Nutrisi Untuk Ibu Hamil & Janin

by Ummi on January 12, 2014

Menu makanan yang dikonsumsi ibu hamil, harus sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bumil sendiri dan juga bayinya. Ini sangat penting guna menjaga kesehatan tubuh selama hamil, dan juga menunjang perkembangan janin yang dikandungnya. Kekurangan gizi atau disebut malnutrisi selama kehamilan, dapat mengakibatkan berat otak dan bagian-bagian otak serta sel-sel otak janin tidak bisa berkembang dengan baik dan kurang dari ukuran normal. Selain itu, juga mengakibatkan menyusutnya ukuran plasenta yang berdampak pada berkurangnya suplai nutrisi ke janin sehingga janin tumbuh lambat atau terganggu. Ibu hamil dengan kekurangan gizi cenderung melahirkan premature atau berat bayi lahir rendah.

Nurtrisi untuk ibu hamil

Untuk itu, ibu hamil perlu untuk memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsinya. Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh bumil;

  • Karbohidrat dan serat

Keduanya merupakan sumber energi yang penting. Bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat diantaranya roti, nasi, gandum, sereal, dan pasta. Sedangkan serat bisa diperoleh dari tanaman padi-padian seperti gandum dan havermut, buah-buahan segar, dan sayur mayur.

  • Protein

Protein dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan jaringan. Bumil perlu mengkonsumsi protein sedikitnya 600 gram per hari, atau 20% lebih banyak dari kebutuhan normal. Sumber protein hewani bisa didapat dari telur, daging sapi, seafood, ikan, hati, dan unggas. Sementara sumber protein nabati berasal dari tempe, tahu, kacang-kacangan dan sereal.

  • Lemak

Meski lemak dibutuhkan untuk membantu penyerapan berbagai nutrisi, namun konsumsinya sebaiknya tetap dibatasi karena kalorinya sangat tinggi yang akan memicu kenaikan berat badan. Makanan yang mengandung lemak diantaranya susu, daging, mentega, keju, dan minyak.

  • Vitamin dan mineral

Sumber vitamin dan mineral yang paling ideal adalah diperoleh dari buah dan sayuran segar. Terutama buah yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, apel, anggur, dan aneka buah beri serta sayuran yang berwarna hijau atau jingga seperti bayam, buncis, wortel, dan brokoli.

  • DHA

DHA atau asam lemak dokosa heksaenat sangat dibutuhkan agar perkembangan otak janin menjadi maksimal. Setidaknya, 300 mg DHA harus dikonsumsi oleh bumil setiap harinya berdasarkan anjuran para ahli. Beberapa makanan yang menjadi sumber DHA adalah telur, hati, ikan, dan daging.

  • Asam folat

Sumber asam folat terbaik berasal dari jus jeruk dan sayuran berdaun hijau seperti bayam, brokoli, dan labu siam. Mengkonsumsi asam folat yang cukup sebelum pembuahan dan minggu-minggu awal kehamilan dapat mencegah terjadinya cacat lahir saluran saraf.

  • Zat besi

Akibat dari kekurangan zat besi dapat menyebabkan tingginya resiko komplikasi pada saat persalinan dan resiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan premature. Contoh makanan yang kaya akan zat besi adalah hati, kacang polong, daging sapi, dan padi-padian. Dibutuhkan sekitar 27 mg zat besi setiap harinya untuk konsumsi ibu hamil.

  • Seng

Seng atau zinc sangat penting bagi kesehatan ibu hamil dan bayinya. Kekurangan seng bisa mengakibatkan komplikasi saat hamil dan melahirkan. Sumber seng yang baik adalah hati, seafood dan daging..