila implantasi yang salah ini terjadi, maka tidak ada cara untuk membalikkan efeknya, dan kehamilan harus diobati (dan akibatnya dihentikan) demi kebaikan kesehatan ibu. Kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 2% kehamilan.

Placenta Previa

Dalam kondisi medis ini, posisi rahim seorang wanita lebih rendah daripada kebanyakan kehamilan, saehingga sebagian menghalangi serviks (mulut rahim). Bila Anda menderita kondisi ini, maka kondisi itu belum tentu akan berbahaya bagi Anda atau bayi Anda, tetapi mungkin diperlukan operasi caesar untuk mempermudah persalinan, karena leher rahim adalah hal yang harus dilebarkan sebelum persalinan. Beberapa gejala umum plasenta previa meliputi perdarahan vagina yang berwarna merah terang dan tidak menyakitkan selama kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

Tekanan darah tinggi

Hipertensi selama kehamilan datang dalam berbagai bentuk, baik sebagai hipertensi yang sudah ada sebelumnya atau hipertensi kronis, yang ada sebelum kehamilan dimulai, atau hipertensi gestasional, yang dapat terjadi pada setiap saat selama kehamilan, seringkali pada trimester terakhir. Namun, kondisi ini harus ditangani dengan serius, karena dapat menyebabkan preeklamsia dan hilangnya protein melalui urine, yang dapat memiliki efek jangka panjang dan mungkin memerlukan penanganan segera.

Pendarahan

Pendarahan selama kehamilan seringkali terjadi, terutama pendarahan ringan atau bercak darah dalam beberapa minggu pertama setelah pembuahan saat sel telur menempel pada dinding rahim. Implantasi ini sering menyebabkan perdarahan ringan, yang menjadi perhatian banyak wanita. Pendarahan sesekali pada titik lain pada kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga, mungkin merupakan indikasi dari banyak masalah lainnya, jadi Anda harus mendiskusikan kasus pendarahan dengan dokter Anda sesegera mungkin.

Mual & Muntah

Morning sickness adalah gejala kehamilan yang sangat umum dan mempengaruhi mayoritas wanita pada suatu saat dalam kehamilan mereka. Hal ini bisa disebabkan oleh pergeseran hormon dalam tubuh, dan akan sering berhenti setelah trimester pertama. Namun, mual dan muntah bisa berlangsung lebih lama pada kehamilan untuk beberapa wanita, dan karena ini dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius, sebaiknya Anda berbicara dengan dokter jika Anda muntah dan mual berlanjut ke trimester kedua atau ketiga.

Penyakit Rh Negatif

Penyakit ini bisa menyerang wanita yang memiliki darah Rh-negatif dan mengandung anak dengan pria yang memiliki darah Rh-positif. Tubuh ibu tidak akan mengenali trombosit darah asing dan akan mengembangkan antibodi sebagai responsnya. Untungnya, kebanyakan bayi lahir sebelum antibodi ini diproduksi dalam jumlah besar, namun penyakit ini dapat mempengaruhi kehamilan berikutnya, karena antibodi dapat masuk ke janin, menyebabkan lebih banyak komplikasi kehamilan.

Rasa sakit

Ada beberapa jenis rasa sakit yang akan Anda alami selama kehamilan, mulai dari kram karena pertumbuhan bayi hingga nyeri punggung yang mungkin disebabkan oleh saraf yang terjepit. Meski sejumlah rasa sakit dan ketidaknyamanan selama kehamilan itu normal, namun Andalah yang paling mengetahui tubuh Anda lebih baik dari pada siapa pun. Jika rasa sakit terasa akut dan mendadak dan tidak hilang dengan istirahat, kompres atau perubahan posisi, mungkin sudah waktunya untuk berbicara dengan dokter Anda tentang apa artinya hal itu bagi kehamilan Anda.

0 comments… add one

Leave a Comment