Manfaat Coenzyme Q10 Untuk Kulit

by Ummi on July 22, 2016

Coenzyme Q10 ! Kita semua tentu kerap mendengar istilah tersebut dalam banyak iklan produk anti-aging terkemuka di layar kaca. Lalu, apa manfaat Coenzyme Q10 untuk kulit? Apakah benar-benar manjur dalam mencegah dan menunda proses penuaan? Penasaran? setelah sebelumnya kita membahas tentang manfaat CoenzymeQ10 bagi tubuh, kini giliran kita akan membahas manfaat CoenzymeQ10 untuk kulit.

Seiring kulit mulai menua, kulit akan mulai menjadi semakin menipis dan kendur. Tergantung seberapa lamakah kamu menghabiskan waktumu di bawah paparan sinar matahari, berbagai macam tingkatan kerutan juga mulai terbentuk. Untungnya, sejumlah produk perawatan kulit yang menjadikan Co Q10 sebagai salah satu bahan utamanya, dapat membalikkan beberapa tanda-tanda penuaan kulit. Ubiquinone, yang juga disebut sebagai Coenzyme Q10, atau hanya Q10, adalah nutrisi yang diproduksi secara alami dalam tubuh.

Ubiquinone telah digunakan secara medis untuk mengobati gagal jantung kongestif, diabetes tipe-2 dan penyakit gusi. Koenzim Q10 membantu mengelola produksi energi dalam sel dan mungkin memiliki efek anti-penuaan pada kulit, catat Mayo Clinic. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan Coenzyme Q10 sebagai salah satu bagian dari produk perawatan anti-agingmu, konsultasikan dulu dengan doktermu sebelum mengambil suplemen Coenzyme Q10 atau suplemen apapun. Berikut adalah beberapa manfaat Coenzyme Q10 untuk kulit ;

Kerutan

Coenzyme Q10 dapat membantu mengurangi keriput atau kerutan halus di sekitar mata, menurut Mayo Clinic. Sebuah studi yang menggunakan hewan sebagai bahan percobaan diterbitkan pada tahun 2005 dalam jurnal ‘Biofactors’ menemukan bahwa asupan Q10 bisa meningkatkan epidermis (bagian dalam) lapisan kulit, yang mungkin menjadi pelopor untuk efek anti-penuaan pada kulit. Studi yang melibatkan tikus tanpa bulu tersebut, dipimpin oleh Yutaka Ashida Farmasi Research Laboratories, Shiseido Research Center, Yokohama, Jepang.

Efek meremajakan kulit

Seiring kulit mulai menua, serat yang menjaga kekencangan kulit, yang dikenal dengan sebutan kolagen dan elastin, secara bertahap akan mengalami penurunan. Penurunan bertahap dalam produksi alami Coenzyme Q10 yang terjadi seiring bertambahnya usia juga dapat memperlemah keefektifan serat ini. Mengkonsumsi suplemen Coenzyme Q10 dapat mengurangi kerusakan kolagen.

Efek melindungi kulit

Efek antioksidan Q10 juga dapat melindungi kulit terhadap kedua tipe penuaan, yakni intrinsik dan ekstrinsik, catat SkinTherapyLetter.com. Penuaan intrinsik adalah karena genetika, sementara penuaan ekstrinsik sebagian besar merupakan hasil akibat dari pilihan gaya hidup seperti merokok dan faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari.

Photoaging

Menerapkan Coenzyme Q10 sebelum pergi keluar di bawah sinar matahari dapat melindungi kulitmu dari kerusakan akibat matahari. Tidak seperti tabir surya, salep antioksidan seperti Q10 akan terbangun di kulit dan mungkin lebih tahan lama,catat Universitas Maryland Medical Center. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1999 dalam jurnal Biofactors menunjukkan bahwa Q10 memiliki kemampuan untuk mencegah banyak efek merugikan dari photoaging.

Photoaging adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan, menurut American Academy of Dermatology. Tanda-tanda photoaging mungkin termasuk kekasaran kulit, bintik-bintik hitam di kulit dan kerutan-kerutan halus.

Pengaruh Coenzyme Q10 pada kulit

Suplementasi oral koenzim Q10 mungkin sama efektifnya dengan resep topikal (dioleskan ke tubuh) dalam mengurangi keparahan kerutan, menurut sebuah studi tahun 2004 yang dilakukan oleh Fungsional Food Research Labs and H & BC Labs Research. Penelitian yang diterbitkan dalam majalah “FOOD Style”, menemukan bahwa suplemen koenzim Q10 oral yang setara dengan 60 mg sehari, dapat ┬ámengurangi daerah kerut sebanyak 33 persen, volume kerut sebanyak 38 persen dan kedalaman kerutan utama sebesar 7 persen hanya dalam waktu dua minggu. Para penulis penelitian mencatat bahwa hasil ini sebanding dengan penelitian lain yang diselesaikan pada resep obat oles. Bagaimanapun juga, hasil ini masih terbatas oleh ukuran penelitian, yang terdiri dari hanya delapan relawan perempuan.

Saran penggunaan

Saat ini masih belum ada nilai asupan yang direkomendasikan,yang ditetapkan untuk koenzim Q10; Namun, kebanyakan studi melibatkan dosis antara 50 sampai 300 mg per hari. Dalam studi yang disebutkan sebelumnya di majalah “FOOD Style”, peserta dalam penelitian mengkonsumsi 60 mg koenzim Q10 sehari secara oral. Penelitian “Biofactors” juga melibatkan suplementasi 50 mg koenzim Q10 sehari secara oral.

Peringatan

Kamu juga harus mewaspadai beberapa efek samping yang ditimbulkan saat mengkonsumsi CoQ10. Efek samping yang umum dari pemakaian suplemen koenzim Q10 oral termasuk mual, diare, sakit perut, muntah, nafsu makan menurun, tekanan darah rendah dan ruam kulit. Coenzyme Q10 tidak harus dikonsumsi jika kamu sedang hamil, menyusui atau memiliki tekanan darah rendah atau tinggi. Coenzyme Q10 dapat berinteraksi dengan beberapa obat termasuk obat-obatan kemoterapi, warfarin dan obat tekanan darah.