≡ Menu
werno-werno.com

Mitos & Fakta Umum Tentang Kaitan Kolesterol, Makanan, & Lemak

Jika saat ini kamu sedang mencoba mempertahankan kadar kolesterol, atau doktermu mengatakan bahwa kamu perlu menurunkan kadar kolesterolmu, kamu mungkin akan memperketat pola makanmu. Namun, ini bukan berarti bahwa kamu harus menghindari semua makanan favoritmu. Mungkin itu disiasati dengan cara mengganti resep makanan dengan bahan yang berbeda, atau menggunakan metode memasak yang berbeda, seperti menumis sebagai ganti dari menggoreng.

Mempelajari berbagai jenis lemak yang kita makan dan di mana saja lemak ini bisa kita temukan dalam makanan, juga penting untuk mengendalikan kadar normal kolesterol dalam darah. Nah, agar kamu tidak salah paham dan semakin mengerti tentang kaitan antara kolesetrol, makanan, dan lemak, berikut adalah mitos dan fakta yang paling umum seputar masalah tersebut :

Mitos : diet paling sehat adalah diet yang membatasi semua jenis lemak

Fakta : kamu perlu mendapatkan 25-35 % lemak dari total kalori karena tubuhmu tidak bisa memproduksi sendiri beberapa jenis asam lemak esensial yang diperlukan untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Mitos : semua lemak makanan pada intinya sama

Fakta : ada beberap jenis lemak yang berbeda. Lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda sebenarnya dapat menurunkan kadar koleseterol jahat (LDL) sementara lemak jenuh dan lemak trans lebih cenderung diasosiasikan dengan meningkatnya kadar kolesterol jahat.

Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mengandung masing-masing jenis lemak :

  • Lemak tak jenuh tunggal : minyak zaitun, selai kacang, dan alpukat.
  • Lemak tak jenuh ganda : salmon, kasang-kacangan, biji-bijian, dan minyak sayur seperti minyak jagung, dan minyak kedelai.
  • Lemak trans : daging merah berlemak, daging asap, dan minyak tropical seperti minyak sawit dan minyak kelapa.
  • Lemak jenuh : makanan cepat saji seperti kentang goreng, dan beberapa produk makanan kemasan seperti donat, cracker, dan kukis. Ditemukan juga dalam segala sesuatu yang mengandung  ‘minyak yang sebagian terhidrogenasi’.

Mitos : produk yang berlabel ‘low fat’ pada umumnya juga opsi yang rendah kalori

Fakta : beberapa produsen makanan menggantikan lemak dengan bahan lain yang mungkin saja memiliki jumlah kalori yang sama banyaknya.

Mitos : makanan yang berlabel ‘trans fat free’ biasanya adalah opsi yang menyehatkan

Fakta : pabrik makanan mungkin saja mengganti lemak trans dengan lemak jenuh, yang juga bisa menaikkan kadar LDL. Secara hukum, produsen makanan  masih diperbolehkan untuk menyertakan 0.5 g lemak trans per sajian meski makanannya berlabelkan ‘zero’.

Mitos : jika ada label makanan yang bertuliskan ‘mengandung plant sterol’ setiap sajiannya akan mengandung jumlah yang cukup untuk menurunkan kolesterol

Fakta : tidak selalu begitu.  Untuk memastikan kamu menerima jumlah optimal dari plant sterol yang bisa menurunkan kolesterol, kamu harus melihat berapa  jumlah sterol per sajiannya dalam info gizi di kemasan. Menurut klaim kesehatan FDA, sterol yang berjumlah minimal 0.8 gram per hari dapat mengurangi resiko penyakit jantung.

Mitos : plant sterol yang bisa ditemukan dalam minyak sayur, buah, dan sayur mengurangi kolesterol dalam tubuh dengan cara melarutkannya di usus

Fakta : plant sterol bekerja dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol dari ususmu, yang pada gilirannya juga mengurangi kadar LDL dalam tubuh. Kolesterol yang tidak terserap tubuh akan dikeluarkan dari tubuhmu.

Mitos : plant sterol memiliki pengaruh yang kecil dalam menurunkan kadar LDL dalam darah

Fakta : hasil dari banyak penelitian klinis jelas-jelas mengindikasikan bahwa sterol sangat efektif dalam menurunkan kadar LDL. Sementara tingkat penurunannya tergantung pada berbagai faktor, kebanyakan penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi antara 0.8-3 gram sterol per hari dapat membantu menurunkan kadar LDL sebesar 5-15 %.

Mitos : orang dengan kadar koleterol normal tidak akan mendapatkan manfaat dari mengkonsumsi produk yang terbuat dari plant sterol

Fakta : plant sterol akan menurunkan kadar LDL baik dalam orang yang memiliki kadar kolesterol normal maupun tinggi. Plant sterol bisa secara signifikan menurunkan kadar LDL tanpa peduli pada awal poinnya.

Mitos : anak-anak dan wanita hamil sebaiknya tidak emngkonsumsi plant sterol dalam dosisi besar

Fakta : meski plant sterol secara umum diketahui sebagai bahan makanan yang aman, mereka biasanya tidak disarankan untuk wanita hamil dan menyusui, atau anak dibawah umur 5 tahun, karena individu tersebut biasanya tidak memiliki kebutuhan gizi untuk pengurangan kolesterol.

Mitos : jika kamu mencoba untuk menurunkan kadar kolesterol, kamu harus mencoba untuk menyingkirkan semua kolesterol dari dietmu hampir sepenuhnya.

Fakta : bagi sebagian besar orang, masih aman untuk mengkonsumsi sekitar 300mg kolesterol setiap hari di mana itu merupakan batasan harian yang disarankan.

0 comments… add one

Leave a Comment