Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Nyeri Sendi

by Ummi on April 28, 2016

Nyeri sendi bisa diartikan sebagai rasa tidak nyaman, peradangan, dan kekakuan di setiap tulang sendi yang ada di tubuh kita. Ini merupakan masalah yang sangat umum dialami oleh setiap orang, dan bisa menyerang saiap saja, tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Nyeri semacam ini bisa menjadi akut dan bisa juga hanya ringan atau malah parah yang sampai membuatmu tidak mungkin untuk menggerakkan persendian.

makanan pantangan untuk nyeri sendi

Rematik dan asam urat adalah dua penyebab utama dari nyeri sendi. Nyeri sendi juga bisa jadi merupakan akibat dari ketegangan otot, patah tulang atau dislokasi, bursitis, fibromyalgia, leukemia, dan lupus. Apapun penyebabnya, nyeri sendi dapat dikelola dengan obat, olahraga atau obat-obatan alternatif. Diet juga memainkan peran kunci dalam mengelola nyeri sendi. Meskipun ada banyak makanan anti-inflamasi seperti jahe, kunyit dan bawang putih yang dapat membantu melawan nyeri, namun ada juga makanan tertentu yang memicu nyeri sendi.

Jadi, jika kamu menderita nyeri sendi, maka kamu perlu untuk menghindari beberapa makanan tertentu yang bisa memicu inflamasi dan nyeri berikut ini :

Daging Merah dan daging olahan

Daging olahan dan daging merah mengandung bahan kimia, seperti nitrit dan purin, yang dapat meningkatkan peradangan dan rasa sakit di tubuh. Makanan daging olahan juga tinggi akan racun yang disebut dengan advanced glycation end products(AGEs) yang dapat menyebabkan peradangan.

Plus, sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mencatat bahwa glycan yang berasal dari daging merah bisa mempromosikan pengembangan inflamasi sistemik dan perkembangan kanker. Studi lain yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada tahun yang sama juga telah menemukan hubungan antara konsumsi daging merah dan biomarker peradangan. Jadi, cobalah untuk lebih makan sayuran dan buah-buahan segar ketimbang daging olahan.

Pemanis buatan dan olahan

Jumlah gula yang tinggi juga bisa meningkatkan tingkat AGEs dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Selain itu, gula buatan memicu pelepasan agen inflamasi yang disebut sitokin dalam tubuh. Menjadi tinggi kalori, asupan gula berlebih juga menyebabkan kenaikan berat badan, yang bisa menempatkan lebih banyak tekanan pada sendi dan meningkatkan rasa sakit.

Minuman ringan yang berpemanis, juga tidak baik untuk tubuhmu. Sebuah studi 2014 yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa konsumsi rutin soda bergula meningkatkan risiko rheumatoid arthritis (asam urat) pada wanita, terlepas dari faktor makanan dan gaya hidup lainnya. Untuk itu, hindari minuman manis seperti minuman ringan, sereal plus pemanis, minuman rasa buah serta makanan sarat gula seperti kue-kue, permen dan makanan ringan. Ssebagai ganti dari gula rafinasi dan pemanis buatan, pilihlah untuk pemanis alami seperti stevia, madu atau blackstrap molasses.

Produk susu

Produk susu juga dapat berkontribusi untuk nyeri sendi. Tingginya tingkat kasein protein dalam produk susu bisa memicu peradangan dan nyeri. Menurut sebuah laporan yang dibuat oleh Physicians Committee for Responsible Medicine, jenis protein ini juga bahkan dapat mengiritasi jaringan di sekitar sendi. Bahkan lemak jenuh dalam produk susu penuh lemak seperti susu, mentega dan keju dapat memicu adiposa atau peradangan jaringan-lemak, yang pada gilirannya meningkatkan rasa sakit. Hindari pula susu pasteurisasi ketika menderita nyeri sendi atau jenis lain dari nyeri kronis. Sebaliknya, pilihlah susu kedelai, susu almond, tahu, margarin dan produk non-susu lainnya. Anda bahkan dapat beralih ke diet vegan lengkap.

Minyak jagung

Minyak jagung adalah tinggi asam lemak omega-6 yang dapat memicu tubuh untuk memproduksi bahan kimia pro-inflamasi. Sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition and Metabolism mencatat bahwa peningkatan asupan asam lemak omega-6 bisa mempotensiasi proses inflamasi dan memperburuk banyak jenis penyakit inflamasi. Selain itu, minyak Safflower, bunga matahari, biji anggur, kedelai dan kacang tanah serta mayones dan banyak salad dressing juga kaya asam lemak omega-6.

Tidak perlu untuk sepenuhnya menghilangkan produk ini dari diet harianmu, karena asam lemak omega-6 juga dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kamu hanya perlu mengkonsumsi mereka dalam jumlah yang wajar. Sementara itu, lebih baik tingkatkan asupan asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, biji rami dan biji labu.

Tepung halus dan biji-bijian rafinasi

Tepung halus juga merupakan agen pro-inflamasi dan dapat meningkatkan nyeri sendimu. Makanan ini memiliki indeks glycemic tinggi sehingga memicu produksi AGEs yang merangsang peradangan. Sebuah studi 2013 yang diterbitkan di Nutrition menyoroti peran konsumsi harian produk gandum dan sereal biji-bijian terkait lainnya dalam mawujudkan peradangan kronis dan penyakit autoimun.

Selain itu, biji-bijian ini juga tanpa kandungan serat dan vitamin B dan mengandung kalori kosong. Asupan rutin produk ini bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung koroner dan diabetes. Alih-alih mengkonsumsi produk biji-bijian olahan seperti roti putih, pasta putih, dan nasi putih, cobalah untuk memakan gandum, almond atau tepung kelapa. Juga, tukar nasi putih dengan beras merah.

*Lanjutannya, klik page 2 yang ada di bawah

Page: 1 2