Pengaruh Kadar Kolesterol Tinggi Terhadap Tubuh

by Ummi on November 4, 2015

Kolesterol tidak sepenuhnya berarti buruk bagi tubuh kita. Tubuh kita membutuhkan kadar kolesterol yang sehat agar bisa berfungsi dengan baik. Kolesterol adalah zat berlemak yang dibuat oleh liver (hati) dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Fungsi kolesterol akan memungkinkan tubuh kita untuk membuat vitamin D dan hormon, dan membuat asam empedu. Kita juga mendapatkan kurang dari 25 % dari total kolesterol tubuh dari makanan yang kita makan, terutama dari lemak hewani seperti jeroan dan otak hewan yang termasuk makanan dengan kandungan kolesterol tertinggi.

efek kolesterol tinggi

Jika kadar kolesterolmu tinggi, berarti kamu memiliki lebih banyak kolesterol dalam darahmu daripada jumlah yang dibutuhkan. Kebanyakan orang yang memiliki kolesterol tinggi memiliki gejala yang jelas. Kamu bisa menggunakan sebuah tes darah yang sederhana untuk bisa mengetahui apakah ukuran kolesterolmu normal atau tinggi. Dan jika ternyata kolesterolmu tinggi, maka melakukan perubahan pola makan, olahraga, dan obat-obatan tertentu sapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan efektif dan menghindarkan kita dari resiko penyakit jantung. Lalu, apa pengaruhnya kadar kolesterol yang tinggi terhadap tubuhmu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini :

Sistem peredaran

Kolesterol akan bergerak melalui aliran darahmu dengan perantara lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, dan kita memerlukan kedua-duanya. Low density Lipoprotein (LDL) atau yang biasa disebut dengan ‘kolesterol jahat’ akan mengangkut kolesterol ke tempat yang diperlukan. Dan jika terlalu banyak jumlahnya, hal tersebut akan menumpuk di arteri sehingga bisa menyumbatnya. High Density Lipoprotein (HDL) akan mengambil kelebihan kolesterol dari jaringan dan sel tubuhmu, dan mengembalikannya lagi ke hati untuk diolah kembali. Itulah mengapa HDL disebut juga dengan ‘kolesterol baik’.

Kerja dari arteri (pembuluh darah) adalah untuk memindahkan darah dari jantung ke bagian lain dari tubuhmu. Terlalu banyak jumlah LDL dan jumlah HDL yang tidak mencukupi akan menyebabkan kecenderungan terbentuknya plak dalam pembuluh darah, yang merupakan pengerasan dari campuran kolesterol, lemak, dan elemen lain.

Berhubung pembuluh darah di jantung menjadi menyempit, maka akan lebih sulit bagi darah untuk menuju ke jantungmu. Dan jika daerah yang terdapat plak menjadi pecah terbuka, hal tersebut akan mengakibatkan pengentalan darah, sehingga bisa memblokir seluruh aliran darah. Hal ini bisa membawamu pada resiko besar terkena serangan jantung. Gejala dari suplai darah yang berkurang ke jantung, meliputi rasa tidak nyaman, tertekan, dan nyeri hebat (angina) di bagian dada. Kamu mungkin juga akan mengalami nyeri di bagian rahang, leher, bahu, lengan, atau punggung. Namun angina sering disalah artikan sebagai gangguan pencernaan.

Dan jika aliran darah ke salah satu bagian otot jantung menjadi terhalangi, hasilnya adalah serangan jantung. Hal itu berarti otot jantung menjadi sekarat. Aliran darah harus segera dipulihkan dengan cepat, atau akan ada resiko kerusakan jantung permanen atau kematian.

Saat plak menumpuk di arteri yang membawa suplai darah ke otak, otakmu akan kekurangan oksigen. Sel otak akan dengan cepat menjadi rusak dan mulai sekarat sehingga terkena stroke. Gejala stroke meliputi terjadinya kelemahan dan mati rasa mendadak di salah satu bagian tubuh. Tergantung dari area otak mana yang terserang, kamu mungkin bisa mengalami masalah berbicara, melihat, atau menggerakkan salah satu anggota tubuhmu. Serangan stroke bisa menyebabkan kerusakan otak, kelumpuhan, atau bahkan kematian.

Plak juga bisa menumpuk dan mengganggu aliran darah ke lengan dan kaki (disebut dengan penyakit arteri perifer). Jika suplai darah ke anggota badanmu terhalangi, maka kamu mungkin merasa mati rasa atau nyeri. Akan pula terjadi peningkatan resiko terkena infeksi pada kaki. Kekurangan darah juga dapat menyebabkan kematian jaringan.

Sistem pencernaan

Kolesterol tinggi bisa menciptakan ketidakseimbangan empedu, sehingga menyebabkan penyakit batu empedu. Menurut National Digestive Disease Information Clearinghouse di AS, lebih dari 80 % penyakit batu empedu merupakan batu kolesterol.

Penumpukan plak di arteri juga bisa memblokir aliran darah ke ginjal dan perutmu. Sindrom iskemik usus adalah suatu kondisi saat terjadi penyumbatan di arteri yang menuju ke usus atau lambung. Gejalanya bisa meliputi sakit perut, mual, muntah, dan berak berdarah.