≡ Menu
werno-werno.com

Makanan Yang Harus Dihindari Saat Diare

Diare merupakan salah satu kondisi yang membuat tidak nyaman dan tidak menyenangkan yang pasti pernah dialami oleh hampir semua orang. Masalah gastrointestinal ini menyebabkan buang air besar yang lembek, berair dan mungkin lebih sering. Meski diare biasanya hanya berlangsung sebentar, gejalanya terkadang bisa berlangsung lama dan bahkan kian memburuk dalam beberapa kasus.

makanan penyebab diare

Hal sehari-hari seperti pola makan, obat-obatan dan stres memainkan peran kunci dalam bagaimana tubuh kamu bisa pulih dari kondisi apapun. Dalam hal diare, makanan yang kamu makan memainkan peran penting dalam mempercepat pemulihan atau memperburuk kondisimu. Makanan yang bisa menyebabkan diare cenderung mengandung sejumlah besar bahan buatan, minyak, rempah-rempah atau stimulan seperti kafein. Berikut adalah makanan yang harus dihindari saat kamu menderita diare :

Susu

Kandungan laktosa dalam susu dan produk susu lunak lainnya, seperti keju cottage, krim keju, es krim dan krim asam, adalah sesuatu yang tidak bisa ditangani ususmu saat Anda menderita diare. Bila Anda mengkonsumsi terlalu banyak laktosa, itu akan masuk ke usus besar, membuat kondisimu semakin buruk.

Namun, kamu bisa menenangkan sistem pencernaanmu dengan mengonsumsi yogurt dan keju keras karena mereka memiliki sedikit atau tidak ada laktosa sama sekali. Jika kamu tidak toleran terhadap laktosa, Anda dapat benar-benar bertaruh pada fakta bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa akan membuatmu diare. Gejala lain dari intoleransi laktosa meliputi buang gas, kram, kembung dan bau mulut. Untuk mencegah diare karena intoleransi laktosa, hindari produk susu dan susu sama sekali.

Cabe

Makanan lain yang bisa memperparah diare adalah cabe rawit. Senyawa capsaicin pada cabe diketahui bisa memicu diare. Ini akan mengganggu lapisan perut selama proses pencernaan, yang berakibat pada diare dan juga buang gas, kembung dan sensasi terbakar di perut Anda. Baik biji maupun kulit cabe bisa menyulitkan bagi sistem pencernaanmu yang lemah. Sebuah studi 2007 yang dipublikasikan di Neurogastroenterology & Motility menemukan bahwa konsumsi cabai menghasilkan lebih banyak rasa sakit pada perut dan rasa terbakar pada pasien dengan komdisi sindrom iritasi usus yang diare mayor daripada pada sukarelawan yang sehat.

Kopi

Kamu harus menghindari kebiasaanmu minum kopi saat sedang menderita diare. Kafein dalam kopi menyebabkan tinja yang encer. Selain itu, kafein memiliki efek diuretik yang bisa memperburuk dehidrasi akibat diare. Teh herbal bebas kafein dengan jahe atau peppermint adalah minuman alternatif yang sangat baik yang benar-benar akan menenangkan gerakan ususmu. Bukan hanya kopi, kamu harus menahan segala sesuatu yang mengandung kafein, seperti soda, sampai masalah perutmu benar-benar hilang atau akan mengganggu saluran pencernaan Anda dan mempercepat kehilangan cairan dan elektrolit.

Alkohol

Saat menderita diare atau masalah perut lainnya, jangan minum minuman beralkohol apapun. Alkohol bersifat sebagai racun pada lapisan perut dan juga mengubah metabolisme hati. Minum minuman beralkohol terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan pencernaan, yang bisa memperburuk kondisimu saat melawan diare. Selain itu, ini bisa mencegah rehidrasi dan memicu kehilangan air, yang bisa membuat kondisimu semakin memburuk. Selain itu, alkohol kadang-kadang mengganggu pengobatan yang diambil untuk mengobati diare, penyakit Crohn atau kolitis.

Polong-polongan

Dalam daftar makanan yang harus dihindari saat kamu menderita diare, kamu tidak bisa melewatkan kacang polong. Apakah kamu mengonsumsi kedelai, kacang lima, atau kacang polong, polong-polongan ini bisa melewati usus kecil dan memasuki usus besar dalam kondisi belum tercerna. Polong-polongan yang tidak tercerna merupakan salah satu penyebab utama perut kembung serta diare. Kacang polong juga tinggi akan lektin, sekelas protein yang menyebabkan peningkatan peradangan di usus. Untuk mencegah diare, kacang polong bisa dimakan dengan serat larut. Meski begitu, jangan mengkonsumsi kacang polong jika kamu sudah menderita diare.

Pemanis buatan

Pelaku lain dalam daftar makanan yang menyebabkan diare ini adalah pemanis buatan seperti sorbitol, manitol, dan xilitol, yang biasanya ditemukan pada permen karet bebas gula, permen dan obat-obatan. Pemanis ini diserap jauh lebih lambat dari pada gula biasa. Mereka cenderung mencapai usus besar tanpa diserap, yang pada gilirannya menyebabkan diare. Plus, bakteri dalam perut memakan gula tersebut dan menghasilkan lebih banyak gas. Jika kamu rentan terhadap gangguan perut seperti diare, selalu baca label nutrisi pada makanan sebelum kamu membelinya untuk menghindari pemanis buatan.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dan buah kering kaya akan serat yang tidak larut yang bisa membuat gejala diaremu semakin memburuk. Kacang sulit dicerna dan bisa mengiritasi lapisan usus Anda, apalagi saat sakit perut. Makanan semacam itu juga bisa menyebabkan banyak kembung. Gantikan kacang dan buah kering dengan cemilan sehat lainnya seperti wortel rebus atau pisang matang, yang bisa menenangkan perutmu.

Daging merah

Meski daging merah merupakan sumber yang baik dari banyak nutrisi yang baik, namun dibutuhkan cukup banyak waktu untuk mencernanya. Asupan daging merah juga meningkatkan kadar protein C-reaktif dan feritin, keduanya bersifat sebagai bahan kimia peradangan. Peradangan pada saluran pencernaan bisa memperburuk diaremu. Selain itu, daging merah terkait dengan penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes, kondisi di mana peradangan memainkan peran kunci. Saat tengah menderita diare, hindari daging merah dan cari sumber protein lain, seperti yogurt Yunani.

0 comments… add one

Leave a Comment