Mengontrol dan mencegah komplikasi akibat Diabetes

by Ummi on December 21, 2014

Apakah kamu atau salah satu anggota keluargamu baru saja terdiagnosa mengidap Diabetes Mellitus? Apakah kamu tidak percaya hal tersebut bisa terjadi pada dirimu? Apa kamu merasa khawatir dan bingung dengan apa yang harus kamu lakukan? Jika jawabanmu iya, maka kamu tidak sendiri! Semua itu adalah perasaan yang wajar, dan sangatlah penting untuk berbicara dengan petugas kesehatan untuk membantumu melewati hal ini dan lebih fokus untuk mengontrol kadar glukosamu.

Mengontrol dan mencegah komplikasi akibat Diabetes

Ada dua jenis tipe Diabetes, yakni Diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 disebut juga dengan Insulin Dependent Diabetes, karena pasien dengan Diabetes tipe ini akan selalu tergantung pada suntikan insulin selama hidupnya. Penyebabnya adalah tubuh tidak memiliki insulin (kegagalan sel beta dalam pancreas tempat dimana insulin diproduksi). Jenis diabetes ini biasa diderita oleh seseorang sebelum umur 30 tahun bahkan sejak masih kanak-kanak. Jika pasien tidak disuntik insulin, maka kadar gula akan melonjak dengan cepat dan membuat mereka sekarat.

Sedangkan diabetes tipe 2, pasien masih bisa menghasilkan insulin, hanya saja insulinnya tidak berfungsi dan merangsang reseptor. Pasien yang menderita Diabetes tipe 2 biasanya berumur diatas 40 tahun dan bermasalah dengan obesitas/ berat badan berlebih. Tipe 2 juga memiliki faktor keturunan. Jadi, jika ada anggota keluargamu yang menderita tipe ini, maka ada kemungkinan kamu juga akan terkena penyakit yang sama.

Baik penderita Diabetes tipe 1 atau 2 memiliki daya kekebalan tubuh yang rendah, sehingga mereka akan mudah terserang penyakit lain. Mereka juga memiliki masalah dengan penyembuhan luka yang lama. Mengidap Diabetes tipe 1 atau 2  bisa menempatkanmu pada peningkatan resiko terkena beragam komplikasi yang besar. Komplikasi tersebut bisa bermacam-macam, meliputi komplikasi ginjal (nefropati), mata (retinopati), syaraf (neuropati), dan komplikasi jantung seperti serangan jantung dan stroke. Dengan menjalani kontrol yang baik atas Diabetesmu, kamu bisa membantu mengurangi kemungkinan komplikasi ini.

Diabetes bisa merusak otot-otot darah pada retina, yang bisa memicu kemungkinan kebutaan. Diabetes juga bisa meningkatkan komplikasi mata lain seperti Katarak dan Glaucoma. Kadar glukosa yang tinggi juga bisa berpengaruh pada syarafmu, terutama di bagian kaki dan telapak kaki. Kamu mungkin akan merasa mati rasa, kesemutan, atau nyeri yang hebat di telapak kaki. Beritahu doktermu jika terdapat luka kemerahan atau borok yang tak kunjung sembuh, karena mungkin sebagai pertanda dari Diabetes. Diabetes yang kurang terkontrol juga bisa merusak ginjalmu. Kerusakan yang serius bisa memicu pada gagal ginjal atau tindakan transplantasi ginjal. Untuk itu, guna mencegah semua kemungkinan resiko komplikasi tadi, kamu harus tetap menjaga kadar glukosa dan tekanan darah dalam batas yang normal. Kurangi resiko terkena komplikasi dengan selalu tepat waktu dan konsisten dengan semua jadwal perawatan kesehatanmu. Juga, hindari gaya hidup yang tidak sehat guna mengontrol kadar gula agar tidak melonjak tinggi dengan menjalani diet yang rendah gula dan mengkonsumsi makanan yang bisa mengurangi resiko Diabetes seperti apel dan yogurt..