Mengenal Lebih Dalam Tentang Teh Matcha

by Ummi on June 4, 2015

Apakah kamu berharap untuk meningkatkan energi, suasana hati, metabolisme, serta fokus, disamping juga tetap bisa menurunkan resikomu terkena berbagai penyakit? Jika iya, maka cobalah minum teh yang satu ini, teh Matcha. Pasti nama ini sedikit asing di telinga kita, dan kurang begitu populer dibanding dengan nama jenis teh yang lain seperti teh hijau, teh hitam, teh putih, teh oolong, ataupun teh kombucha. Namun sebenarnya, teh Matcha sudah sangat populer dan bahkan dijadikan pilihan utama ritual upacara minum teh di negeri Sakura, Jepang. Penasaran dengan jenis teh yang satu ini, dan ingin tahu lebih banyak tentangnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini:

mengenal lebih dalam teh matcha

Teh Matcha sebenarnya merupakan anggota dari keluarga Camelia Sinensis alias teh hijau. Lalu, apa yang membuatnya berbeda? Yang menjadi pembeda teh Matcha dari teh hijau biasa adalah cara penanamannya, proses pemanenan, dan cara penyajian yang sama sekali tidak sama dengan teh hijau reguler.

Proses penanaman

Segera setelah teh matcha bertunas, daun tehnya akan ditutup dengan tirai buluh bambu sehingga mereka tumbuh di bawah naungan, yang akan mengurangi tingkat Fotosintesis. Proses ini dilakukan guna meningkatkan konsentrasi dari beberapa sifat menyehatkan yang ada pada teh.

Pemanenan

Teh matcha mulai dipanen pada 88 hari setelah hari pertama musim semi, umumnya terjadi pada permulaan bulan Mei. Panen pertama akan memproduksi daun teh muda kualitas tertinggi yang disebut dengan istilah ‘first flush’. Mempertimbangkan bahwa daun teh Matcha muda adalah yang terbaik dalam segi kualitas, rasa, dan warnanya, tak heran jika daun teh ini dipilih untuk digunakan dalam ritual upacara minum teh di Jepang.

Cara penyajian

Hanya merendam daun teh ke dalam air panas, akan menghasilkan teh hijau yang reguler (biasa). Lain halnya dengan teh Matcha. Teh ini dibuat dengan cara melarutkan bubuk teh halus (tidak berupa daun) ke dalam air panas, sehingga kamu sejatinya akan mengkonsumsi seluruh daun tehnya. Suhu ideal airnya berkisar antara 175 derajat. Dalam cara tradisional, sebuah pengocok bambu khusus yang diberi nama ‘chasen’, digunakan untuk mengaduk dan mencampur bubuk teh ke dalam air.

Cita rasa

Teh matcha memiliki rasa umami yang kompleks, kaya, membumi, lembut, serta sangat sedikit manis. Jika teh matcha yang kamu buat terasa getir, mungkin saja disebabkan kamu perlu membeli teh yang kualitasnya lebih baik, atau karena airnya terlalu panas selama proses penyajian. Peminum teh yang benar-benar serius, sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli teh kualitas tinggi sekelas upacara minum teh, dan berinvestasi dalam membeli sebuah ketel teh elektronik yang memungkinkanmu untuk memilih suhu seduhan. Jika kamu tidak punya ketel khusus, cukup masak air hingga mendidih, dan biarkan dingin selama 4-5 menit sebelum menambahkan bubuk tehnya. Matcha juga bisa bekerja baik dalam penyajian berbahan teh yang lain seperti menambahkan bubuk tehnya ke dalam smoothies, kue, atau resep lainnya yang juga akan menghadirkan warna hijau, rasa teh, dan banyak manfaat kesehatan yang sama.